Seorang gadis bernama Aliya yang sangat tidak menyukai cerita-cerita novel, ia pernah berkata pada sahabatnya yang bernama Luna, Bahwa dirinya tidak pernah akan membuka atau memegang buku novel apa saja yang ada di perpustakaan sekolahnya.
Ya, Aliya Soerahman Putri, nama aslinya, yang kini duduk di bangku kelas 12 SMA, meski sangat banyak sekali teman perempuannya yang sangat menyukai idol dalam novel-novel, tapi hanya Aliya yang tidak menyukai sama sekali idol-idol novel atau K-Pop lainnya dan berebut untuk menjadi istrinya, tentu membuat perbincangan bagi Aliya yang sangat geli mendengarnya.
"Sudah cukup, apa sih yang kalian katakan!! gak bakalan mungkin kalian bisa dapetin mereka, ngaca dong, kita siapa!!"
Ujar Aliya yang sudah sangat bosan mendengar cerita-cerita temanya itu yang sudah mendunia di telinganya, tentu saja seorang Luna, sahabat Aliya, tidak terima jika sahabatnya mendo'akan yang tidak di inginkan Luna, dengan cepat Luna menyambung perkataan Aliya.
"Ih Aliya, jangan gitu dong, mentang-mentang gak suka sama novel, jadi ngata-ngatain kayak gitu, sebelum menghujat, cobain dulu gimana rasanya ketika si bola mata kita mengikuti abjad yang ada di smartphone kita, apalagi yang beromansa romantis, kayak cerita "Tuan Arogan" ini, aduh,, meleleh deh sama visualnya"
"Iishh, lebay banget sih, [ mendelikkan matanya ], Nih untuk kalian pecinta novel, dengerin baik-baik, aku gak akan pernah suka dengan novel, meski visualnya yang membuat kalian buta dengan kenyataan, [ menyingkirkan buku itu yang berjudul "Tuan Arogan", dengan sebuah pulpen ], aku tidak akan pernah membaca atau menyukainya".
Perkataan Aliya itu membuat mereka semua yang mendengarnya tidak terima apalagi dengan Luna yang langsung menyahut perkataan Aliya.
"Ih Aliya kejam banget sih kamu, aku sumpahin kamu " MASUK ke DUNIA NOVEL, Tuan Arogan, biar kamu mati seperti Riu".
Ucap Luna yang tidak tersaring itu dan asal berbicara saja karena sangat kesal dan tidak terima jika novel kesayangannya di jelek-jelekan seperti itu.
Note: (Riu itu adalah pemain pasngan tuan Arogan yang tersesat di sebuah hutan besar dan mengakibatkan Riu tidak bisa pulang ke tempat asalnya, di episode selanjutnya Riu di katakan sudah meninggal, namun entah apalagi yang akan terjadi lagi pada Riu, kini mereka sedang menunggu episode selanjutnya, dimana episode tersebut masuk kedalam season 2).
perkataan itu membuat Aliya terkejut dan langsung menatap Luna dan teman lainnya, dengan sedikit kesal Aliya menjawabnya dengan kedua halisnya yang hampir bertautan.
"Ih, amit-amit tujuh turunan, kalo sampai aku masuk ke dunia Novel itu, [menunjuk buku yang di pegang Luna], aku bersumpah tidak akan kembali lagi sebelum bab nya tamat"
Semua orang yang mendengarnya terkejut dan dengan sedikit ragu untuk mengatakannya, sela salah satu teman berkumpulnya berkata.
"Apakah kamu tidak salah bicara!! maksudmu cerita Tuan Arogan ini, [menunjuk buku yang di pegang Luna], apakah kamu sudah tahu bagaimana perjalanan hidup sang pemeran pasangannya itu!!"
"Kenapa!! biarkan saja aku menjadi dia, apa salahnya! itu kan hanya lelucon tidak mungkin terjadi"
Ucap Aliya sedikit tersenyum yakin bahwa dirinya tidak akan masuk kedalam cerita novel itu, namun karena perlakuan Aliya yang membuat mereka semua kesal, tanpa menjawab Aliya, mereka semua pergi meninggalkan Aliya sendiri dan Luna merasa sangat tidak enak hati atas omongan Aliya tadi membuat dia mewaspadainya dengan menyuruh Aliya membaca bab terakhir tuan Arogan tersebut.
