Apakakah cinta kamu telah "HILANG " hingga kamu berpaling dari ku "? tanya ku sambil tersedu-sedu.
mas Ardian sudah mulai berubah saat dia mulai sukses.
Mas Ardian hanya diam saja,saat aku bertanya padanya dia masuk kedalam kamarnya dan mengeluarkan kertas beberapa lembar dan melemparkannya ke atas meja di mana saya sednag duduk.
"Kita "BERCERAI."tanda tanggani surat ini dan siapkan diri kamu, untuk pergi dari sini "? katanya mulai emosi.
"Apa salah ku... apakah karena wanita gatal itu, apakah karena" PELOKAR"itu yang mengiginkan
mas seutuhnya..."?
"Bukan saya sudah mengalah, dan saya juga bilang bahwa saya rela di madu "?? jawab ku masih terisak.
"Saya bersedia di madu karena saya masih mengiginkan rumah tangga kita utuh dan demi anak kita "? saya telah menahan rasa sakit setiap mas bersamanya.
"Saya telah menahan diri tetap melayani dengan baik dan tetap tersenyum seolah tak terjadi apa-apa demi anak kita."?? tapi....
"Mas dan dia tetap saja memilih mengusir saya dari tempat ini,apa mas sadar ini rumah siapa"?
"Jadi silahkan mas yang berkemas dan saya tanda tanggani surat cerai ini."!
Satuhal lagi yang perlu mas ingat adalah tidak ada kata balikan sama matan dalam kamus hidup saya.,kata ku dan aku berusaha tetap tenang di hadapan mas Ardian.
"Saat engkau memilih untuk melangkah pergi dari hidupku, saya berharap kamu tidak akan pernah menemukan jalan untuk kembali dan pstinya pintu hati ku tertutup untuk mu '! kata ku sambil aku memberikan kertas yang sudah saya tanda tanggani.
"Jangan berfikir aku bertahan karena sangat cinta tapi aku bertahan untuk anak saya yang ingin punya orang tua utuh, untuk apa bertahan pada Lelaki yang telah mendua hati,untuk apa bertahan pada Lelaki yang telah membagi cinta pada wanita yang lainya.
Mas Ardian megemasi barang yang dia punya dan pergi dari rumah saya.mengeret koper nya.
saat dia keluar saya segera menahannya,dan dia berhenti dan menolah padaku.
"Mana kunci mobil saya, kata ku mengulurkan tanggan ku.
Dengan tanggan hampa engkau datang ke rumah ku, dan dengan tanggan hampa engkau pergi.
karena semua aku beli sebelum menikah dengan mu, dan kamu pun tidak bisa menutut harta gonogini dari ku.
kamu hanya pemuda jalanan yang menjadi derektur di perusahaan papa ku "?
aku mau lihat apakah pelokar itu bisa bertahan dalam kemiskinan mu, kata ku, membatin dengan sinis melihat kepergiannya.
Jika cinta di dusta... tak akan adalagi yang tersisa. selain luka atas ketidak setiaa'nnya...."!
Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? Amsal 20:6
-------------------------TamaT------------------