Rere adalah adik yang penurut, maklum karna dia hanya memmiliki kakaknya.
Saat pulang sekolah jeje yaitu kakak rere tak sengaja melihat adiknya dibully teman kelasnya. Jeje yang melihat adiknya terluka tak terima dan membantu mengusir para pembully itu.
Jeje membisikkan sesuatu kepada adiknya lalu tersenyum, mereka pulang bergandeng tangan.
keesokan harinya, jeje melihat adiknya pulang dengan berlumuran darah, jeje hanya tersenyum lalu berjalan menuju adik dan mengelus kepala adiknya. "kau sudah menghilangkan jejaknya bukan??" tanya jeje kepada adiknya, rere hanya membalas dengan anggukan dan senyum manisnya. "bagus kini kita tinggal menunggu berita kematian" ucap jeje kepada adiknya.