Hana menutup hatinya untuk semua pria yang mendekatinya. Ia masih trauma sejak melihat calon suaminya meninggal di depan matanya.
Saat itu Hana dan kekasihnya, Joshua sedang mempersiapkan pesta pernikahan mereka. Hati mereka berdua sangat bahagia karena tak lama lagi mereka akan menjadi sepasang suami istri.
Mereka juga sudah merencanakan akan mempunyai dua orang anak. Menyiapkan nama untuk anak-anak mereka.
Sampai suatu saat Joshua yang hendak menyebrang jalan menemui Hana yang berada di sebrang jalan tertabrak oleh truk yang remnya blong.
Sejak itu Hana menjadi depresi. Ia sudah seperti orang gila. Kadang berteriak. Kadang menangis.
Joseph datang menemui Hana. Ia saudara kembar Joshua.
"Joshua ..." Hana melihat Joseph.
Aku bukan Joshua.
Aku Joseph.
Tetapi Joseph membiarkannya. Hana terlihat begitu bahagia melihatnya. Hana memeluk Joseph.
"Josh ... Aku tahu kau masih hidup. Ibu selalu bilang kalau kau sudah meninggal." Hana memeluk Joseph dengan erat.
Sejak hati itu Joseph berpura-pura menjadi Joshua. Perlahan kondisi Hana mulai membaik. Ia sudah tidak histeris lagi. Ia sudah tidak menangis lagi.
Joseph tahu ia tidak boleh membohongi Hana lagi. Ia juga mencintai Hana. Dan ia ingin Hana mencintai dirinya yang sebenarnya bukan Joshua.
Saat Joseph melihat kondisi Hana yang sudah stabil, ia mengaku.
"Hana ... Ada yang mau kusampaikan."
Hana mendengarkan Joseph.
"Aku bukan Joshua. Aku ..."
"Joseph." Hana memotong kalimat Joseph.
"Kau tahu?"
"Aku tahu. Caramu berbicara, caramu memelukku, caramu memperlakukan aku, sangat berbeda dari Joshua."
Joseph lega bisa berkata yang sejujurnya ke Hana.
Tetapi apa artinya peranku sebagai Joshua berakhir?
Dan Hana tidak mencintaiku lagi?
"Aku berterima kasih kau sudah menolongku keluar dari ruang gelap dalam hatiku."
"Hana ... Aku ... Masih ingin bersamamu."
"Aku juga tak ingin berpisah darimu. Mari kita mulai dari awal lagi. Aku Hana." Hana menjulurkan tangannya.
Joseph menyambut tangan Hana "Aku Joseph."