"Aliya, sebelum kau mengatakannya harus tahu dulu bagaimana alur ceritanya, baca dulu cerita novel ini, paksakan jika tidak minat, hatiku benar-benar tidak merasa tenang saat mendengar perkataan mu tadi"
Ucap Luna lalu pergi meninggalkan buku itu di pangkuan Aliya, dengan sigap ketika Luna pergi Aliya melirik buku itu yang di pangkuannya,
Bugghh,,📖
ia langsung menjatuhkannya dan menggosok-gosok bekas buku itu di dadanya.
"Iishh, gak Sudi banget harus baca, aku kan udah bilang gak suka baca novel"
Gumamnya menatap kepergian Luna sahabatnya itu, lalu melirik ke buku yang terbuka lebar di bawah pada saat buku itu di jatuhkan dan pas sekali buku itu menunjukan kepada episode terakhir yang Luna suruh Aliya untuk membacanya.
"Apa istimewanya sih cerita ini, hihh [mengangkatkan pundaknya sekejap], cuman sebuah abjad kecil"
Gumamnya terus menatap buku itu, tidak lama dari ucapannya itu tiba-tiba buku yang ia tatap bersinar dan membuat Aliya terkejut dan merasa silau di matanya.
"Argh, sinar apa itu"
Sinar itu terus menyinari Aliya yang terus menghalanginya, ketika Aliya meraih buku itu untuk di tutup, tiba-tiba ia merasa seperti tertarik masuk kedalam buku itu.
Argghh,,
Teriakan Aliya yang langsung tersadar kembali dengan sedikit membukakan matanya pelan, ketika bola matanya melihat pandangan itu, Aliya terkejut melihat di sekitarnya.
"Apa!! aku ada di mana ini!! Kenapa aku ada disini!!"
pertanyaan itu muncul dari mulut Aliya yang bedabah itu, rasa takut yang ia rasakan membuat dirinya ingat akan perkataan nya tadi, dengan segera Aliya melihat bajunya yang berubah menjadi sebuah gaun berwarna pink susu dan terdapat sebuah pita besar di belakang bajunya itu, dengan tambahan sebuah pita kain yang menjadi pengikat rambutnya, rambutnya yang tadinya tidak berponi kini berponi dan sebagian rambutnya di lingkarkan berkepang di kepalanya, layak seperti baju kerajaan China.
Aliya kaget melihatnya ia mencoba Sekai lagi untuk melihatnya, lalu meraba-raba gaya rambutnya dan terkejut kembali.
"Tidak, apa yang sudah terjadi, kenapa aku jadi seperti ini, di mana aku!!"
Pertanyaan itu keluar lagi dari mulut nya yang kecil dan berwarna merah muda, yang tadinya sedikit pucat, sekarang ia berdandan.
"Aku harus pulang, aku harus mencari jalan keluarnya, pasti ada di sekitaran sini"
Gumamnya mencari jalan untuk ia pergi kembali ke dunianya, namun bagaimana dia sudah bersumpah jika sampai dia masuk ke novel itu, ia tidak akan kembali lagi sebelum ceritanya tamat.
Berarti Aliya akan hidup di dunia novel itu selama novel itu tamat, lalu bagaimana dia bisa keluar, sedangkan dirinya masuk ke season 2 yang baru mulai.
"Bagaimana ini!! aku tidak akan bisa pulang, jika memang aku masuk kedalam season 2 cerita itu, apa yang harus aku lakukan, aku tidak tahu bagaimana alur ceritanya"
lirihnya terus mencari jalan keluar, sambil berjalan lurus ke depan, tanpa Aliya sadari, sebuah sungai yang tingginya tidak lumayan tinggi membuatnya terjatuh ke dalam sungai itu dan terbentur kepada batu besar yang ada di sungai itu dan mengakibatkan tidak sadarkan diri.
..
Seorang gadis kecil sedang bermain bersama teman-temannya di hutan tersebut dan pas sekali mereka bermain sebuah bola beracun itu sampai sungai, ketika teman laki-lakinya melemparkan bola itu pada gadis berkepang dengan gaun yang sangat cocok untuk tubuhnya yang mungil dan sedikit berisi, karena si gadis itu tidak ingin kalah ia menghindari dari bola itu dan membiarkan bolanya terjun ke sungai.
Swiss,,
Bal itu melesat jatuh ke kepala Aliya yang langsung tersadar, "Bukgg".
