aku Nayra dan aku sangat menyukai senja ntah kenapa aku begitu menyukai senja dimana matahari mulai tenggelam dan langit mulai berganti suasana pergantian antara siang dan malam yang begitu menenangkan untuk ku.
Dan kini aku berada di sebuah pantai duduk terdiam memandangi matahari yang mulai tenggelam dan menikmati indahnya senja.
tiba tiba saja seorang pria di samping ku bertanya
"kenapa kamu engga nangis?" pertanyaan itu membuat ku tersenyum tipis tanpa memandangnya.
"ngapain aku nangis Mark"
pria di sebelahku kemudian menoleh, dan menatap ku dalam diam. namun pandangan ku tetap lurus pada matahari yang mulai tenggelam juga deburan ombak yang terus menghantam kaki ku dan kaki nya, kaku rasanya untuk membalas mentap nya.
"Jadi manusia kuat itu bagus" ucapnya dengan menghela nafas sebentar sebelum dia melanjutkan ucapannya "tapi pura pura kuat itu engga baik"
ucapannya membuat ku diam membisu.
"aku tau semesta lagi jahat sama kamu. tapi aku engga bisa bantu banyak, karena aku engga punya kuasa lebih dari semesta."
setelah itu aku merasakan tangan lembutnya mengelus lembut kepala ku, berusaha meyakinkam ku untuk melegakan seluruh sakit yang membelenggu.
"tapi aku bisa menjadi rumah yang menerima segala sedihmu dan mengembalikan bahagiamu. nangis aja kalo kamu malu sembunyiin wajahmu di pundakku."
di detik berikutnya, disaat langit mulai gelap akhirnya aku menumpahkan segala sendu ku pada pria di samping. pundak nya hangat begitupun dekapan nya yang membuat ku semakin sendu.
saat itu juga aku mulai berfikir ternyata semesta tidak terlalu jahat padaku karna ia telah mengirimkan sosok pria, yang dengan sukarela menjadi rumah ku. Terimakasih Mark Lee.