Namaku Allesha,seorang mahasiswa semester 4 yang dikenal dengan sebutan 'kutu buku'.Kalian pasti tahu alasannya mengapa aku mempunyai nama panggilan tersebut.Ya,tentu saja karena aku gemar sekali membaca buku.Terutama buku sejarah.
Bukan hanya sekadar membaca saja,aku seringkali menghayatinya.Bahkan aku mengidolakan seorang panglima dari zaman dinasty Qing dari buku-buku sejarah yang ku baca yang mana namanya adalah Xiang Yang.
Bagiku dia sangatlah keren dan hebat.Dari buku sejarah yang kubaca, dia seorang panglima yang memenangkan banyak pertempuran dan berhasil memperluas dinasty Qing.Namun,dia mati dengan tragis ditangan istrinya sendiri,Yu Yuan.
Dan di suatu hari yang tak terduga pun terjadi.Tepat setelah aku tertidur dan membiarkan buku 'General of Xiang Yang' yang terakhir aku baca tetap terbuka.Aku tersadar sekitar sepuluh menit setelahnya dan menyadari aku tidak sedang duduk di bangku belajar dan tidak berada di kamarku lagi.Melainkan tengah digendong seorang pria dewasa berusia sekitar dua puluh delapan tahunan,menyusuri jalan setapak di hutan.
"Dimana aku?"tanyaku linglung dengan apa yang sedang kualami.
Karena,bukan hanya pria tersebut dan hutan saja yang membuatku heran.Namun juga heran dengan pakaian yang aku dan pria yang menggendongku kenakan. Jelas-jelas pakaian-pakaian ini adalah pakaian tradisional zaman dulu.
"Yu Yuan,istriku.Apa kamu sudah bangun?"suara pria itu yang tiba-tiba,mengalihkan semua fokusku sekaligus membuat aku kaget.
"Yu,Yu Yuan?"aku heboh sendiri ketika pria itu memanggilku dengan nama Yu Yuan,istri penghianat sang panglima yang aku idolakan.
"Hei,apa kau jadi lupa namamu sendiri setelah tertidur panjang dipundakku? jangan-jangan kamu juga lupa lagi bahwa aku Xiang Yang adalah suamimu?"goda pria tersebut padaku.Rupanya ia mendengar suara histerisku tadi.
Aku terbelalak kaget mendengarnya.Aku bingung,heran namun juga bahagia karena idolaku kini tengah menggendongku dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Ah,tidak.Mana mungkin bisa seperti itu?!."jawabku menimpali Xiang Yang dan mencoba sebaik mungkin untuk menyesuaikan diri dan tidak kaget lagi supaya Xiang yang tidak curiga.
Kemudian aku memintanya menurunkanku.Dan dia menurutinya.Namun ia berkata lagi.
"Kamu serius mau berjalan saja?perjalanan masih jauh.Nanti kakimu bisa pegal.Lebih baik aku menggendongmu lagi saja"ujar Xiang Yang.Dan kali ini aku melihat wajahnya dengan jelas.Dan sesuai ekspektasiku,dia sangat tampan dan gagah.
Aku terdiam sejenak mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indah.Sampai akhirnya tersadar dan menolak tawaran Xiang Yang.
"Tidak perlu.Sudah cukup kamu menggendongku tadi"jawabku sembari tersenyum dan dia membalas senyumanku itu juga dengan tatapan penuh kasih sayang.
Kami pun berjalan berdampingan di jalan setapak yang menuju desa tempat tinggal Xiang Yang.Aku semakin kagum padanya dan cinta padanya setelah melihat sikapnya pada Yu Yuan,yang sekarang adalah diriku.Aku bertanya tak mengerti kemudian,ketika mengingat perbuatan keji dari Yu Yuan yang tak berperasaan membunuh Xiang Yang yang sangat peduli padanya di akhir cerita sejarah yang kubaca.