"Aw, kenapa aku bisa ada di sini!!" Gumamnya belum menyadari dirinya terjatuh saat pencari tadi, kegaduhan sang kedua anak kecil itu, menyuruh Gadis kecil perempuan itu untuk mengambil kembali bolanya dan mengembalikannya lagi pada teman laki-lakinya itu.
"Cepat bawa bola nya, aku tidak mau jika nanti ayahku akan memarahiku, ayo cepat ambil"
Suruh anak laki-laki itu pada Ren si anak gadis itu, Ren yang hanya terdiam atas amukan teman laki-lakinya, ia hanya pasrah dan ingin mengambil bolanya.
"Iya akan segera aku bawa, tapi cukup jangan bentak aku" Pinta ren yang sedikit lagi hujan dari matanya.
"Ya sudah cepat sana, ambil sekarang" Teriaknya lagi membuat gadis kecil itu menangis, teman laki-lakinya terdiam menatap temannya ia langsung kabur meninggalkan Ren.
"Hiks,, hiks,, hiks,,"
Suara tangisan itu sampai ke telinga Aliya, dengan kaget dan takut ia langsung bangkit dari tidurnya itu.
"Suara tangisan dari mana itu!!"
Gumamnya sambil mencoba bangkit meski kaki dan tangannya sedikit lecet dan kakinya mengalami keseleo.
Aliya yang terus menempuh jalan kecil untuk naik ke atas dan mencari sumber suara, dengan sebuah gaun yang menjadi sebuah masalah bagi dia berjalan.
"Iishh, baju ini bikin kesel aja sih, udah sakit kaki, tangan lecet, [Melirik tangan dan kakinya], baju bikin sebel, tamat deh hidup gue" Ucap Aliya yang terus berusaha memanjat tanah liat yang membuatnya licin untuk berjalan.
ketika kakinya hampir sampai ke atas tiba-tiba gaunnya menghalangi langkah terakhirnya dan mengakibatkan kakinya menginjak gaun sendiri dan tergelincir kembali ke bawah.
"Argh!!"
Teriakan Aliya membuat gadis kecil itu berhenti menangis dan langsung terdiam mencari sumber suar itu, Aliya merasa kesakitan di bagian pant*t nya, ia segera berteriak minta tolong, dan berharap semoga ada orang yang bisa mendengar teriakannya itu.
"Tolong!! Tolong!!, aduh, kenapa jatuh segala sih, tambah sakit lagi nih badan"
gumamnya terus memegang bokongnya dan terus mencoba bangkit tapi susah karena bajunya yang basah mengakibatkan tanah merah itu licin dan mengotori gaun pink nya itu.
Ren yang berhasil menyelamatkan Aliya dari bawah, dengan cepat Ren menanyakan kepadanya dan belum sempat menjawabnya, Ren menarik tangan nya dan berbicara bahwa Aliya adalah kalanya yang akan di jodohkan bersama laki-laki tampan.
Aliya yang hanya terdiam menahan sakit di bagian kaki dan bokongnya, sambil mengikuti tarikan Ren yang semakin kencang dan membuat dirinya semakin tidak kuat untuk berjalan.
"Sudah cukup, aku capek, kau seperti menarik hewan peliharaan saja"
Ucap Aliya ngos-ngosan dan sedikit kesal, namun senyuman itu masih terpancar di wajah gadis kecil itu, lalu berteriak kepada mama dan ayahnya yang berada di dalam rumah di depannya.
"mama, ayah, aku sudah menemukan kak Riu, dia masih hidup"
Teriakan Ren membuat kedua orang tuanya terkejut dan langsung bangkit dari tunduk nya dan segera keluar membuka pintu rumahnya.
Clakk,,
Tatapan seorang ibu itu sangat dalam pada Aliya yang terduduk kecapean dan merasa kesakitan, dengan cepat mamanya memeluk Aliya sangat erat, sehingga rasa sakit itu semakin berdenyut ketika di tekan dan di lepas kembali menatap, dan memeluk lagi, itu yang di lakukan ibu itu dengan berulang kali, membuat rasa sakit itu semakin sakit.
"Aw,aw,aw,, sudah sudah, aku merasa sangat pengap dan sakit"
"Apa kamu sakit, mari cepat masuk dan segera tidur di kasur, ayahmu akan mengobati dirimu"
sahut mamanya sangat khawatir dan ayahnya segera menggendong sang anaknya itu, dan mengobati kaki dan bokongnya itu.
