Malam yang gelap tanpa ada yang menemani, seorang wanita melangkah kan kaki nya ke sebuah rumah megah degan keadaab yang tidak baik-baik saja.
"Pak, tolong izinkan saya masuk untuk bertemu Razka" ucap Wanita itu memohon.
"Tidak, lebih baik anda bersihkan diri dulu baru bertemu dengan Tuan muda" balas Squrity.
"Lima menit saja Pak kumohon" ucap Wanita itu lagi.
"saya bilang tidak ya tidak, sudah sana pergi" usir Squrity.
Wanita itu pun pergi tanpa membawa hasil apapun, lalu ia kembali berhenti di sebuah rumah sakit untuk mengobati luka-luka nya lalu pulang ke rumah nya.
_satu minggu setelah malam itu._
Kini Wanita itu sudah kembali dengan baju yang bagus dan terbuka, memperlihatkan banyak tato di jari jemari nya, pundak dan punggung nya, serta tindikan anting yang indah pun membuat Wanita itu semakin keren dan cantik.
"Permisi Pak, bisa bertemu Razka?" tanya Wanita itu.
"Ada keperluan apa ya Mbak?, dan siapakah anda?" ucap Squrity dan balik bertanya.
"Nama saya Lala, anda bilang saja pada Razka kalau Lala ingin bertemu" jawab Lala.
Ya wanita itu bernama Lala, lalu Squrity pun menelpon pembantu di rumah besar itu dan tersampaikanlah pesan singkat itu pada Razka.
_singkat cerita_
Razka keluar dari rumah dan langsung menarik tangan Lala dengan kasar masuk ke dalam mobil sport nya hingga terbentur kaca pintu mobil.
"Aw ehm" ringis Lala.
"Ada apa si kesini?, pakai baju begini dan tato kemana-mana!. mau apa?" tanya Razka dengan kasar.
"Ehm.. maaf Az, aku cuma mau kasih kue ini buat kamu" ucap Lala sambil nenyondorkan kue yang rusak.
"Apaan ini?, kamu bilang ini kue!. lihat nya saja ogah apalagi makan nya. dahlah sana pulang!" usir Razka.
"Tapi Az, coba kamu cicipi dulu sedikit" pinta Lala.
"Ogah!, sudah sana pergi dari hadapan gua!" bentak Razka.
Akhirnya Lala pun menaruh kue itu di jok mobil, namun Razka membuang nya begitu saja.
_Lalu hari kedua bertemu Razka di cafe_
Kini Lala merubah penampilan nya untuk lebih tertutup dengan membawa bingkisan kecil lalu duduk di salah satu meja cafe itu, hingga Razka tiba di sana.
Razka memperlakukan Lala dengan baik, bahkan mengajak Lala ke sebuah apartament milik nya. dan di sana Razka merengkut kehormatan Lala dengan begitu kasar sampai ia puas.
"Terimakasih sayang" ucap Razka lalu pergi begitu saja.
Lala pun hanya terdiam sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya.
"Razka, aku hanya ingin cintamu. tapi bukan cinta yang seperti ini" ucap batin Lala merintih.
Dan waktu pun cepat berlalu, Lala melangkah kan kaki nya lagi dengan sangat pelan karena sakit di area bawah dan sekujur tubuh nya.
Hingga tanpa sengaja ia melihat Razka tengah bersama wanita lain namun fokus Lala bukan ke mereka, melainkan ke seorang pemuda yang hendak memukul Razka dari belakang.
Lala yang sigap pun segera menghalangi niat Pemuda itu dengan menghadang nya sampai Lala tersungkur jatuh dengan luka yang cukup serius di punggung nya.
_Beberapa bulan tanpa terasa_
Razka kembali menemui Lala dan kali ini ia menyiksa lebih kejam dari sebelum nya, namun Lala hanya diam tidak membalas.
"Lu kenapa si gak mau membalas kejahatan gua?!" tanya Razka dengan kasar.
Namun Lala hanya diam, dan Razka yang semakin kesal pun kembali menyiksa Lala sampai darah mengalir di tangan dan memar di dada tepat dekat jantung Lala.
"Udah puas Az?" tanya Lala dengan senyuman.
"Kalau sakit tuh jangan diem aja!" bentak Razka lalu pergi.
"Aku hanya ingin kamu bahagia" ucap Lala dengan kecil.
Lalu saat Razka hendak naik mobil, Lala mengikuti Razka dan kembali lari lalu mendorong Razka sampai terpental ke pintu mobil.
"Bangs*t!" teriak Razka lalu bangkit dari jatuh dan melihat Lala.
Betapa kaget nya Razka saat melihat Lala kini tengah berdiri menghalangi Razka namun perut nya tertusuk pisau tajam.
"lala!, woy jangan lari lu!" teriak Razka yang hendak mengejar Pria tak di kenal itu.
