Setiap harinya ketika Jay tertidur,ia selalu merasa kalau ada seseorang yang menatapnya dengan sangat lekat sampai dirinya merasa takut tapi tak berani melihat ke arah 'sesuatu' yang menatapnya itu dan akhirnya memaksakan matanya untuk terpejam saja.
Hal ini ia alami setiap malamnya dan seiring berjalannya waktu,Jay menjadi penasaran kemudian memberanikan dirinya untuk menatap ke arah datangnya tatapan tersebut.
Malam pun tiba dan kini ia tengah berbaring membelakangi pintu kamarnya,tempat biasanya 'sesuatu' itu menatapnya lekat.Beberapa saat kemudian,jam menunjukkan pukul 12 malam atau tengah malam.Biasanya,di jam-jam seperti ini,Jay mulai merasa tak nyaman karena ia mulai terus ditatap dari jam itu sampai pagi hari.Terkadang ia sampai tak tertidur karena merasa sangat tak nyaman.
Saat bulu kuduknya mulai berdiri ketika 'sesuatu' tersebut menatapnya,Jay memberanikan dirinya dan menarik turun selimut yang dipakainya kemudian melihat ke arah itu.Namun,ia tak mendapati apapun disana dan berkata "Ternyata semuanya hanya halusinasiku seorang" begitu katanya lalu merilekskan tubuhnya dan menaikkan selimutnya lagi.
Jay pun berbalik ke sebelah kiri ranjangnya dan tepat di hadapannya muncul sesosok hantu dengan perawakan yang begitu mengerikan.Bola matanya keluar dari lubang matanya dan di sekujur tubuhnya tampak bercak darah yang kelihatannya masih segar dan mengeluarkan bau anyir yang sangat pekat.Hantu itu tersenyum dengan mulutnya yang juga lebar,dimulai dari ujung telinga ke yang lainnya.
Ia langsung berteriak dengan sangat keras dan akhirnya pingsan.Pada akhirnya Jay meminta untuk keluarganya pindah dari rumah itu karena dirinya merasa sangat tak nyaman lagi.Namun sayang seribu sayang,teror hantu itu terus menghantui Jay dan keluarganya sampai jangka waktu yang tak bisa ditentukan.
~THE END~