7 tahun sudah aku menjalani waktu pacaran dengan Park Seo-Joon, dari awal kuliah semester dua hingga aku sudah bekerja.
25 tahun usiaku saat itu, aku pertama mengenalnya saat kami satu sekolah di SMP. Ya, aku dan dia adalah teman SMP, kami satu kelas saat kami sama-sama kelas 1 SMP, saat itu kami hanya bertegur sapa seperti teman-teman yang lain.
Sampai akhirnya takdir mempertemukan kami kembali saat aku melihat Ia, menjadi Idol terkenal dan Aku juga fans beratnya. Awalnya Ia terkenal aku pikir dia bukan temanku, seiring berjalannya waktu, aku mengenalinnya bahwa Ia adalah Idolaku dari Kuliah.
Tahun 2017 bulan Desember tepatnya, akhirnya kami memutuskan untuk berpacaran. Aku saat itu sudah bekerja menjadi manegernya. Dari awal kami berpacaran doa dan harapan semoga hubungan kami bisa sampai ke jenjang pernikahan.
Akhirnya di tahun ke-3 kami pacaran kami mulai menyisihkan sedikit uang, kebetulan saat itu aku mendapatkan bonus dari Bosku dan Dari sana kami mulai menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan kami berdua tapi dengan jumlah calon suami saya 70% & saya 30%, karena kami tidak mau merepotkan keluarga dengan masalah biaya pernikahan.
Sampai di tahun ke 7, akhirnya dia bilang akan datang ke rumahku dengan keluarganya, mungkin lebih tepatnya perkenalan keluarga sekaligus lamaran.
Cobaan itu mulai datang
Saat aku kelas 2 SMP aku mulai dekat dengan seorang laki-laki, sebutlah namanya Cha Eun-Jung, hubungan kami saat itu sudah dekat ya kami mulai menyatakan perasaan saling suka satu sama lain, berlanjut sampai kelas 1 SMA. Namun sejak kami pisah sekolah Cha Eun-Jung mulai jarang menghubungiku, dari awalnya sering telepon ke rumah (saat itu kami belum mempunyai HP, karena HP barang yang mahal buat kami), lalu mulai menghilang tidak ada kabar berita.
Akhirnya aku menyerah untuk tidak lagi menunggu Eunjung, karena Eunjung tidak ada kabar dan tidak pernah datang ke rumahku. Akhirnya aku menjalin hubungan dengan laki-laki lain saat kelas 2 SMA. Namun cinta itu tak bertahan lama, bayang-bayang Eunjung selalu datang, aku tak pernah bisa berhenti melupakannya, karena dia cinta pertamaku.
Sampai akhirnya setelah aku dilamar oleh Park Seo Joon, tiba-tiba Eun-Jung muncul.
Tiba-tiba dia menghubungiku, entahlah takdir sepertinya datang di saat yang tidak tepat, bertahun-tahun aku menunggunya, dengan rasa rindu yang begitu besar, sampai rindu itu hilang karena tak ada kabar dari Eun-Jung dan aku lelah menunggunya.
Saat dia menghubungiku, dia berkata ingin bertemu denganku dia ingin menjelaskan semua alasan mengapa dia menghilang.
Berbagai macam perasaan ada di benakku saat itu, senang, sedih, marah, kecewa, kenapa dia datang di saat aku akan menikah? Ke mana saja dia saat itu? Banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan ke dia, sampai akhirnya dia bilang akan menjelaskan semuanya kenapa dia menghilang.
Akhirnya aku dan Eun-Jung bertemu tanpa sepengetahuan Seo Joon. Ya aku berbohong dengan Habibi, karena jika aku menceritakan semuanya aku tahu akan melukai perasaan Seo Joon.
Eun Jung juga mengatakan masih menyayangiku, sebenarnya kehadirannya saat itu dia ingin melamarku, ya aku memang belum mengatakan kalau aku sudah dilamar ke Eun Jung saat dia menghubungiku, aku baru menceritakan kalau aku sudah dilamar saat kami bertemu.
Eun Jung kecewa, dari sudut matanya aku tahu dia sedih dan terluka saat aku mengatakan sudah dilamar oleh Seo Joon. Eun-Jung bilang andai saja aku datang lebih cepat mungkin aku bisa melamar kamu lebih dulu.
Eun Jung juga mengatakan masih menyayangiku, sebenarnya kehadirannya saat itu dia ingin melamarku, ya aku memang belum mengatakan kalau aku sudah dilamar ke Eun Jung saat dia menghubungiku, aku baru menceritakan kalau aku sudah dilamar saat kami bertemu. Eun Jung kecewa, dari sudut matanya aku tahu dia sedih dan terluka saat aku mengatakan sudah dilamar oleh Seo Joon. Eun Jung bilang andai saja aku datang lebih cepat mungkin aku bisa melamar kamu lebih dulu.
Dan aku mulai ragu untuk memilih, apakah akan melanjutkan hubunganku dengan Seo Joon atau aku menerima lamaran Eun Jung?
Dari pertemuan itu aku minta waktu ke Eun Jung untuk memikirkan kembali keputusan yang akan aku buat, apakah aku akan memilih Eun Jung ada akan tetap menjalankan hubunganku dengan Seo Joon. Apapun keputusan aku nantinya Eun Jung akan menerimanya, karena Eun Jung tahu telah membuat aku kecewa. Dan dia akan menunggu jawabanku.
Akhirnya aku berbicara dengan mamaku, aku menceritakan semuanya ke mama, aku ceritakan juga ke mama apa alasan Rio datang di saat yang tidak tepat.
Akhirnya mama bilang, "Lanjutkan hubungan kamu dengan Seo Joon, karena dia sudah lama menjalin hubungan dengan kamu, sudah lama mama mengenal seperti apa Seo Joon saat menjalin Hubungan dengan kamu, kalau kamu memilih Eun Jung artinya mama harus mulai dari awal lagi seperti apa Eun Jung." Karena saat aku dulu berhubungan dengan Eun Jung aku belum berani cerita ke mama, karena aku tahu hubungan kami saat itu belum ada pikiran untuk serius.
Mama juga bilang kamu harus berdoa minta petunjuk sama Tuhan Yang Maha Kuasa, agar diberikan jawaban mana yang terbaik, akhirnya aku menuruti kata-kata mama.
Selama 3 hari aku terus berdoa, aku mulai diberikan jawaban dari Tuhan, akhirnya akupun memilih satu nama untuk menjadi Suamiku.
Akhirnya aku memilih Seo Joon untuk menjadi Suami untuk Anak Anakku.
Akhirnya aku memutuskan untuk menjauhi Eun Junh, tentu saja secara baik-baik aku bicara kalau aku tetap melanjutkan hubunganku dengan Seo Joon dan tidak bisa menerima cinta Eun Jung kembali.
Saat ini hampir 9 tahun aku menikah.
Akhirnya Tuhan memberikan jawaban atas doa-doaku.
Semoga cinta aku dan Seo Joon bisa menjadi keluarga yang bahagia.
THE END