Ada beribu-ribu motivasi yang bisa membuat orang lain bangkit dan berjuang lagi, tapi tidak dengan diriku. Ada apa dengan aku? Kenapa aku tidak bisa seperti mereka yang terus berusaha walau sudah gagal berkali kali. Jangankan berusaha, aku hanya bermimpi dan bermimpi tanpa disertai usaha. Kenapa? Kenapa aku harus takut, kenapa selalu ada bayang-bayang kegagalan di benakku. Apa aku pengecut yang takut gagal? Ataukah orang malas yang tidak pernah mau berusaha? Yeah, semua itu selalu ada didalam pikiranku. Tapi apa yang aku lakukan? Diam, ya hanya diam. Diam tanpa introspeksi diri, tidak pernah berusaha, hanya mimpi yang tidak akan menjadi nyata.
Dan inilah kisah ku.
Kenyataan pahit akan kegagalan selalu menghantuiku. Bermimpi tanpa melakukan apapun itulah keseharian ku. Apa kalian pernah berfikir aku bisa berubah? Aku tidak pernah berfikir bahwa aku bisa, aku hanya tau bahwa aku tidak bisa, aku terlalu takut untuk gagal! Padahal mencoba saya belum, tapi apa? Aku terlalu pengecut!
Di pagi hari aku terbangun dengan badan pegal pegal karena terlalu lama tidur, mimpi ku membuat ku penasaran sehingga ingin terus melanjutkannya. Hingga suara teriakan merdu mama berhasil membuatku terbangun dari mimpi indah.
"Heh Bangun! Anak perempuan kok belum bangun jam segini. Mau jadi apa nanti kamu, hah?!"
"Eughh ... Iya iya Ma aku bangun."
Hoaahem
"Aduh aduh anak Mama, cepat mandi sana!"
"Iya Ma"
Selesai mandi aku kembali ke kamar dan main hp lagi. Aku keluar kamar kalau ada yang memanggil atau ada keperluan. Sampai pada malam harinya.
Yaa itu terulang terus setiap hari, bahkan sampai kini pun masih sama. Sampai suatu hari terbesit didalam pikiranku untuk menjadi seorang penulis.
Yea, selama ini aku selalu membaca novel dari berbagai genre. Dari genre fiksi remaja, romance, petualangan, time travel, fantasi, dll. Salah satu judul cerita yang ku ingat sampai saat ini adalah ketos vs badgirl. Ya itu cerita pertama yang ku baca di Instagram hingga akhirnya sampai sekarang di noveltoon.
Saat aku sudah bosan membaca cerita dari berbagai genre itu, selalu terbesit dipikiran ku untuk menjadi seorang penulis seperti mereka. Aku ingin mempunyai ceritaku sendiri, hasil dari imajinasi ku sendiri hingga akhirnya terkenal seperti mereka.
Pernah waktu itu aku membuat cerita dan di-publish di noveltoon. Itu.. ceritanya tentang anak broken home dan baru 3-4 part yang aku buat. Dari cerita itu aku mendapatkan 90an pembaca yang hanya sekedar mampir. Tapi aku senang banget karena ada yang baca ceritaku. Nah saat aku mau melanjutkan ceritanya, ide cerita yang ada dipikiran ku mendadak hilang, dan sifat malas mulai menguasai ku. Jadilah aku tidak melanjutkan ceritanya. Itu baru awal.
Ada lagi, setelah beberapa lama, aku buat cerita baru di akun yang berbeda tapi masih masa di noveltoon. Aku baru membuat 4 part, dan pembacanya ada 100. Menurut ku cerita yang ini lebih rapi dibandingkan yang sebelumnya. Tapi ditengah jalan aku berhenti membuat cerita ini. Bayang-bayang kegagalan terus menghantuiku, aku.. takut.
Dari situ aku berhenti menulis cerita. Satu tahun berlalu kini aku sudah naik kelas. Di sini aku dapat tugas membuat cerpen bertema kehidupan. Aku membuat cerita berjudul broken home. Waktu yang diberikan 3 hari dan aku berhasil membuat cerita itu dihari ketiga. Karena sudah hampir telat, aku tidak membaca lagi ceritanya dan langsung mengumpul.
Awalnya menurutku cerita itu sudah bagus, tapi setelah aku baca berulang kali aku baru sadar di cerita itu banyak sekali kekurangan. Pertama alur, kedua kepanjangan, ketiga konflik dan penyelesaian yang tidak sesuai atau kurang, keempat tata bahasa.
Sedikit cerita tentang cerpen nya. Cerpen yang aku buat itu awalnya bagus-bagus aja, tapi aku ngerasa kurang panjang jadi aku tambahin lagi. Tapi saat pertengahan cerita, aku merasa cerpennya sudah terlalu panjang, jadi aku singkat. Dan hasilnya kalian tau lah, acak-acakan. Cerpennya jadi tidak jelas, banyak konflik tapi yang terselesaikan baru satu, sisanya masih menjadi misteri.
Aku.. kecewa. Aku ingin memperbaiki ceritanya tapi aku tidak tau harus mulai darimana. Aku takut kalau dirubah nanti cerita jadi semakin buruk. Aku tidak mau lagi, jadi sampai saat ini ceritanya tetap seperti itu tanpa ada perubahan sedikitpun.
Kembali ke cerita.
Jadi sekarang aku ingin berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dulu dengan cara belajar, ikhlas, berdoa, dan bersyukur. Tidak mudah menyerah dan kepercayaan diri, itu yang aku butuhkan sekarang. Tapi kenapa semua terasa susah dan berat? Aku ingin berubah! Tapi kenapa sesusah ini? Apa aku harus melewati semua ini? Baiklah!
AKU HARUS BISA!