"Bagaimana bisa seperti ini!! kau tidak boleh sakit, besok kau akan menikah, jangan sampai kau tidak jadi menikah lagi" Ucap ayahnya sambil mengobati Aliya, dengan rasa sakit Aliya masih saja menjawab dan tidak tahu dengan mereka.
"Perjodohan apa maksudnya, aku bukan anak mu, aku Aliya dan bukan Riu, siapa Riu!!"
"apa yang kamu katakan Riu, jangan sok pura-pura amnesia, kau harus jadi menikah sudah beberapa kali kau tidak jadi menikah, dan sekarang harus jadi menikah"
"apa!! menikah, aku belum cukup umur untuk menikah, sudah lepaskan jangan obati aku lagi, aku katakan sekali lagi aku bukan Riu, namaku Aliya" ucap Aliya sembari merangkak pergi dari pegangan sang ayahnya, namun ayahnya terus menekannya, sehingga Aliya susah untuk bangkit dari kasur itu.
"Sudah Riu diam, jangan bicara lagi, lakukan saja apa yang mama dan ayah katakan, ini semua demi keselamatan mu"
"Keselamatan!! maksudnya" Berhenti bergerak dan terdiam kepo, lalu mamanya menceritakan bahwa dulu Riu sangat di perebutkan oleh seorang laki-laki yang berbeda-beda, dan ketika salah satu dari mereka datang padanya, Riu menolak semua laki-laki tersebut dan ingin hidup sendiri, ketika ia berteriak mengucapkan, "Aku tidak mencintai kalian semua, seumur hidupku, aku tidak akan mengenal cinta dan tidak akan menikah dengan kalian, aku bersumpah jika aku pindah dunia aku tidak akan kembali lagi" Teriaknya itu membuat omongannya terwujud, sinar putih datang dari belakangnya dan mengakibatkan sinar itu menelan Riu.
"Apa!! tidak mungkin" Teriak semua laki-laki di sana, menatap pudar sinar itu.
..
"Apa!! aku harus menikah, dengan siapa aku menikah!!"
"Dengan tuan terkaya di sini dan sangat tampan, kau harus mau, hanya dia lah yang tersisa untuk mu, kau harus menerimanya, besok kau akan menikah"
#Besok#
Pernikahan segera di mulai, pengantin pria sudah stay di pelaminan, dan pengantin perempuan masih di percantik lagi, semua tim perias membantu Aliya alias Riu berjalan menuju pelaminan itu, meski berat di setiap langkahnya Aliya hanya bisa mengeluarkan air mata tidak percaya, dan kenapa bisa seperti ini.
Aliya segera duduk di samping laki-laki yang sudah siap menjadi suaminya nanti, ketika bapak Amil bertanya Siap pada Rey (calon suami Aliya), dengan sigap Rey mengatakan siap dan menatap sang istrinya yang belum sempat jelas terlihat wajahnya.
Ketika Semuanya ingin mengatakan Sah, Aliya menatap Rey, begitupun Rey yang membalas tatapan itu dengan raut wajah kaget dan menjauh.
"Tidak, kau!! kenapa kau ada di sini!! cukup hentikan, aku tidak ingin menikah dengannya" Teriak Rey yang baru tahu dengan wajah calon istrinya itu, Aliya yang melihatnya hanya terdiam dan bengong, dia mengenali Aliya, tapi Aliya tidak mengenali dia sama sekali.
"Kenapa kau ke sini, apa yang akan kau lakukan"
sambung Rey sangat dendam kepada Aliya, dengan sedikit bingung Aliya kembali bertanya dengan datarnya.
"Apa maksudnya, aku tidak mengenalimu"
"Cukup jangan bicara, aku tidak mau menikah dengannya" Ucap Rey sangat menolak Aliya, Aliya yang super emosian tidak mau di perlakukan seperti itu di hadapan banyak orang, dengan lebih keras nya Aliya bangkit dan berteriak.
