Mimpi yang paling kubenci adalah mimpi dikejar oleh sesuatu,entah itu hantu ataupun manusia biasa.Aku benar-benar membencinya karena pada mimpi itu,langkahku selalu saja melambat padahal aku sudah berusaha sekuat tenaga.Bahkan lucunya,kalau langkahku mulai semakin cepat ketika dikejar,sesuatu itu dapat mengejarku dengan cepat menggunakan berbagai hal.Ada sesosok hantu yang bahkan menggunakan sepeda sampai bisa menangkapku.Sangat aneh...
Seminggu yang lalu,aku sudah mulai kembali sekolah secara langsung dan tidak lagi online seperti yang biasanya kami lakukan di masa pandemi ini.Layaknya sekolah pada umumnya,aku datang ke sekolah tepat pada jam 7 pagi dan menunggu sampai jam pelajaran dimulai hingga pulang.
Rutinitasku sangatlah sederhana,pada hari libur aku akan membantu ibuku untuk menyiapkan makanan untuk sarapan,makan siang,dan makan malam.Setelah itu pada malam harinya,aku akan pergi tidur atau mungkin akan begadang sampai ketika aku sudah cukup merasa kantuk nantinya.
Namun entah kenapa,pada malam ini,hawa dari kamarku terasa begitu berbeda.Yang biasanya hangat dan selalu membuatku senang untuk mengurung diriku di dalamnya,sekarang hawa kamarku ini terasa begitu dingin seperti ada sesuatu yang membuatnya menjadi demikian.Dan yang sebelumnya membuatku ingin mengurung diriku sendiri di dalamnya,kali ini aku seperti ingin menjauh sejauh-jauhnya dari kamar itu dan tidur dengan ibuku saja.
Tapi aku tetap memaksakan diriku dan berbaring di kasur yang ada di dalam kamar itu setelah selesai menggosok gigiku sebelum tidur.Aku menarik selimutku lalu memejamkan mataku karena hari ini aku sudah sangat lelah dengan banyaknya kegiatan/rutinitas yang harus dilakukan dan tak seperti biasanya.
Aku lalu terbangun di sebuah tempat yang sangat familiar denganku,benar..sekolahku sendiri.Aku menatap sekitar tapi suasananya begitu sepi sampai aku meragukan kalau itu adalah sekolahku sendiri.Aku melangkahkan kakiku perlahan-lahan,berjalan menyusuri koridor yang ada di lantai 3 itu.Tidak ada sedikitpun perbedaan diantara bangunan sekolah di mimpi itu dengan yang di dunia nyata dan hampir saja aku jatuh ke dalam ilusi mimpi itu.
Setelah beberapa menit lamanya aku berjalan,dari arah belakangku terdengar suara langkah kaki yang agak diseret-seret dan seketika membuat bulu kudukku berdiri.Aku tetap melangkah maju dan tak berani melihat ke belakang punggungku sedikitpun,namun rasa-rasanya suara langkah kaki itu semakin dekat jaraknya denganku dan tentunya aku mempercepat langkahku supaya bisa menjauh dari hal itu.
Tapi sekeras apapun aku mencoba,langkah kaki itu sangat dekat sampai akhirnya aku memutuskan untuk berlari secepat mungkin.Aku terus berlari dan berlari namun langkah kaki itu tak kunjung menghilang dari pendengaranku hingga akhirnya aku kehabisan tenaga dan menyandung kakiku sendiri.Namun yang mengherankan,suara langkah kaki yang diseret-seret itu menghilang bersamaan dengan terjatuhnya diriku ke lantai koridor ini.
Untuk sesaat aku menjadi tenang lalu kemudian berdiri kembali berjalan perlahan menuju tangga agar aku bisa turun ke lantai 1 lalu keluar darisana.Saat akan melangkahkan kakiku ke anak tangga tepat di hadapanku,aku berbalik sebentar untuk memastikan keadaan sekitar.
Sesosok perempuan berambut panjang dengan pakaian seragam khas sekolahku itu muncul entah darimana dan langsung menatapku dengan sangat lekat dalam jarak 1 meter saja.Karena syok,tubuhku seketika itu juga tak dapat digerakkan sedikitpun atau lebih tepatnya membeku.Perempuan itu tampak sedikit tersenyum dengan rambut menutupi setengah wajahnya.Ingin sekali rasanya aku berlari saat itu juga namun tubuh sialan ini tak mau bergerak sejengkal pun!
Sosok perempuan itu kemudian berjalan mendekatiku perlahan-lahan sambil mengangkat tangannya ke arahku seperti ingin mencekik leherku ketika sudah sampai di hadapanku nantinya.Aku menutup mataku karena saking takutnya kemudian aku merasakan pipiku di pegang oleh tangan yang begitu dingin.Aku membuka mataku sedikit demi sedikit dan mendapati kalau sosok perempuan itu menatapku dengan tatapan sedih.
Samar-samar terdengar sosok itu berkata, "Kau harus kembali..mereka bisa menangkapmu." Tiba-tiba saja sosok perempuan itu mendorongku dengan sangat kuat sampai aku terbangun dari mimpi aneh nan menyeramkan itu.Aku memijat-mijat keningku dan hanya bisa termenung memikirkan akan kata-kata perempuan itu.
Siapa dia?Kenapa dia mengenakan pakaian seragam sekolahku?Apa maksud dari kata-katanya?Siapa mereka yang dimaksud olehnya? Sebenarnya kenapa aku bermimpi akan dirinya?Dan apakah dia mengenalku?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus membayang-bayangiku setiap waktunya sampai membuat kepalaku sendiri sakit hanya dengan memikirkannya..
~THE END~