Adalah hutan yang bernama Hutan Berbicara, hutan tersebut dinamakan seperti itu karena hutan tersebut dipenuhi hewan-hewan yang dapat berbicara layaknya manusia, tanpa manusia sadari!
Ketika para hewan di hutan itu mendengar langkah kaki manusia, mereka seketika diam, lengang bagai rumah tua yang tak terurus. Ketika manusia telah pergi dari hutan itu, mereka seketika bising kembali, seperti murid sekolah yang membuat kelas ramai membahana sebab tidak dijaga oleh guru. Alasan mengapa hewan-hewan tersebut dapat berbicara layaknya manusia dan seketika hening ketika adanya manusia belumlah diketahui secara jelas, entah kapan hutan tersebut berhenti di cap menjadi misteri.
***
Tersebutlah seekor Kelinci dan teman-temannya yang hendak berkunjung ke sebuah pesta yang diadakan Kura-kura di ruangan terbuka. Mereka sedang berjalan dibawah sinar matahari pagi pukul 11:00.
Diantara seluruh hewan yang hendak berkunjung ke pesta, hanya Kelinci lah yang diam sejak perjalanan dimulai. Entah ada apa dengan Kelinci.
"Sebentar lagi kita akan sampai nih," kata Kucing. Ia memimpin di paling depan.
"Benar, gak kerasa ya, udah hampir dekat aja," timpal Monyet.
"Eh, btw Koala kemana ya?" Tanya Burung penasaran.
"Ah biasalah, dia tuh kebanyakan tidur, makanya sering telat buat datang ke acara pesta kayak beginian. Lagian gimana gak gendut coba, dia aja tidur hampir 24 jam!" Jelas Panda.
"Heh, Lo tuh lebih gemuk dari pada Koala tau. Sadar diri kek!" Kata Monyet sambil memegang perut buncit Panda.
Mereka semua tertawa puas, kecuali kelinci, ia tetap tidak menanggapi.
"Ada manusia oi, diam!" Peringatan dari Kucing.
Seketika mereka diam, hening. Manusia itu tak sadar bahwa para hewan itu (kecuali Kelinci tentunya) telah membuat keributan.
🦁🦁🦁
Ketika pesta sedang berlangsung
Kalian ingin tahu pesta apa yang dimaksud?
Pesta yang dimaksud adalah... Pesta ulang tahun Kura-kura.
Kelinci, Kucing, Monyet, Panda, dan Burung sudah menghadiri pesta tersebut. Hanya satu nama yang belum ada, siapa lagi kalau bukan Koala.
Para hewan yang telah hadir ke dalam pesta mulai menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun bersama-sama.
Di saat itulah Kelinci itu mulai terlihat aktif. Ia berlari dengan semangat, duduk di samping Kura-kura. Lantas menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dengan nyaring dan merdu.
Ketika acara makan-makan, Kelinci terlihat amat cerewet terhadap Kura-kura, membahas ini itu terhadap Kura-kura tiada lelahnya, berbeda 180° ketika Kelinci sedang dalam perjalanan dengan yang lain sebelumnya. Amat terlihat bahwa Kelinci suka (bukan cinta) dengan Kura-kura.
Sore harinya, pesta telah usai.
Tiba-tiba saja ada seekor hewan yang berlari mendatangi pesta itu yang telah usai.
Tersengal-sengal.
"Pestanya sudah selesai ya, kawan?" Tanyanya santai.
Mereka semua menepuk dahi.
Ya ampun.
"Koala... Koala. Kamu tuh harusnya kurangin kebiasaan tidurmu itu lah, biar gak telat mulu kayak gini!" Ujar Burung.
🦁🦁🦁
Besoknya.
Kelinci sedang berjalan di antara sejuknya pagi.
Matahari baru saja terbit beberapa menit lalu, membuat bertambah indahnya pemandangan.
Tiba-tiba, Kelinci bertemu dengan Burung yang sedang duduk sendirian, membelakangi Kelinci.
Kelinci mencoba mendekati Burung perlahan, mencoba untuk membuat Burung tidak terkejut akan kehadiran Kelinci. Ketika Kelinci melihat wajah Burung dengan jelas. Eh, rupanya Burung sedang menangis. Ada apa dengannya?
"Burung, kamu kenapa?" Tanya Kelinci penasaran.
Tapi tiba-tiba, Burung menatap Kelinci dengan wajah marah!
"Aku menangis karena kamu, Kelinci! Aku tidak suka melihatmu!" Kata Burung dengan nada kesal.
