namaku karin,aku sangat suka bermain biola,aku berumur 16 tahun, dulu aku punya teman kecil, namanya Dion,ia juga suka bermain piano, orang orang menyebut kamu dewa duo, Karena seriap kami berkolaborasi, itu akan menciptakan penampilan yang indah,
Namun sekarang itu hanya kenangan, karena dia meninggal saat hari ulang tahunku yang ke 10,itu kejadian 6 tahun yabg lalu, aku dan dia hanya selisih 1 tahun, dia tertabrak mobil yang sedang melintas, aku sangat sedih dan terpukul atas kematiannya, sehingga aku berhenti bermain biola, sampai saat aku berunur 13 tahun.
karin 13 tahun~
" Sudah lama aku ngk bermain biola ini, semenjak Dion meninggalkanku" guman karin dan dia mengankat biolanya dan hendak memainkannya.
setelah selesai bermain biola, karin hendak menyimpan jembali biolanya,namun ia melihat HP lamanya.
“hm... apa ini masih bisa menyala? ” lalu karin mencoba mengisi baterainya, setalah itu Karin hendak pergi menuju tempat ia les, dan ia melupakn soal heandpohone nya untuk sesaat.
saat Karin kembali dari lesnya, ia mendengar ada nada telfon dari heandphone lamanya, sejanak karin heran,bukankah nomer yqng ada di heandphone ini sudah tidak aktif sejak lama?, tapi karena Karin penasaran siapa yang menelfonya ia mengangkatnya.
“halo?, maaf debgan siapa? ”tanya karin pada penelfon.
hening~
“hei, Karin kamu mau nipu aku ya?sok ngk kenal lagi... ”
karin sangat terkejut dengan suara itu, itu teman masa kecilnya, itu Dion, tapi bagaimana bisa?
“Dion? ” tanya karin.
“ya ini aku, kau sudah selesai bermainnya? huh... ” ucao Dion kesal.
Karin sangat terkejut, banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan, bagaiman Dion, bisa terhubung di phonsel lamanya?, bagaimana dia bisa menelfon kesini? tapi pertanyaan itu tak ada yang bisa menjawabnya.
“Karin? kamu kenapa sih? kok kamu eneh banget, ngak kayak biasanya ” tanya Dion heran
“hm....dion aku mau tanya”ucap Karin ragu
“tanya aja lah rih, kayak baru kenal aja”
“kamu umur berapa? ”
“heh.. Rin, kamu kok tega sih ama aku, ini kan hari ulang tahunku yang ke 10 thn, ini aku telfon juga karena kamu ngk kesini, kamu lupa ya?! ” Tanya Dion kesal.
“Yon, aku mau bilang, kalo aku dari masa depan, kamu di masa ini tu udah meninggal, semenjak itu aku berhenti bermain biola, karena aku selalu inget kamu” ucap karin
“Rin, kalo becanda ya jangan gitu, masa kamu bilang aku meninggal di masa depan, kamu do'a in aku ya?, lagian ya kalo emang aku meninggal di masa depan masa kamu mau berhenti main biola, kamu kan suka benget sama biola, walapun ngak ada aku kamu harus tetap melanjutkan mimpimu dan aku juga titip mimpiku,................ aku udah tau kalo ini kanu di masa depan, aku hanya ingin meninggalkan pesan ini, terimakasih karena masih mengigatku, tapi jangan berhenti bermain biola dan setelah mendengar ini jangan menangis atau sedih, hanya itu pesanku, sampai jumpa”
ucap Dion dan lalu sambuang itu terputus.
Karin yang mendengar itu menangis sejadi jadinya di pekukan ibunya,
"sudah....jangan nangis lagi, kan Dion udah bilang jangan nangis dan sedih, dia juga bilang lanjutkan mimpimu" ucap ibu Katin dengan lembut
"hiks... hiks, ma karin pengen main biola lagi, terus setelah itu karin pengen ke makam Dion" ucap kasin masih sambil sesegukan
“iya sayang, udah jangan nangis lagi ikhlaskan Dion ya?, biar dia tenang”
“iya ma”.
setelah kejadian hari itu Karin melanjutkan karirnya sebagai oemain biola, dan ia juga sudah mengiklaskan Dion.
#ikhalskanlah sesuatu yang sudah berlalu, jangn terlalu larun dengan kesedihanmu, kamu boleh bersedih tapi tetaplah melangkah maju.