"Hey, dengar kau, aku tidak mau jika harus menikah juga dengan mu, laki-laki aneh, orang tidak kenal saja sok kenal, malu-maluin di depan banyak orang lagi, apa maksudnya"
"Kau pernah berkata padaku, jika kau menikah dengan ku, kau akan membunuh ku, aku tidak mau itu terjadi"
"Sembarangan, kapan aku berbicara seperti itu, bertemu saja aku tidak pernah dan kau mengaku bahwa aku akan membunuhmu"
"Sudah diam, aku akan menembak mu pertama" Ucap Rey yang sangat ketakutan dan mengambil pisau yang tersimpan di nampan semangka, lalu menodongkan ke arah Aliya, semua orang melihatnya langsung terkejut dan mencoba menghentikan semua itu, namun amarah Rey tidak bisa terkendalikan, ketika pisau itu ingin mengarah ke perutnya Aliya, tiba-tiba mamanya menghalangi Aliya dan alhasil ayahnya segera menyingkirkan mereka berdua dan menusuk pas di perut ayahnya.
"A, bugghh"
"Ayah, mas," Teriak keluarga aslinya, mamanya dan adiknya menghampiri ayahnya yang sudah tertusuk itu, Rey hanya menatap ayahnya Riu itu, sedangkan Aliya yang melihat kejadian itu hanya menatap dan mengeluarkan air mata entah kenapa, air mata itu bisa keluar dengan sendirinya.
"Kenapa dengan ku, kenapa aku bisa merasakan sakit di bagian perutku, padahal bapak itu yang tertusuk tapi kenapa aku ikut sakit juga"
Gumamnya terus memegang perut nya itu, ketika mamanya bangkit dan ingin membunuh kembali Rey namun Rey dengan sangat sigap menusuknya juga tanpa rasa takut, lagi-lagi Aliya merasakan sakit itu, teriakan seorang gadis kecil itu yang akan segera di bunuh juga oleh Rey, namun dengan sigap Aliya berteriak.
"Hentikan. cukup kau membunuh keluarga ku, meski bukan juga aku tidak ingin melihat mereka terbujur kaku di depan ku, jika kau ingin membunuh ku bunuh saja aku, aku tidak akan menolak, tapi biarkan gadis kecil itu hidup, masa depannya masih jauh, cita-cita belum sampai ia lukis, biarkan dia hidup, silahkan bunuh aku"
Ucapan Aliya membuat Rey semakin mendekat dan mengarahkan pisau itu ke lehernya, semua orang yang melihatnya hanya menjauh dan tidak menolongnya, karena mereka tidak mau bernasib sama seperti kedua orangtuanya.
"Bagus kenapa tidak dari tadi"
"Sudah jangan banyak omong, segeralah bunuh aku, rasa sakit ini sangat lah menyakitkan dengan arahan pisau itu di leherku"
"Oke" segera menggerakkan pisau itu, namun terhentikan dengan teriakan Ren yang menghentikan tangan Rey itu.
"Berhenti. jangan sakiti kakak ku, dia satu-satunya keluarga ku, jangan ambil dia juga, jika kau ambil dia dari ku, sama siapa aku akan hidup"
"Hey dengar anak kecil, kau tidak tahu kata-katanya itu membuatku sangat dendam dan ingin menghabisinya"
"Tidak jangan. kakak ku mengalami amnesia makanya dia tidak ingat, aku mohon lepaskan kakak ku" Tangisan itu terus membujuk Rey agar melepaskan Aliya, namun tiba-tiba saat tangannya rey ingin menggor*k leher Aliya, sebuah anak panah terlihat jelas oleh Aliya melesat mengarah ke Rey, dengan sigap Aliya menarik Rey dan terjatuh bersama, pisaunya masih di tangan Rey, ketika mereka saling menatap, tiba-tiba sebuah peluru melesat cepat lagi mengarah ke Rey, dengan cepat kembali Aliya memindahkan posisinya dan yang tertembak Aliya.
Dorr,,
"Arghh"
Kata terakhir dari mulut Aliya dan mati berada di pelukan Rey, Rey yang melihatnya terkejut dan langsung bangkit dan mencoba membangunkan Aliya, namun Aliya tidak bangun sama sekali, Ren menangis mencoba membangunkan kakaknya tapi kakaknya sudah terlepas tidak bisa apa-apa.
Semua warga bukannya membantu tapi malah berhamburan mengumpat ke rumahnya agar tidak terserang juga, namun ketika salah satu sasarannya sudah menang, serangan itu tidak ada lagi.
"Dimana kalian, ayo keluar, tunjukan dirimu" Teriak Rey memancing agar mereka keluar, ketika teriakan itu terdengar oleh mereka, mereka semua keluar dan menghampiri Rey, Rey terkejut ternyata pembunuh itu ayah beserta anak buahnya.
