Tidak disangka jika akhir dari hubungan Riana dan Aaron akan berakhir di pelaminan. Riana masih belum percaya bahwa ternyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Setelah acara wisuda itu, Riana memberanikan diri dan membuang harga dirinya untuk mengungkapkan perasaannya pada cowok kemayu itu.
Aaron yang terlihat gagah dengan setelan jas kala itu sangat tidak sinkron dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat syok dengan pandangan menatap lurus pada Riana. Sementara Riana sudah keringat dingin menunggu jawaban dari Aaron.
"Nanti dulu, Na. Gue mau cari kerja dulu," jawab Aaron.
"Cari kerja?" tanya Riana mengernyitkan dahi. "Gue cuma ajak lo pacaran, bukan mau lamar lo," lanjutnya.
"Cuma pacaran? Nggak mau nikah sama gue?" tanya Aaron mengusap dagunya sok kegantengan.
"Mau!" pekik Riana spontan.
Tawa ngakak Aaron menyembur mendengar pengakuan Riana. Sementara cewek itu, wajahnya sudah merah padam menahan malu. Mendadak suasana menjadi panas, bahkan bedak yang dipakai Riana luntur seketika.
Lama mereka berpacaran kurang lebih tiga tahun, sebenarnya tidak bisa disebut pacaran karena keduanya sibuk pada aktivitas masing-masing. Pernah suatu kali Riana hendak menyerah dengan hubungannya. Dia lelah dengan tingkah Aaron yang sangat cuek dan lebih senang menghabiskan waktu di depan laptop menonton anime kesayangannya jika Riana main ke rumah cowok itu. Padahal waktu mereka bertemu hanya sebentar, yakni saat akhir pekan saja.
Namun tanpa Riana duga, ternyata Aaron telah menyiapkan semuanya. Cowok itu bahkan dengan bangganya menunjukkan cincin pernikahan beserta seserahan yang akan diberikan pada Riana. Tentu Riana terharu dan merasa amat bahagia.
"Kenapa kamu mau nikah sama aku? Kenapa nggak sama si Sakura?" tanya Riana. Mereka kini sedang bersantai setelah acara melelahkan kemarin.
"Gue masih waras, masih bisa bedain mana yang 3 dimensi mana yang 5 dimensi," jawab Aaron, mulutnya mengunyah kacang atom di toples.
PLAK!
Suara kencang itu membuat Aaron mengaduh kesakitan bersamaan dengan kacang yang melompat keluar dari mulut.
"Bener-bener nih orang, nggak ada romantis-romantisnya sama sekali. Mau sampai kapan pake Gue-Lo?" ucap Riana mendelik.
"Maaf, belum terbiasa. Mau dipanggil apa? Sayang? Babi? Eh Baby..."
"Ckck, nggak niat," potong Riana dan meninggalkan Aaron.
Aaron masih mengikuti langkah Riana, kemana pun cewek itu pergi Aaron selalu mengekor. Hingga Riana merasa jengah, sebenarnya apa mau cowok itu?
"Kenapa sih? Ngekor mulu dari tadi?" tanya Riana, baru pertama tinggal bersama saja sudah membuat dirinya sangat lelah. Lalu bagaimana hari-hari seterusnya?
"Temenin aku nonton, yuk," kata Aaron menunjukkan tatapan paling imut yang dia bisa.
"Nggak mau ya kalo nontonnya anime lagi."
"Terus mau nonton apa?"
Riana tersenyum misterius, dia memberi kode pada sang suami untuk mengikuti langkahnya. Sementara Aaron dengan ekspresi penasaran melangkah mengikuti Riana yang ternyata masuk ke dalam kamar.
Perasaan Aaron menjadi was-was. Riana membuka laptop, menyalakannya, dan membuka sebuah folder. Dengan menekan tombol enter, sebuah film terlihat dari layar laptop.
"Sini, duduk sini!" perintah Riana, menepuk tempat di sebelahnya.
"Film apa sih?"
"Udah tonton aja."
Aaron menurut dan matanya fokus pada layar laptopnya. Entah apa judul film itu, karena sepertinya Riana sengaja mengganti judul film itu. Belum mencapai klimaks, jantung Aaron sudah dibuat marathon melihat adegan di film itu.
"Ganti filmnya! Sejak kapan kamu punya film ginian?" ucap Aaron nge-gas.
"Kenapa sih? Nggak pernah nonton film ginian emang? Waktu sekolah nggak pernah diajak gurunya nonton?"
"Pernah, tapi waktu itu aku bolos. Aku nggak suka film kayak gini, banyak kekerasan."
"Astaga, film dokumenter tentang sejarah penjajahan ya emang gini," kata Riana memutar bola matanya malas. "Ron, aku mau tanya sesuatu."
"Apa?" tanya Aaron matanya masih dia tutup dengan tangan.
"Kenapa kamu mau sama aku?"
"Hmm...."
Riana menatap Aaron penuh minat, dia juga penasaran mengapa cowok di sebelahnya ini mau menerimanya. Kira-kira apa jawaban Aaron?
"Kamu mirip Nezuko," jawab Aaron menatap Riana dengan pipi merona.
❤❤❤