Dipagi hari yang cerah, Diesty pergi ke sekolah dengan gembira. Pergi ke sekolah dengan mengendarai motor dan bisa menikmati pemandangan dan udara sejuk dipagi hari.
14 Februari 2022
Ini adalah hari Valentine, hari kasih sayang antar teman, keluarga, dan pacar. Namun sayangnya, Diesty masih jomblo. Dia pergi ke sekolah tanpa mempedulikan hari apakah hari ini. Yang dia tahu hanyalah,
"Hari ini adalah hari Senin, tugas akan kembali menumpuk jadi aku harus cepat mengerjakan tugas tugasku".
*Setelah sampai disekolah*
Diesty baru saja tiba didepan pintu kelas, dan kelasnya sudah sangat heboh dihari ini. Beberapa cowok memberikan coklat kepada cewek cewek dikelas. Ada pula kakel dan adekkel dari kelas lain yang datang dan memberi coklat pada teman teman perempuan Diesty.
Karena kaget melihat teman teman dikelasnya saling bertukar coklat, Diesty yang TIDAK membawa coklat sebiji pun sedikit menciut. Masih menatap teman temannha di depan pintu. Tiba tiba seseorang menyenggol Diesty.
"Auch!" teriakku,
"Oh sorry gua tadi buru buru. Lagipula ngapain lo berdiri depan pintu hah? Nagih pajak?" kata orang yang menabrakku.
"Iya mau nagih pajak, tengok tuh didalam. Semuanya saling tukar coklat, sebentar lagi bakal musim pacaran. Aku tinggal meminta pj ye kan? HAHAHA" balasku lalu tertawa.
"Kamu juga ya! Kalau udah pacaran jangan lupa Pj kuuu" lanjutku sambil menunjuk dan menyipitkan mata pada orang yang menabrakku.
"Heleh! Doi gue gak peka, gak bakal dapat pj lo" balas orang itu,
"Emangnya siapa? Mau ku bantu?" tawarku,
"Gak, lo aja jomblo. Gimana caranya lo mau bantuin?" jawab orang itu.
"Heh! Meremehkan kemampuan dan kepintaranku yah!" balasku dengan muka cemberut.
"Ya udah nanti ku kenalin, gue masuk dulu ya" kata orang itu lalu mengacak acak rambut Diesty.
"Dih! Jangan acak acak rambutku!" kataku yang kesal. Tapi orang itu malah tertawa dan masuk ke ruang kelas dnegan santai. Sedangkan Diesty masih memaki maki orang itu dalam hatinya di depan pintu.
"Konon, kalau berdiri depan pintu nanti susah dapat jodoh loh~" kata seseorang dari belakang Diesty.
"Biarin! Hidup hidupku, jodoh jodohku, napa elu yang musing? Suka suka gue lah. Mau berdiri depan pintu kek, depan Masjid kek, depan rumah kek-" kataku namun terpotong oleh orang itu.
"Sekalian berdiri di depan Allah" kata orang itu,
"Maaf, saya belum siap🤧" balasku,
"Cerewet amat lu, masuk sono" kata orang itu lalu mendorongku dengan lembut.
"Ih! Jangan sentuh aku! Jangan sentuh aku! Aku jijik! Aku jijik sama mas!" kataku sambil berlagak profesional.
"Idih! Macam tak betul budak ni. Pagi pagi stress, kenapa lagi kao? Ditolak doi? Cinta bertepuk sebelah tangan? Apa gimana ngab?" balas orang itu.
"Bawel banget! Masuk cepat sana!" perintahku.
"Waah jebakan, dia balas dendam ternyata" gumam orang itu yang terdengar olehku. Akhirnya kami masuk ke dalam kelas dan tidak berdiri lagi di depan pintu. Tiba tiba orang yang menyenggolku tadi menghampiriku setelah aku sampai ditempat dudukku.
"Ayo, akan ku perkenalkan siapa doiku" ajak orang itu. Lalu Diesty pun mengikutinya menuju suatu tempat.
Eiitsss... Sebelum lanjut, mari kenalan ama orang yang nyenggol Diesty dan orang yang mendorong Diesty. Orang pertama bernama Alun, dia adalah teman sekelas Diesty, cowok tertampan dikelas. Sudah banyak cewek yang menyatakan perasaannya, namun semuanya DITOLAK MENTAH MENTAH.
