Cerita ini adalah fiktif belaka, setiap nama tokoh dan alur cerita hanyalah murni karangan dari penulisnya. Tidak berniat menyinggung siapapun juga.
Penulis cerita pendek ini adalah orang yang cinta damai. Dan dengan tema tampak belakang, penulis mengartikan sebagai seorang yang tidak pernah meminta ijin ketika dia datang dan pergi dari hidup seseorang, maksudnya dari hati seseorang.
***
Aulia Ramadhani, dari namanya saja kita pasti tahu bahwa dia lahir saat bulan ramadhan. Benar saja wanita yang sekarang ini berusia 28 tahun itu memang lahir tepat pada saat bulan puasa bagi umat muslim di Indonesia.
Saat ini dia sedang menunggu pacarnya yang bernama Egi, awalnya Aulia ditemani oleh sahabatnya, tapi karena hari semakin larut maka sahabat Aulia memilih untuk pulang.
Hari ini adalah tepat satu tahun Aulia dan Egi jadian. Bahasa kerennya Anniversary mereka yang ke-1 tahun.
Aulia sudah sejak 2 jam lalu menunggu di depan restoran tempat Aulia dan Egi bensin untuk makan malam dan merayakan anniversary mereka yang pertama.
Tak kunjung datang, beberapa Aulia pun menghubungi kekasihnya itu. Egi menjawab telepon dan mengatakan akan datang sebentar lagi.
Tapi sebentar menurut Egi, adalah 1 jam Aulia menunggunya. Letih membuatnya menghubungi kekasihnya itu kembali.
"Egi, kamu dimana? aku benar-benar sudah pegal menunggu mu di luar restoran!" protes Aulia.
"Sayang, maaf aku tidak bisa menemui mu. Aku sedang di luar kota menemui nenek ku yang sedang sakit!" jawab Egi di ujung telepon.
Dengan perasaan kesal Aulia menutup teleponnya dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas. Tanpa nunggu lagi Aulia memutuskan untuk kembali saja ke rumahnya.
Namun ketika dia sedang menaiki sebuah taksi dalam perjalanan pulang dia melihat sosok yang sangat dikenalnya. Meski hanya melihat punggungnya saja dia tahu bahwa itu adalah kekasihnya Egi.
Mata Aulia membulat sempurna ketika melihat siapa yang ada di samping kekasihnya itu. Dia adalah mantan pacar Egi yang katanya sudah mencampakkan Egi demi laki-laki lain.
Aulia meminta supir taksi untuk berhenti, ada niat untuk turun dan melabrak langsung kekasihnya yang sudah membuatnya menunggu selama tiga jam kemudian dia beralasan pergi menjenguk nenek yang sedang sakit, tapi kenyataannya adalah dia jalan dengan mantan pacarnya yang sudah menyakiti nya.
Aulia sudah memegang kenop pintu mobil taksi yang dia sudah berhenti kan. Tapi Aulia kembali mundur dan menghapus air mata yang tiba-tiba saja mengalir deras di pipinya.
Aulia merasa dirinya akan sangat bodoh jika melakukan hal itu, Egi saja sudah membohonginya demi untuk bisa jalan dengan mantan yang telah menyakitinya. Bagaimana jika Aulia menghampirinya dan membuatnya malu, bisa saja Egi malah bersandiwara berpura-pura tidak mengenalinya, dan mungkin yang lebih parah Egi akan mengatakan bahwa Aliya adalah perempuan tidak waras.
Aulia lalu meraih ponsel yang ada di dalam tasnya dia ingin memastikan.
"Halo kamu dimana?" tanya Aulia.
Aulia bisa melihat bahwa Egi mengangkat telepon darinya Dan meletakkan ponsel itu di telinganya.
"Aku sedang di rumah nenek ku, dia sedang sakit!" ucap Egi berbohong.
"Bagaimana jika aku katakan aku melihatmu sedang berjalan berdua dengan Amalia?" tanya Aulia yang sudah menghapus seluruh air matanya.
Kebohongan Egi membuatnya yakin, bahwa pria itu tidak benar-benar mencintainya. Aulia melihat Egi menoleh kesana dan kemari mencari tahu keberadaan Aulia.
"Kita putus!!" ucap Aulia sebelum mematikan ponselnya dana minta sopir taksi kembali melajukan mobilnya.