"Ayah. kenapa ayah ingin membunuhku"
"Bukan ingin. membunuhmu tapi, ayah hanya ingin membantumu untuk membunuh dia" ucap ayahnya menunjuk Aliya, lalu Rey langsung berdiri dan memarahi ayahnya.
"Kenapa ayah melakukan itu, aku tidak menginginkan bantuan dari mu, kau sudah bilang juga padaku, kau tidak akan perduli terhadapku"
"kenapa kau malah membela dia, bukannya kau sangat membencinya, sudah biarkan saja dia meninggal, itu kan mau mu"
"Tidak, aku bersumpah jika dia hidup kembali aku akan menikahinya dan tidak akan membuat dia kesakitan lagi, aku berjanji"
Duarr,,
petir menyambar besar membuat semuanya terkejut, hujan deras turun membasahi bajunya mereka, Rey sudah sangat luluh ketik melihat matanya yang sangat tulus menolongnya tadi.
"Riu bangun, kau harus hidup kembali, aku akan menikahi mu, kau jangan tinggalkan aku, aku mohon"
Hujan deras itu terus membasahi mereka, ketik setetes air mata ketulusan Rey meluncur di hatinya Aliya, seketika Aliya membuka matanya dan menerima keteduhan dari Rey.
"Kau" kata itu membuat Rey langsung menatap Aliya dan langsung mengajaknya bangun dan memeluknya.
"Jangan tinggalkan aku, aku akan menikahi mu, aku tidak akan membunuhmu, percaya lah"
"Apa!!"
Duarr,,
Sura pestol itu pas mengarah ke punggung Rey dan mengakibatkan Rey meninggal di pelukan Aliya, yang membunuhnya ternyata ayahnya sendiri.
"Apa!! bangun, bangun kenapa kau malah meninggalkan ku, bukannya kau ingin menikahi ku, cepat bangun" Sambil menggoyahkan badannya dan ayahnya tidak sama sekali sedih dia malah pergi meninggalkan jasad anaknya itu.
"Pak, jangan pergi, anakmu membutuhkan mu, pak".
Teriak Aliya tidak bisa menghentikan langkah ayahnya itu, Ren yang melihatnya langsung menghalangi jalan ayah Rey itu, dengan satu gibasan, Ren terjatuh dan terjedot pada sebuah meja pelaminan dan langsung meninggal.
"Tidak, kenapa kau membunuhnya juga, dia tidak bersalah, hikss, kenapa jadi seperti ini, ceritanya menjadi seperti ini, aku benar-benar tidak tahu awalnya bagaimana, dan kenapa, semua orang harus meninggalkan ku".
Tangis beratnya itu sangat tidak kuat untuk melakukan apa-apa lagi, Aliya hanya membariskan jasad-jasad mereka dengan berderetan, dari ayahnya, ibunya, adeknya dan Rey.
Ia sangat menagis tersedu-sedu melihatnya.
"Aku ingin mereka bangun kembali dan but cerita yang lebih menarik, kembalikan lagi aku ke adanya, jangan biarkan aku di sini, aku sedih sekali, aku janji tidak akan membenci karya orang lagi, aku tidak akan mengatakan bahwa aku membenci novel, aku janji, hidupkan kembali mereka"
Tringg,, ✨
sinar putih kembali membuat mata Aliya silau, dengan cepat ia menghampiri cahaya itu dan mencoba meraihnya, tiba-tiba terbawa kembali oleh cahaya itu lagi.
"heugg,"
langsung bangun terkejut, "Apakah kau sudah kembali" Melirik dirinya sendiri, dan meraba rambutnya, sekarang ia kembali lagi ke asalnya, i sekarang kembali menjadi Aliya asli lagi dan tidak akan pernah ingin menjadi Riu lagi.
Kini Aliya berjanji tidak akan membenci karya orang dan tidak akan membenci sebuah novel, karena beberapa kata saja itu sangat berarti bagi pembuat cerita.
jangan sampai kau menilai orang lain dengan sebelah mata, buka lebar-lebar, jika ada kata-kata atau penempatan tanda-tanda yang kurang pas, kamu bisa memberi tahunya, kasih tahu orang yang awam itu jangan sampai memutuskan semangatnya untuk berjuang.
makasih 🤗🥰