''yah ini rumah baru kita?''
''iya, gimana kamu nyaman gak?''
'' lumayan serem si..tapi gak apa apa yang penting kamar layla luas ya..''
Sahut layla
''assalamualaikum pak, wah baru pindah ya''
Tanya seorang warga yang kebetulan lewat
''walaikumsalam,ohh iya ni pak baru pindah hari ini salam kenal ya pak saya burhan''
Senyum pak burhan kepada orang tersebut
''salam kenal juga pak saya kepala desa disini, selamat datang ya pak dan hati hati ya pak dulu rumah ini di tinggali keluarga yang sangat kaya tapi sayangnya mereka semua tewas dalam kebakaran bahkan saat renovasi rumah ini banyak yang mengalami gangguan '' bisik pak kepala desa kepada ayah layla
''mana mungkin ada kejadian seperti itu pak paling cuman hoax yang dibenar benarkan''
Sahut ayah layla dengan tegas, karna ia tidak percaya yang namanya hal hal mistis seperti itu
''terserah bapak mau percaya atau tidak saya permisi dulu pak assalamualaikum''
''waalaikumsalam, layla ayo masuk dan jangan lupa beresin dulu kamar kamu''
''iya ayah''
Layla naik menuju kamar nya di lantai atas
''huffftt males si baru nyampe udh beres2..klw gak di kerjain kena omel, yaudhlah yok semangat!''
Batin layla yang menyemangati dirinya sendiri
Tengah malam hari
Layla sedang asik mendengar musik di kamarnya
Sedangkan ayahya sudah tidur di kamarnya tepat di sebelah ruangan kamar layla akan tetapi tiba tiba layla mendengar suara yang memangil namanya
''layla..''
Suaranya pelan dan semakin pelan tapi anehnya suara itu seperti dekat
''yah.. Ayah belum tidur?''
Tanya layla yang nampak kebingungan, suara itu semakin keras dan keras membuat layla takut dia langsung menyelimuti dirinya dan berdoa.. tapi tiba2 ada tangan yang menarik kaki layla tanganya hitam dan panas seolah olah terbakar oleh api
ia ingin berteriak sekuat kuatnya tapi tidk bisa ia merasa seperti banyak sekali tangan yang menutupi mulutnya agar tidak bisa berbicara ia hanya bisa pasrah walaupun ia sangat ketakutan, tangan itu menariknya sangat kuat dan berhenti di toilet, layla memberanikan diri untuk membuka matanya dan ia melihat sesosok anak kecil perempuan menatapnya tepat di depanya tubuhnya penuh dengan luka bakar
''hai layla, mau bermain denganku? hihi'' tertawa kecil
Layla ketakutan dan langsung teriak sekuat kuatnya
''Aaaaaargh..'' sambil memejamkan matanya dengan tangannya yang bergemataran
Ayahnya mendengar suara layla ia terbangun dan langsung bergegas ke kamarnya, ia membuka pintu kamar layla
Dan mencarinya dengan wajah yang sangat panik dan ia buka pintu toilet dan menemukan laila yang sedang duduk di pojokan sambil menutup matanya
'' hey,hey, layla ada apa?''
Layla membuka matanya dan langsung memeluk ayanya
''kamu kenapa? Kaki kamu juga nih kenapa? Kamu jatuh?'' tanya ayahnya sambil panik menatap putrinya yang sangat ketakutan ia langsung menggendong putrinya ke kasur agar bisa istirahat, ia mengambil obat di laci dan mengobati kaki putrinya
''kamu ini sebenarnya kenapa kok tiba tiba teriak?''
''tadi aku liat sesuatu disana yah'' sambil menunjukan tanganya ke arah toilet
''tadi ayah gak liat apa apa, yaudah mending kamu baca doa abis itu tidur udh malem'' ayahnya pergi dari kamar layla dan bergegas kembali tidur, begitupun layla ia langsung baca doa dan bergegas tidur ia ingin waktu segera pagi
Singkat cerita di hari selanjutnya dan seterusnya ia slalu mengalami hal hal aneh dan gangguan, ia langsung meminta ayahnya agar segera pindah dari sini tapi ayahnya tidak setuju
''ayolah layla bukanya kamu sendiri yang mau rumah dan kamar yang luas, lagi pula kita baru beberapa hari tinggal disini, mending kamu langsung tidur udh malem juga''
''tapi yah..''
''udh ayok tidur'' sambil menarik putrinya ke kamar agar segera tidur
''huft iya iya''
Sesampainya ke kamar laylia mereka melihat ada bekas jejak kaki yang menuju jendela yang terbuka
''apa itu pencuri? Tidak, tidak mungkin inikan lantai atas'' sahut batin layla
ayahnya memastikan dan melihat keluar dan tidak ada apa apa saat laylia mengecek keluar jendela tiba2 ada tangan yang menjambak rambutnya ke bawah
''ayah!!....Aaaaargh''
ayahnya langsung menarik kakinya agar tidak jatuh
''ayah aku mohon jangan lepaskan kaki ku dia menariku ke bawah''
Ayahnya berhasil menariknya kembali dan langsung memeluknya sambil menangis
Tapi tiba tiba ada yang menarik ayahnya keluar dari kamar dan pintunya terkunci
''ayah!!...''
''mau bermain denganku?'' suaranya tepat di telinga laylia
Laylia terus berusaha membuka pintu dan akhirnya bisa ia langsung keluar dan mencari ayahnya
Layla terus mencari ayahnya dan ternyata ayahnya di lantai bawah dalam keadaan pingsan dan banyak sekali luka di tubuhnya layla turun ke lantai bawah secepat mungkin
''yah..ayah bangun jangan buat laylia takut..ayah..'' sahut laylia sambil menangis dan panik
Taklama ayahnya sadar dan langsung memeluk laylia
''kamu gak apa apa?'' denga suara yang halus dan pelan sambil menahan rasa sakit
''aku gak apa apa yah..ayah yang kuat ya''
Tiba tiba lampu berkedap kedip, barang barang berterbangan dan banyak sekali jejak kaki yang mengarah ke kami jejak kakinya dekat dan semakin dekat dan jejak kaki itu berhenti dan melangkah mengarah cermin tepat di samping kami bertuliskan sesuatu
''pergi dari rumah kami'' tulisannya berwarna merah seperti darah kami hanya bisa berdoa dan tiba tiba ada sesuatu seperti ledakan yang menarik kami keatas dan jatuh seakan akan seluruh badan panas terkena api
Setelah kejadian itu kami pergi dan pindah dari sana aku mulai menyadari bahwa rumah luas dan mewah tidak senyaman yang kupikirkan rumah ternyaman itu keluarga, mereka tidak ingin terganggu oleh kami
Begitupula aku keluarga itu rumah yang ternyaman ya..dia itu ayahku dia yang membuat ku bahagia setiap saat dan aku juga berharap kalian tenang disana
-tamat-