dimana saat itu aku dimasukkan ke akademi dan disana lah Awal Kehancuranku terbentuk.
"Riska cepatlah bersiap-siap,kita akan segera berangkat"
"Iyh bunda"
setelah bersiap kami berangkat ke akademi tempatku belajar.
setelah 2jam perjalanan kami semua sampai ditempat tujuan.
"sayang jaga dirimu baik-baik"
"hmm..iyh bun,klo bgtu aku masuk yh"
"iyh sayang,jangan lupa jaga kesehatan"
pengasuh akademi mengantarku ke kamarku.
"nanti jangan diam sendirian dikamar yh,takut kesambet"
"baik kak,aku mengerti☺️"jawabku sambil tersenyum kikuk
sesampainya dikamar aku dibuat terkejut oleh banyaknya anak-anak disana
do not know:"hey apakah kmu anak baru?!!,kenalkan namaku 'Nayla kita bisa menjadi teman"
"Riska"jawabku singkat
Nayla:"tidak perlu malu anggap aku seperti teman lama'mu"
Amel:"Hey aku 'Amel kita juga berteman kan?"
"hmm..iyh"
Lidya:"apakah dirumah kau selalu bersikap seperti itu?!!"tanyanya ketus
"tidak selalu,hanya saja aku tidak ingin dikirim ke akademi tetapi aku dipaksa oleh ayahku"ucapku malas
Lia:"tidak jauh beda denganku,kita sama² dipaksa"lanjutnya
Nayla:"biarkan dia beristirahat dan jangan membuatnya takut"lirihnya yg masih terdengar
Amel:"lokermu ada diujung sebelah kiri tengah-tengah,mau aku antarkan?"
"baiklah,maaf merepotkanmu"ucapku seraya mau diantarkan
Amel:"tentu saja tidak"ucapnya seperti teman rumahku
setelah 1minggu disana,aku merasa lebih baik
Nayla:"kita akan bersekolah,dan kita akan satu kelas dengan pria"jelasnya
Lidya:"haiss itu sangat menyebalkan"ucapnya malas
"aku bisa mengatur semuanya,jadi tenang lah"
Nayla:"baiklah aku percaya padamu"lanjutnya
Lia:"tapi aku kelas 2 jdi kita akan berpisah"ucapnya sedikit malas
Amel:"sudahlah,kita kan mendapat banyak kejutan"
setelah 3minggu sekolah kami selalu saja menjadi kejaran para laki-laki tidak tau malu yaitu 'Marchell-Aldy-Ryan-Satria-Gerry' yh mereka ada pria tidak tau malu&narsis.
tpi setelah mereka ber-5 tau bahwa di akademi asrama putri bahwa kami adalah anak indigo mereka menjadi berubah yaitu menjadi lebih dingin dan cuek kepada kami.
disaat para orang tua menjenguk anaknya,aku yg mengalami kerasukan diputuskan untuk dibawa pulang.
dan setelah kejadian itu aku jdi merasa kesepian seperti 3bulan lalu sebelum aku dikirim ke akademi.