"Bagaimana bisa Yu Yuan berbuat begitu keji pada suami yang begitu tampan,baik,perhatian, perfeck men ini?pokoknya selagi aku disini.Aku pastikan Xiang Yang bahagia karena mempunyai istri yang baik!"ujarku dalam hati heran sekaligus bertekad membahagiakan idolaku walaupun aku masih bingung kenapa aku bisa menjelajah waktu seperti ini.
***********
Berbulan-bulan aku hidup di era dinasty Qing tanpa tahu cara kembali.Walaupun aku hidup menjadi istri idolaku disini tetap saja aku sering kali merindukan kehidupanku di tahun 2021 M.Tapi ya,harus bagaimana lagi.Aku hanya bisa menjalaninya.Lagipula,Xiang Yang ada disisiku menjadi suamiku.Walaupun untuk beberapa waktu ia harus ke Medan perang dan meninggalkanku sendiri di rumah.Namun,aku tidak merasa kecewa sama sekali.Karena dia sangat mencintaiku dan menyayangiku sepenuh hati.Tak ada hari yang tak dihabiskan bersama ketika dia dirumah.Aku benar-benar bahagia bisa bersama dengannya dan mencintai dia yang tadinya idolaku yang kufikir takkan bisa ku gapai.Begitupula dirinya,kulihat sorot matanya selalu cerah penuh kebahagiaan ketika dia menatapku dan perlakuannya begitu lembut.
Semuanya terasa menyenangkan di bulan-bulan tersebut dan aku juga sangat senang karena beberapa bulan setelahnya aku mengandung buah cinta kami.Semuanya terasa hampir sempurna.Sampai saat aku menikmati pagi di teras rumah aku tersadar bahwa bulan kali ini adalah bulan dimana Xiang Yang mati ditikam pedang oleh pemilik tubuh asli yang aku tinggali.Aku juga merasa bahwa aku selama ini membohonginya.Karena bagaimanapun aku ini Allesha buka Yu Yuan.Tapi aku takut jikalau aku mengatakan yang sebenarnya aku akan kehilangan Xiang Yang.
Aku melamun cukup lama,sampai sepasang tangan suamiku,Xiang Yang memelukku dari belakang dan mengucapkan pertanyaan di telinga kananku.
"Apa yang sedang kamu pikirkan,sayangku?ceritakanlah masalahmu padaku.Tidak baik untuk bayi kita jika kamu punya beban fikiran yang banyak!"ujar Xiang Yang sang panglima yang ganas di Medan perang namun lembut padaku,istrinya.
Aku berbalik dan melihat wajah idola yang kini menjadi suamiku tersebut.Aku terus menatap panglima yang masih memakai baju kebesarannya tersebut.Aku meraih wajahnya dan mataku berlinang tak kuasa membayangkan akhir hidupnya yang ditikam oleh tubuh yang sekarang aku tempati.
"Aku mencintaimu,menyayangimu dengan sepenuh hatiku,Xiang Yang.Aku ingin terus berada di sisimu"ucapku padanya dengan air mata meleleh.
Xiang yang yang melihatku seperti itu pun membujukku ke dalam rumah.
"Kamu menangis,dan wajahmu terlihat pucat istriku.Ayo kita masuk kedalam dan akan aku panggilkan tabib"ujar Xiang Yang,tergesa.Ia segera mengangkat tubuhku yang tengah hamil 7 bulan tersebut dan hendak membawaku ke kamar dan mengobatiku.
Namun,
"Allesha kamu sudah sadar nak?syukurlah!.Dinda,cepat panggil dokter zan!"
Suara yang tak asing menyeruak terdengar jelas di telingaku saat aku membuka mataku.Aku menyadari aku tidak di masa lampau lagi,suara yang terdengar keras itu suara mama dan aku tengah dirawat dirumah sakit.
"Ma,apa yang terjadi?kenapa aku dirawat di rumah sakit?"tanyaku bingung
"Kata dokter kamu kelelahan,kamu demam selama seminggu dan tidak sadarkan diri"ujar mama sembari mengelus ku dengan penuh kasih sayang.