Lalu, orang kedua bernama Gie, dia adalah teman cowok, yang paling dekat dengan Diesty. Gie adalah cowok yang terkenal nakal disekolah, alias badboy. Namun meskipun nakal, para ciwi ciwi tidak peduli, sebab wajahnya Gie adalah wajah tertampan nomor 2 disekolah.
"Kita sudah sampai" kata Alun,
"Hah? Kita ngapain disini? Jadi tukang kebun? Ini lagi kok ada bunga bunga yang bertebaran disini? Waah pasti kakel nih yang bikin kayak gini" kataku yang penuh omel.
"Shht! Nanti doi gue sadar akan keberadaan kita! Diem lu!" kata Alun dnegan suara kecil.
"Eh? oke oke" balasku lalu mengikuti Alun jalan berjingkat jingkat. Entah mau dibawa kemana lagi aku ini.
"Tengok disana, doi gue ada disana" kata Alun tiba tiba sambil menunjuk suatu arah.
"Dimana? Kok aku gak liat?" balasku yang kebingungan mencari sosok doi Alun.
"Itu disana, coba deh jalan dikit ke depan" perintah Alun,
"Gak mau ah!" balasku cepat,
"Dia gak bakal nyadar kok. Seperti yang gue bilang tadi, doi gue gak peka. Udah gue kodein gaaaak juga nyadari perasaan gue" kata Alun,
"Kok gue bego ya mau jadi nyamuk diantara kalian. Dan satu lagi, doimu kan gak peka kamu ngasih kode, trus apa hubungannya ama dia gak bakal sadar kalau aku kesana?! Itu gak peka apa indranya bermasalah?!" balasku yang terheran heran.
"Udah gak usah banyak bicara, samperin aja dia" kata Alun lalu mendorong ku ke depan sana. Karena sudah terlanjur keluar dari persembunyian semak semak, aku pun berjalan kesana dengan hati hati.
Saat diujung jalan, aku melihat ada sebuah cermin besar. Dari kejauhan, aku bisa melihat diriku dlama cermin itu.
"Ini aku gak dijadikan tumbalkan? Kok sepi trus ada cermin besar diiujung sana sih. Aku gak lagi diprank kan??" tanyaku dalam hati. Aku pun kembali berjalan mendekati cermin itu, sampai di depan sana. Tiba tiba Alun muncul dari belakang.
"Alun, doi kamu mana? Ini lagi kok ada cermin gini sih?? Seram tau!" kataku,
"Seram seram pala kau! Orang romantis kok kalau diliat liat. Ada cermin besar, lilin disekitarnya, bunga mawar bertaburan..." kata Alun lalu berjalan mendekati Diesty.
"Serah deh. Mana doi kau? Kabur kali ya?" tanyaku,
"Lihatlah ke dalam cermin" suruh Alun. Alun menyingkir dari hadapan cermin lalu membiarkan Diesty bercermin.
"Lihatlah wanita yang cantik itu, yang polos itu, yang lucu itu, yang gak peka itu... Dia lah orang yang kusuka~" kata Alun.
"Dimana siih? Aku tidak ada melihat 1 wanita pun!" kataku yang udah kesal.
"LIHAT BAIK BAIK CERMIN DIDEPANMU, WAJAH YANG KAU LIHAT DIALAH PEREMPUAN YANG KUSUKAI, YAITU KAU DIESTYY!" teriak Alun yang sudah kesal. Kata kata Alun menusuk hati Diesty, jantungnha berdebar debar dan tidak bisa berkata kata. Alun menghampiri Diesty lalu menggemgam erat pundaknya.
"Diesty pliss pekalah! Aku menyukaimu! Kumohon terimalah aku dan jadilah pacarku!" kata Alun. Sambil mengucapkan kata kata itu, wajah Alun sudah memerah dan matanya penuh pengharapan.
Akankah Diesty, menjadi takdir untuk Alun? Ataukah, si Gie akan datang dan berada diantara mereka berdua? Tidak ada yang tahu, sebab saya juga tidak tahu HAHAHAHA
-- T A M A T --
#hanyabercanda #cumahiburan