Pada suatu malam yang sunyi nan gelap, aku merasakan lapar di perut ku, kemudian berfikir untuk keluar mencari makanan di sebuah rumah yg lumayan terang dengan lampu-lampunya. Aku pun terbang dengan menahan rasa laparku.
Kemudian aku mendarat dengan pelan dan melihat lihat sekitar, seketika aku terkejut dengan suara teriakan Manusia yang amat sangat keras.
"Aaaaaaaaaa kecoaaaaa" suara itu memanggil ku.
Aku pun berlari dan melupakan sayap ku, aku bersembunyi di suatu tempat yang gelap.. Yaaa dimana lagi kalau bukan dibawah ranjang nya, Hahahah.
"Astaga, kenapa aku gak terbang aja tadi ya," gumam ku yang saat itu sedang dalam ketakutan.
Aku melihat si Manusia juga ada rasa takut dan gelisah atas kehadiran ku di sini, aku pun berfikir "apa dia takut dengan ku jga ya?" ujar ku.
"Ahaa, aku ada ide," senyum ku lebar, tidak lama aku memberanikan diri keluar dari tempat persembunyian ku, lalu terbang ke arahnya.
"Rasakan ini Manusiaaaaa.." teriak ku walaupun tidak di dengarnya.
"Kecoa sialan.." ucap Manusia itu sambil menepuk-nepuk badannya mencari keberadaan ku.
"Hahahahaha.." Aku pun tertawa lepas liat si Manusia begitu ketakutan, kemudian terbang manjauh.
aku pun bersembunyi lagi di balik lemari nya dan menghela nafas, tidak lama setelah itu, aku keluar dan melihat si Manusia masih mengawasi ku.
Manusia itu belum menyerah, dia melirik ku dengan muka gelisah nya, takut aku akan tiba-tiba terbang lagi.
Dan benar saja, tidak lama aku pun terbang dan hinggap di tembok kamarnya.
Dia pun membuka pintu kamarnya, lalu keluar.
"Hahahahah, dia akhirnya keluar juga," gumam ku senang, yang saat itu tidak tau kalau dia sedang mengambil senjatanya.
Lalu benar saja, tiba tiba dia masuk dan membawa senjata itu.
"Oh.. tidak, dia membawa sesuatu." Aku pun sempat panik, lalu Manusia itu mengarahkan senjatanya kearah ku.
"Oh.. tidak.. aku akan di bunuh Manusia itu."
"Manusia sialan sudah berani ya sama ku", gumam ku yang mulai kesal.
Senjata itu mulai mendekat ke arah ku dah hampir saja menyentuh ku.
"Mati kau.." Ucap si Manusia.
"Tidak semudah itu Ferguso," kemudian aku terbang ke arahnya, dan benar saja, dia lari ketakutan.
"Hahahahahaha.. makanya jgn main-main sama aku," ketawaku lepas malam itu dan melupakan perut ku yang saat itu masih lapar.
Hingga aku putuskan untuk melanjutkan mencari makanan yang tertunda gara gara si Manusia.
--------TAMAT--------
Pengalaman pribadi weh 🤧🤣🤣🤣
bantu like dan komen ya all