Aku tersenyum lega.Namun juga sedih karena semua yang kualami dengan Xiang Yang mungkin hanya sebuah mimpi yang panjang.Rasa sakit hati juga kurasakan ketika aku melihat perutku yang tak lagi besar dan merabanya yang tak lagi berisi bayi.Tapi,itulah kenyataan dan aku mau tidak mau harus menerimanya.
Aku melamun sampai seorang dokter masuk dengan para perawat dibelakangnya.
"Maaf sedikit lama,tadi saya tidak sengaja ketiduran"ujar dokter tersebut kepada orang tua dan kakakku.
Aku terkejut mendengarnya,suara itu terdengar familiar.Itu terdengar seperti suara Xiang Yang .Aku langsung melihat kearahnya dan melihat wajahnya.Dan benar saja,wajahnya pun sama dengan Xiang Yang yang aku impikan.
"Xian yang..."aku mencoba memanggilnya.Namun,seketika menyadari bahwa itu tidaklah mungkin dan tidak masuk akal.Aku pun hanya bisa diam dan melihatnya memeriksaku.
"Tuan,nyonya dan nona silahkan tunggu diluar dahulu.Dan suster ambilkan obat-obat yang ada di catatan ini"ujar dokter tersebut.
Keluargaku pun keluar bersama dua suster yang tadi masuk.
Ia memeriksaku dan aku memperhatikannya dengan tatapan sendu.Sampai dia memanggilku.
"Nona Yu Yuan apa anda merasakan mual?"
"Ah maaf,maksud saya nona Allesha"ujar dokter tersebut kemudian,segera meralatnya.Telinganya juga nampak memerah ketika itu.
Sedangkan aku kaget,tak percaya dengan apa yang terjadi.Dokter yang bermuka persis Xiang Yang itu benar-benar memanggilku Yu Yuan.Dan aku melihatnya tersipu malu.
"Xiang Yang?"tanyaku kemudian.Tanganku meraih pipinya dan menatapnya.Dia juga menatapku dengan binar air mata kesedihan yang bercampur dengan kebahagiaan dan rindu.Dan aku menyadari bahwa kejadian itu bukan hanya mimpi.
Dan rupanya ia mengalami hal yang sama denganku,tapi bukan kembali ke masa lalu dan tiba-tiba menjadi Xiang Yang.Namun,ia benar-benar kebangkitan dari Xiang Yang itu sendiri yang kini telah mendapat ingatannya dan bertemu denganku dimasa lalu.Dan di era dinasty Qing,dimana aku bertemu dengan dia itu pula kami telah menjalin hubungan yang begitu dalam dan tanpa kami sadari di dunia nyata pun kami merasakannya juga dan saling merindukan.
Tapi aku ingat seketika bahwa akhir hayat Xiang Yang pasti tidak berubah.Ia pasti dibunuh dengan Yu Yuan yang tubuhnya aku tinggali.
"Kenapa kau masih begitu sayang terhadapku?bukankah kau tahu bahwa akulah yang menghabisimu hingga kamu mati?"tanyaku.
"Tidak dia bukan dirimu!dia Yu Yuan yang asli dan aku tahu bahwa sejak aku menggendong Yu Yuan.Dia bukanlah Yu Yuan lagi.Melainkan dirimu.Dan aku mendengar jelas kamu memanggil namaku saat aku masuk dan aku yakin bahwa Yu Yuan istriku yang baik adalah kamu"jawab dokter Zan.
Mendengar semua itu aku segera memeluknya,dan menangis bahagia dipundaknya begitu pula dokter Zan ia memelukku dengan erat,seolah takkan membiarkan aku lepas.
"Aku mencintaimu"ujarnya padaku
"Aku juga mencintaimu.Aku takkan membiarkanmu pergi"jawabku.
"Aku juga"
Dan dari situlah hubungan kami berlanjut dan akhirnya hidup bersama dengan bahagia.
*******TAMAT*******