"Az" panggil Lala sambil memegang tangan Razka.
Razka pun menghentikan langkah nya dan membalikan tubuh nya. di lihat nya Lala menarik pisau itu dan mebuang nya, lalu ia kembali mengambil bingkisan yang tadi jatuh.
"Razka, kali ini tolong terima hadiah kecil ini" ucap Lala sambil memegang perut nya yang terus mengeluarkan darah.
Razka pun mengambil bingkisan itu dan menggendong Lala sampai pada rumah sakit dan langsung di tangani Dokter.
_Beberapa jam kemudian_
"Bagaimana kondisi Lala Dok?" tanya Razka.
"Beliau baik-baik saja dan sudah kami tangani. jika anda mau menemui Pasien, silahkan setelah mengurus pembayaran administrasi ya" jawab Dokter.
Razka pun langsung melunasi biaya administrasi dan menemui Lala dengan penuh khawatir dan rasa bersalah.
"Lala" lirih suara Razka.
Lala pun menoleh dan tersenyum sambil mengulurkan tangannya. lalu Razka meraih tangan itu dan mengecup nya lama.
"Maafkan gua La" ucap Razka.
"Gak usah minta maaf Az, kamu buka saja hadiah kecil itu. semoga kamu suka dengan hadiah nya" ucap Lala.
Lalu Razka pun membuka hadiah kecil itu yang ternyataa sebuah jam tangan mahal impian Razka selama ini.
"Wah makasih Lala, ini bagus banget" ucap Razka.
"Sama-sama, oh ya Az. apa kamu punya musuh?" tanya Lala.
"Gak" jawab Razka sambil terus melihat-lihat jam nya.
"Baiklah, saran aku tolong hati-hati yak. oh ya Az, sini deh tangan kamu" ucap Lala.
Razka pun langsung memberikan tangannya pada Lala, lalu memegangkan tangan itu pada dada nya yang berdetak kencang.
"Tolong di ingat ya Az, selama jantung ini terus berdetak, selama itu juga hidupmu akan aman sampai kamu bahagia suatu hari nanti" ucap Lala.
Namun Razka tidak mempedulikannya, karena yang ia pedulikan hanyalaj harta bukan cinta.
Hingga suatu hari.. Razka mengalami kebangkrutan, selingkuhan nya pergi meninggalkan nya. rumah dan aset perusahaan di sita pula, hingga ia mencari Lala namun kini Lala tidak ada di rumah nya.
"Pak kira-kira yang punya kontrakan ini kemana yak?" tanya Razka.
"Ada Mas, tapi gak tinggal di sini lagi" jawab seorang Bapak-bapak.
"Boleh antar saya kesana?" tanya Razka.
'"Boleh Mas, mari ikuti saya" titah Bapak itu.
Razka pun mengikuti langkah Bapak itu hingga sampai ke sebuah pemakaman dan berhenti di salah satu kuburan yang bernama Lala haslimah binti Kurono.
"Gak mungkin Pak, anda bohong kan" ucap Razka yang syok.
"Tidak Mas, inilah kenyataan dan ada titipan surat dari beliau juga, dan mungkin anda lah Pria yang ia maksud kan" ucap Bapak itu sambil memberikan amplop merah.
Razka pun berlutut dan menangis di batu nisan Lala, lalu ia membuka dan membaca isi surat yang Lala titipkan untuk nya.
Isi surat
"Sayang, Razka anggara ehm.. makasih ya udah mau nerima aku walau aku tau kamu tidak pernah mencintaiku. aku cuma mau kasih tau isi hatiku untuk terakhir kali nya Az.
Aku sangat mencintaimu namun aku tidak ingin cinta seperti ini, aku ingin seperti yang lain bisa di perlakukan dengan baik oleh kekasih nya.
Tapi kamu jangan sedih ya, aku tau aku aib buat kamu kan karena aku hanyalah orang miskin sedangkan kamu berlimpah harta.
Tapi walau begitu, aku akan tetap memberikan hidup ku untuk menyelamatkan hidup mu, kamu ingat tempo hari itu?, iya mereka sudah hampir berkali kali ingin melukai mu namun aku selalu menghalangi hingga akhirnya aku pun menyerah dan kini hatiku rusak dan ini kali terakhir aku melihat dunia.
Oh ya Az, jaga jam itu karena aku membeli nya dengan susah payah. aku korbankan transportasi dan rela jalan kaki untuk membeli jam itu, aku juga rela tidak makan berbulan bulan hanya minum air teh saja untuk menghilangkan dahaga ku. tolong jaga yak jangan seperti kue yang kamu buang tempo hari.
Sudah hanya itu saja hehe maaf panjang banget yak. dadah jaga diri baik baik ya Az. Aku mencintaimu"
Razka pun hanya bisa menyesal di akhir hingga ia depresi lalu sakit dan menyusul Lala ke surga.
Tamat..