Hari sudah malam. Hana berjalan terburu-buru. Ia ingin cepat sampai rumah.
Ada yang membekap mulut Hana. Hana meronta berusaha melepaskan dirinya. Tetapi sepertinya ada obat bius di sapu tangan yang digunakan untuk membekap Hana Hana lalu tertidur.
Hana bangun di suatu tempat yang asing. Seperti gudang tua yang terbengkalai.
"Sudah bangun rupanya," ucap orang yang berpenampilan seperti preman.
Orang yang lain mengambil ponsel lalu menelpon "Anakmu aku culik. Siapkan tebusan 1 miliar rupiah dalam bentuk cash."
"Aku ingin mendengar suara anakku."
"Ayah ... Tolong Hana, Ayah," teriak Hana.
"Siapkan uangnya atau nyawa anakmu taruhannya." Pria itu menutup telponnya.
"Kita besok kaya raya." Preman-preman itu tertawa dan bergembira membayangkan uang yang akan mereka terima besok.
Tetapi ...
Ayah Hana tidak memberi preman itu uang tebusan.
Preman itu menelpon ayah Hana.
"Apa kau ingin anakmu jadi mayat?" Preman itu mengancam ayah Hana.
"Lakukan saja sesukamu. Ia bukan anakku lagi." Ayah Hana lalu memutus panggilan teleponnya.
"Brengs** ..." Preman itu melihat ke Hana.
Ada senyum nakal di wajahnya. Ia mendekat ke arah Hana. Hana sangat ketakutan. Ia tahu ia akan di ...
"Aku dulu .." Salah satu pria yang bernama Joshua itu menginginkan Hana.
"Ok .. Habis kamu, aku."
Joshua mengajak Hana ke sebuah kamar. Hana menangis dalam keadaan kedua tangan dan mulut diikat kain.
"Sst ... Jangan menangis." Joshua melepas ikatan di mulut dan tangan Hana.
"Kita pergi dari sini."
Joshua lalu membuka jendela. Ia meminta Hana keluar lebih dahulu.
"Sudah?" Preman yang di luar sudah tidak sabar ingin "mencicipi" Hana.
"Belum ..." Joshua menjawab.
Joshua akhirnya keluar melalui jendela. Ia menggenggam tangan Hana. Mereka berlari bersama.
Hana memandang ke arah Joshua.
Mengapa ia mau membantuku?
Apa ia tidak takut temannya marah?
Joshua membawa Hana ke rumahnya. Ia lalu mengemasi barang-barang miliknya. Ia tahu temannya akan marah besar. Jika ia tetap berada di rumahnya, bisa-bisa ia dibunuh.
Joshua mengajak Hana pergi sangat jauh dari sana. Ia tak ingin temannya atau mungkin lebih tepatnya mantan temannya menemukan Hana.
Hari demi hari mereka lalui bersama. Sampai akhirnya mereka tiba di suatu tempat yang menurut Joshua aman.
Joshua mencari pekerjaan. Ia harus menghidupi Hana yang menunggunya di rumah mungil mereka.
Akhirnya Joshua mendapat pekerjaan. Walau gaji yang ia terima sedikit, ia tetap memberikan semuanya ke Hana. Hana yang menerimanya berusaha mengelolanya dengan baik agar uang hasil kerja keras Joshua tidak terbuang sia-sia.
"Kalian baru saja menikah?" Tetangga Hana bertanya.
Hana tersipu mendengar kata "menikah". Ia sudah menyukai Joshua. Tapi ia belum tahu perasaan Joshua ke dirinya. Apakah cinta atau bukan.
Sampai akhirnya saat mereka berjalan bersama ke pasar malam. Joshua membeli sebuah cincin secara diam-diam tanpa diketahui Hana.
Mereka lalu kembali ke rumah mereka. Joshua lalu melamar Hana.
Apa jawaban Hana? Tentu saja "Ya ... Aku mau menikah denganmu."