Mencintai itu bukanlah sesuatu yang mudah, perasaan yang tiba-tiba muncul tidak selalu berakhir baik.
Kisah ini terjadi sebelum adanya teknologi modern yang sudah berkuasa di bumi. Di tahun ini hanya mengandalkan tenaga manusia dan hewan. Saling bergotong royong dan saling menghormati satu sama lain.
Sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Mereka menikmati suara kicauan burung yang sedang bernyanyi di atas pohon rindang di dekatnya.
Princess Monata Raquela dan Prince Robert Vandos. Mereka saling mencintai, telah melakukan banyak rintangan bersama. Jalan cinta yang tak selalu mulus membuat cinta mereka semakin kokoh walaupun badai menerpanya.
Hari itu, Hari paling membahagiakan. Prince Robert melamar Princess Monata dan di saksikan para kawanan burung dan di setujui oleh pohon rindang yang tiba-tiba menjatuhkan daun-daun keringnya saat Princess Monata menerima lamarannya.
Hati yang berbahagia, Jiwa yang penuh semangat dan Harapan yang terlalu tinggi melambung. Prince Robert membawa Princess Monata untuk segera menyampaikan kabar gembira ini ke hadapan Raja.
Sang Raja terkejut, beliau tak berpikir bahwa anaknya dapat memutuskan hal besar seperti itu secara tiba-tiba. Sang Ratu menolak dengan tegas dan menyatakan bahwa lamaran Anaknya kepada Princess Monata hanya gurauan saja. Raja pun menyetujuinya dan memutuskan untuk tidak akan memberikan restu kepada mereka. Raja dan Ratu tidak suka dengan Princess Monata karena dia tidak layak menjadi Ratu.
Merasa kecewa, Prince Robert membawa Princess Monata untuk pergi meninggalkan kerajaannya. Namun, Princess Monata tak suka dengan jalan yang diambil oleh Prince Robert.
"Tinggalkan aku Robert, Kelak kau yang akan menjadi Raja dan memajukan kerajaan ini. Aku pun kelak menjadi Ratu dan memajukan kerajaanku," ucap Princess Monata dengan tegas.
Prince Robert tetap tak bergeming. Dia sangat kokoh pada pendiriannya. Tetap ingin menikahi Princess Monata walaupun harus meninggalkan kerajaannya.
"Aku mencintaimu Monata! Tak ada yang bisa menghalangiku untuk menikahimu!"
Princess Monata tak punya pilihan. Dia kembali ke kerajaannya dan meminta sang Ayah untuk mencarikan Prince yang mau menikahinya dengan cepat.
Tanpa sepengetahuan Prince Robert, Princess Monata diam-diam sudah menikahi Prince dari kerajaan lain bernama Prince John. Setelah resmi menikah, Princess Monata segera menemui Prince Robert.
"Aku sudah menikah," ucap Princess Monata yang membuat Prince Robert marah padanya.
"Apa kau tak mencintaiku Monata?"
Princess Monata menggelengkan kepalanya. "Aku mencintaimu tetapi aku ingin memiliki suami yang mencintai orang tuanya melebihi cintanya padaku."
"Ku korbankan kekuasaan, harta, dan martabatku sebagai Prince untuk dirimu! Tega sekali kau hancurkan hatiku seperti ini!!"
Rasa marah Prince Robert sudah di luar kendali. Princess Monata tidak bisa menahannya. Prince Robert membawa pasukan untuk menghancurkan Kerajaan Princess Monata. Semuanya hancur tak tersisa, seluruh manusia yang hidup disana pun sudah tak lagi bernyawa.
Kini hanya Princess Monata bertahan karena Prince Robert tak bisa melukai Princess Monata.
Melihat kedua orang tuanya telah tiada lalu suaminya pun ikut terbunuh dan para rakyat serta prajuritnya sudah tak ada lagi yang bernapas. Prince Monata mengambil sebuah pedang milik ayahnya dan menusukkannya ke perutnya sendiri.
Detik-detik terakhirnya, Princess Monata tersenyum bahagia di dalam pelukan Prince Robert.
"Aku menunggu di alam keabadian Robert, di kehidupan kita selanjutnya."
Robert terpukul atas kepergian Princess Monata. Dia di hukum mati karena telah menyerang Kerajaan Princess Monata. Sebelumnya nafasnya berhenti, Prince Robert melihat cahaya yang sangat terang dan dia mulai mengikuti arah cahaya itu.
Hingga tiba-tiba Prince Robert terbangun. Dia seperti sedang bermimpi karena tiba-tiba dia berada ditempat tidur. Penampilannya pun jauh berbeda, mulai dari baju, tempat tidurnya, kamar tidurnya, meja belajarnya dan suasana di sekelilingnya pun berbeda.
Prince Robert segera bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar. Saat di luar, Prince Robert melihat seorang gadis yang mirip sekali dengan Princess Monata. Saking terkejutnya, Robert tersandung hingga terjatuh.
"Apa aku ini mempesona? Kamu terjatuh begitu melihatku pagi ini?" ucap Seseorang yang mirip Princess Monata itu.
Prince Robert masih diam, dia masih sangat terkejut.
"Hari ini kamu bermimpi tentangku lagi ya? Sudah ku bilang kan, aku ini takdirmu nanti, kamu harus menebus dosa-dosa itu agar bisa selamat dari hukuman mati," ucap Princess Monata.
"Kamu, Monata?" tanya Prince Robert masih terduduk di lantai.
Princess Monata menganggukkan kepalanya. "Ya, aku Monata. Aku sudah lama menunggumu datang ke dunia ini, kenapa kamu lama sekali?"
Princess Monata menghampiri Prince Robert. "Di dunia ini, kamu harus benar-benar menikahiku tetapi jangan membunuh kedua orang tuaku lagi. Kau mengerti?"
Prince Robert menganggukkan kepalanya, "Mengerti."
Princess Monata tersenyum lebar lalu memeluk tubuh Prince Robert.
Kehidupan di masa lalu membuat Robert sangat terpuruk dan dia di pengaruhi oleh aura gelap sehingga tak segan melakukan apa saja yang dia inginkan. Karena kejahatannya, Robert tidak di perbolehkan lewat oleh penjaga pintu reinkarnasi, Robert harus meminum air penghilang ingatan jika ingin melewatinya sedangkan Monata di perbolehkan lewat dan dia tidak perlu meminum air penghilang ingatan. .
Atas dasar cinta dan Takdir. Mereka kembali di pertemukan. Walaupun awalnya Robert tak mengenal Monata dengan baik namun Monata yakin Robert-nya akan kembali di dunia ini setelah dia mengakui kesalahannya dan bertobat.
Tak ada cinta yang sempurna di dunia ini, bahkan kisah Prince Robert dan Princess Monata harus terhalang banyak rintangan dan mereka berdua harus melewati era yang berbeda.
Apapun takdirnya, jika sudah di pasangkan oleh tuhan pasti akan bertemu.