Setelah itu Burung terbang meninggalkan Kelinci begitu saja.
"Tapi kenapa, memangnya aku kenapa?"
Burung tak menjawab, ia sudah terbang nun jauh entah kemana.
Ini semua amat membingungkan.
Rupanya tak hanya Burung, hewan yang lainnya juga mulai terlihat kesal terhadap Kelinci. Setiap melihat Kelinci, mereka menatapnya dengan tatapan kesal, lalu menjauh dari Kelinci.
Benar. Ini semua amat membingungkan.
Kini hanya ada satu pertanyaan yang menghampiri sang Kelinci.
Apa salahnya?
🦁🦁🦁
Di sekitar sungai.
Kelinci sedang bercermin di jernihnya selokan, dengan muka yang sedih tiada karuan, sambil dipenuhi ribuan pertanyaan.
"Emmm... Kelinci..."
Kelinci menoleh ke belakang, melihat siapa yang telah menyapanya yang masih diselimuti rasa sedih.
"Eh Kura-kura." Sahut Kelinci.
"Iya. Ini aku. Dan... aku hendak memberitahu sesuatu padamu!" Kura-kura terlihat serius.
"I... iya, ingin memberitahu apa?" Kelinci mencoba untuk mengkondisikan wajahnya agar tidak terlihat sedang sedih.
"Aku tahu kamu sedang sedih, Kelinci. Dan aku tahu apa masalahmu, kau pasti dijauhi oleh temanmu yang lain, kan?"
Apa! Bagaimana Kura-kura bisa tahu?
Kelinci mengangguk perlahan. Mulai menangis, tak tahan lagi atas derita yang ia alami. Ia masih tak tahu apa alasan mereka meninggalkan Kelinci.
"Saat pesta ulang tahunku kemarin, kau hanya dekat, mengobrol, dan bersenang-senang ria denganku, bukan pada mereka. Mereka menganggapmu bahwa kau memilih-milih teman, hanya ingin bermain dengan hewan yang kau suka saja. Aku sebenarnya ingin memberitahu bahwa kau juga harus dekat dengan mereka kemarin, karena waktu itu mereka sudah terlihat tidak suka melihat tingkah laku kau, tapi aku takut kau akan berpikir bahwa kau tidak disukai olehku."
Kelinci terdiam seketika.
Introspeksi diri.
Sekarang ia tahu.
Ya, lihat saja. Ketika sang Kelinci dalam perjalanan menuju pesta, dia hanya diam saja, tak seperti hewan yang lainnya. Dan ketika ia telah sampai berada di dalam pesta, ia hanya menghabiskan waktu untuk Kura-kura saja, tidak kepada yang lain. Amat terlihat bahwa Kelinci hanya memilih Kura-kura sebagai temannya karena dianggap baik.
"Sekarang minta maaflah pada mereka, dan cobalah tuk dekat dengan mereka, wahai Kelinci," kata Kura-kura lagi.
Kelinci mengangguk cepat, lalu meninggalkan Kura-kura.
Kelinci berlari di tengah hutan yang kini semakin terlihat indah baginya, sebab jawaban itu telah terungkap.
🦁🦁🦁
Monyet, Kucing, Burung, dan Panda sedang asyik bermain di tanah kosong.
Kelinci agak takut-takut untuk mendekati mereka. Ia masih merasa tidak enak.
Mulut Kelinci terasa berat, kelu tuk bicara, tapi ia harus mengungkapkannya.
"S...S... Semuanya." Kelinci berkata dengan rasa takut.
Mereka menoleh ke arah Kelinci.
"Maafkan aku yang terlalu pemilih dalam berteman. Semoga hari ini dan selamanya kalian tidak membenciku lagi. Aku juga akan mulai dekat dengan kalian."
Kini Kelinci hanya menunggu jawaban dari mereka.
Mereka...
Mengangguk...
Kelinci terlihat gembira, sebab mereka memaafkannya.
Ia tak akan pernah melupakan hari itu, hari keberuntungan baginya.
Kelinci mulai terlihat riang terhadap seluruh hewan di hutan itu. Dan para hewan di sana kagum atas sifat Kelinci.
~ TAMAT ~
Follow IG ku: @rainhard.frealdo
Follow MLBB ku: TheCircleOfFire. ID: 635724455
Jangan lupa untuk membaca cerpen karya saya yang lain di bawah ini ya :) 👇🙏
Jangan lupa juga untuk membaca novel pertama saya: "Dunia Langit". 🙏🙏