Di pagi hari saat hari dimana semua anak-anak mencari permen di setiap rumah dan bermain bersama, tetapi tidak denganku.
Namaku Cania Bellfrench , seorang gadis kecil berumur 9 tahun. Kenapa aku berpikir seperti itu ? Ya, untuk alasan yang kuat mengapa aku berkata seperti itu karena banyak masalah yang menimpa dalam keluarga ku.
Di hari halloween ini, ayah ku terus menerus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ayah ku adalah orang yang sangat baik, dia di tinggal oleh ibu karena penyakit yang di derita ibu.
Ayah adalah pekerja buruh di area konstruksi, dimana kejadian yang tidak pernah aku inginkan terjadi di sana.
Saat sebelum ayah mau pergi bekerja di pagi hari, ekspresi wajahnya sangat ceria sambil menyiapkan sarapan untukku. Wajahnya sangat riang sehingga saat ia berbalik badan untuk pergi bekerja ekspresi wajahnya seketika dari yang tadinya riang menjadi murung.
Sesampainya ayah di tempat kerja, ia langsung mengerjakan pekerjaan mengangkat besi yang sangat berat dibantu bersama teman kerjanya. Tiba-tiba ada sebuah beton yang besar menimpa ayah ku dan temannya. Banyak orang terkejut kaget dan histeris saat melihatnya dan langsung menelpon rumah sakit untuk mengirim ambulan ke area konstruksi tempat ayahku bekerja.
Sambil ditemani suara rintik nya hujan, aku menunggu ayah pulang ke rumah, karena sudah larut malam aku agak sedikit mengantuk. Saat aku hampir tertidur, aku terkejut kaget saat tetanggaku memberitahu ku tentang ayah ku yang meninggal saat bekerja. Aku menangis keras hingga tidak bisa mengeluarkan suara lagi. Aku sedih!! Aku marah kepada diriku sendiri karena selalu membebani ayah hingga akhir hayatnya tanpa membantu pekerjaan sedikit pun.
Aku sangat rindu ayah. Ya, sangat rindu sehingga aku ingin bertemu kembali dengan ayah ku.
Aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku. Aku mengambil tali dan mengikatnya di langit-langit, dan aku buat simpul di tali itu sehingga akan semakin cepat aku bertemu dengan ayah.
Saat aku hampir mengikat simpul di area leher ku, aku terdorong ke belakang sambil melihat ayah yang bermuka sedih saat melihatku ingin mengakhiri hidup. Ayah langsung memelukku dan berkata "nak, kamu harus hidup dengan bahagia" itu yang ayahku bilang kepada ku.
Betul apa yang ayahku katakan, aku harus hidup lebih lama untuk mencari kebahagiaanku.
Catatan Diary Cania Bellfrench tahun 1992
.
.
.
.
.
"Ayah, aku membaca diary ibu, apakah dulu ibu mengalami hal seperti ini ?" Tanya Lani Bellfrench kepada ayahnya.
"Betul nak, ibu kamu mengalami hal itu saat dulu ia masih berumur 9 tahun" Jawab ayahnya.
"Ayah aku ingin bertanya lagi"
"Iya, apa itu nak ? "
"Kalau ibu masih hidup, apakah ibu akan bahagia ayah ? " Tanya Lani
"Iya nak, pasti ibu akan bahagia karena memiliki anak seperti lani"