Bukan sebuah karangan cerita hanya sebuah perasaan yang ingin sekali dituangkan pada sebuah tulisan.
Kapan kuliah?
Kapan kerja?
Kapan punya pacar?
Kapan nikah?
Kapan punya anak?
Kapan punya cucu?
Mereka dengan mudahnya bertanya tanpa memikirkan perasaan orang yang mereka tanya, ingin sekali menjawab semua pertanyaan mereka dengan perkataan kasar dan menyakitkan, tapi apalah daya yang tidak bisa mengucap sepatah katapun saat mereka berbicara.
Terbesit dalam fikiran saat mendapat kan pertanyaan itu hanya "Kapan anda berhenti bertanya dan urusi saja kehidupan anda sendiri?!" Bahkan terkadang terbesit fikiran jahat serta menyakitkan berkata "Kapan anda mati?" Terdengar sangat kejam tapi sama sekali tidak bisa diungkapkan, mungkin perasaan ini terlalu lemah untuk mengatakan nya
Sudah berjuang sekuat tenaga untuk mencapai beribu pertanyaan "kapan?" Dari mereka, apa mereka tahu perjuangan kita? Apa mereka merasakan apa yang dirasakan kita? Depresi! Marah! Kesal! Kecewa! Sedih! Kalian tidak pernah tahu itu!
Pertanyaan sangat konyol pernah terdengar di telingaku, pertanyaan "kapan kau berhenti menulis? Itu hanya membuang-buang waktu mu! Carilah hobi yang berguna" sangat kejam bukan? Bodoh jika tidak menjawab pertanyaan yang kejam tersebut.
Fikiran yang seketika itu marah dan mulut yang sangat ingin mengucap pun langsung berkata "Lalu kapan anda berhenti mengurusi urusan orang lain dengan pertanyaan pertanyaan kejam dan tidak bermutu yang keluar dari mulut mu itu? Bukan kah hobimu itu lebih tidak berguna dari hobiku?" Sangat puas! Benar benar sangat puas setelah mengucapkan hal tersebut.
Seperti sumbu yang sedang disulut api, perkataan demi perkataan difikiran ku rasanya ingin aku ungkapkan semuanya seperti "bagaimana jika sekarang aku yang bertanya! Kapan bibi punya anak yang sudah berkuliah dan bekerja seperti ku? Kapan bibi punya anak yang berhasil membahagiakan orang tuany kapan bibi punya anak yang bisa membelikan berbagai macam keinginan orang tuanya?" Semua pertanyaan yang selalu dipendam dalam fikiran ini keluar begitu saja dengan sendirinya bersama dengan amarah. "Maaf jika kasar dan tak sopan tapi pertanyaan pertanyaan itu pernah bibi tanyakan pada ibuku, aku hanya mengembalikan nya dan sama sekali tidak bermaksud menyinggung mu"
Hanya ingin sekali berpesan tidak semua orang dapat menerima perkataan yang keluar dari mulut mereka, terkadang ada orang yang hatinya akan sedih begitu saja karena memikirkan betapa tidak berguna nya dia karena belum berhasil mencapai apa yang mereka katakan padanya.
Berfikir lah sebelum mengucap, tidak semua orang akan terima jika kau berbicara tidak pantas padanya. Segera lah bersyukur karena orang yang kau tanya tidak bunuh diri akibat depresi yang terus menerus menghantui nya karena selalu diurusi kehidupan nya oleh kalian.
Sedikit lah mengerti dan berfikir jika ingin mengucap, lihat kondisi dan situasi orang yang akan ditanya! berfikir lah panjang bagaimana jika anak mu sendiri yang ditanya atau bahkan kau sendiri yang ditanya.
Lihatlah cermin saat ingin berbicara atau bertanya pada orang lain apa kah kau sudah seperti itu? Apakah pantas jika bertanya hal seperti itu? Apakah anak mu juga sudah seperti itu?