Nesa tengah sibuk membersihkan rumahnya, dan saat ia hendak ingin membuang kantong - kantong pelastik yang berisi sampah itu ke tempat sampah, ia melihat sebuah kotak mengkilap.
Terlihat begitu indah dengan ukiran bunga berwarna hijau di atasnya, di ambilnya kotak itu dan ia meletakan sampahnya ke dalam tempat sampah.
Nesa membawanya ke dalam rumah, karena penasaran ia mencoba untuk membuka kotak itu namun sulit karena tertutup rapat.
Ia memutuskan untuk menyimpan kotak itu di kamarnya dan mencari cara untuk membukanya nanti.
" Hah...sebenarnya kotak apa ini ?, tidak ada kunci tapi, kenapa sulit sekali untuk di buka ? "(gumam Nesa membolak - balik kotak)".
" Em...sudah lah akan ku pikirkan cara untuk membukanya nanti, sekarang aku ingin melanjutkan pekerjaanku "(kata Nesa lalu meletakan kotak itu di atas meja)".
Nesa melangkah pergi keluar dari kamarnya dan kembali melanjutkan bersih - bersihnya.
¤¤¤
Begitu cepat waktu berlalu kini bulan muncul menggantikan matahari yang lelah, Nesa kembali ke kamarnya setelah ritual mandinya.
Ia berjalan mendekati kotak itu dengan handuk yang masih berada di kepalanya dan beberapa kali mengusap kasar mengeringkan rambutnya.
Di ambilnya kotak itu lalu membanya ke atas kasur empuk miliknya, Nesa menatap kotak itu bingung.
" Hmm..., bagaimana ya cara ku untuk membuka kotak ini ?, aku sangat penasaran ada apa di dalamnya ?. "(kata Nesa penasaran)".
Nesa masih terlihat berpikir, dan tidak lama setelahnya ada ide yang terlintas di kepalanya.
" Ya aku tau... "(segera beranjak dan melangkah pergi)".
Nesa dengan cepat pergi menuju tempat yang sudah ada di kepalanya, dan mengambil sesuatu di sana, kemudian kembali ke kamar dengan membawa sebilah pisau.
" Mudah - mudahan dengan cara ini kotaknya akan terbuka "(kata Nesa berharap)".
Di selipkannya ujung mata pisau pada celah penutup kotak, lalu mencoba untuk mencongkelnya tapi, belum juga berhasil di buka.
" Hah...tidak bisa juga, apa karena pisaunya kurang tajam ya ? "(kata Nesa pada dirinya)".
Lalu di pegangnya mata pisau, berniat memeriksa namun justru hal yang tak terduga terjadi jarinya tersayat, darah segar mengalir.
Dan secara kebetulan mengenai bagian atas kotak, seketika tutup kotak itu terbuka dan membuat Nesa terkejut hingga tersentak.
" Hah...a apa yang terjadi ?, ba bagaimana bisa ? "(Nesa terkejut)".
Nesa mendekati kotak itu secara perlahan sambil menghisap jari yang masih mengeluarkan darah, terlihat sepoting kertas putih tergeletak di dalamnya.
Nesa mengambil kertas itu, terlihat sebuah tulisan dengan tinta merah menyala, lalu ia pun membacanya.
ISI TULISAN :
___________________________________________________
Bersiaplah untuk malam ini hitungan mundur mu sudah di mulai. (hindari kapak merah)
MALAM INI
23 : 23 malam.
___________________________________________________
" Apa - apaan ini ?, siapa yang membuat lelucon ini ?, betul saja kotak ini berada di tempat sampah ! "(kata Nesa melempar kertas itu ke dalam kotak)".
Nesa menutup kotak itu dan membawanya keluar lalu membuangnya ke tempat sampah.
" Sampah sudah seharusnya berada di tempat sampah "(kata Nesa)".
Nesa kembali berjalan masuk ke rumah setelah memaki kotak itu.
¤¤¤
Pukul 23 : 20 malam Nesa menghampiri tempat tidurnya untuk masuk kedalam alam mimpi, ia mengambil posisi tidurnya, menarik selimut,dan menutup lampu.
Kini Nesa siap untuk tidur.
Suasana begitu sunyi dan gelap, detak jarum jam terdengar begitu keras di telinga Nesa, ia mulai gelisah dan keringat dingin membanjiri baju tidurnya kini menjadi basah namun, terlihat matanya masih terpejam.
Jam menunjukan pukul 23 : 23 malam, pintu kamar Nesa yang gelap itu mulai terbuka tanpa ada sesosok apa pun, saat itu Nesa masih dalam posisi yang sama namun tidak bisa bergerak atau pun berteriak.
Tak lama terlihan sesosok makluk dengan memakai jubah serba hitam wajahnya tak terlihat, dengan tubuhnya yang bungkuk dan membawa sebuah kapak merah yang ia seret membuat suara karena bergesekan dengan lantai kamar Nesa.
Menghampiri tempat tidur Nesa, mata Nesa tiba - tiba terbuka dengan sendirinya melihat sosok mengerikan itu, mulai mengangkat kapak merahnya tinggi - tinggi ke arah Nesa.
Mata Nesa membulat, rasa takut yang luar biasa menyelubungi dirinya namun ia tidak bisa berbuat banyak karena tubuhnya sulit untuk di gerakan dan suaranya seakan tertahan.
" Hitungan mundur mu di mulai 3, 2, 1, "(kata sosok mengerikan itu dengan nada yang mengerikan)".
Lalu dengan cepat kapak merah itu meluncur ke arah Nesa memisahkan kepala dari tubuh Nesa, cairan bewarna merah kental dan bau yang khas pun memenuhi kamar Nesa kini tertidur lelap untuk selamanya.
¤¤¤
Malam berlalu begitu sunyi di luar sana, matahari menggantikan bulan bersinat di pagi hari, di sebuah rumah penghantar paket menyerukan suaranya.
" Paket "(seru si penghantar paket)".
Seorang gadis kecil membuka pintu dengan gembira menerima paket itu dengan ayah yang menyusulnya dari belakang.
Ayah segera menandatangani bukti tanda terima, sedangkan anak itu membawa paket itu masuk, tak sabar ingin membukanya.
Sesampainya di dalam gadis kecil itu membuka paketnya dan ia melihat sebuah kotak mengkilat dengan ukiran bunga brwarna hijau sama persis dengan kotak malam itu.
Ayah datang dari belakang setelah selesai, gadis kecil itu menunjukan kotak itu pada ayahnya.
" Ayah ayah kotak ini sangat indah sekali, apa isinya ? "(tanya gadis kecil itu penasaran)".
" Em....entah lah "(kata ayahnya meledek)".
" Sayang ayo cepat kalian ke sini, kita makan "(panggil bunda dari ruang makan)".
" Iya baiklah kami akan ke sana "(jawab ayah)".
" Ayo sayang kita makan dulu, setelah itu kita buka kotak ini "(ajak ayah pada gadis kecil)".
" Em baiklah "(jawab gadis kecil)".
Keduanya pergi ke ruang makan dan meninggalkan kotak itu di sana.
[]"""TAMAT,,,,,[]
[] Koa []🐇[]
SAYA MOHON MAAF APA BILA MASIH BANYAK KESALAHAN DALAM PENULISAN ATAU KATA - KATA.