Ketika aku ingin berhenti. Leher ku terantai dan tubuhku terseret. Jejak merah yang membekas. Kau tertawa?
Diam menyesak.
Udara pengap, pelukan, makian, kata maaf, tamparan, keyakinan, kata maaf, rutukan, pukulan, kata maaf, hinaan, cacian, kata maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf.......
Apa?
Sekarang kau masih tertawa.
"Jangan pergi, tetaplah bersamaku." Rintihmu. "TETAP BERSAMAKU!"
PLAK! BRAK!
Tetesan di kepalaku. Retakan di hatiku.
"Maaf maaf, aku tak sengaja, kau tahu aku sangat peduli padamu...." Ucapmu.
Aku bodoh.
Aku disini.
Aku.....
Kenapa aku mencintaimu?
#Tamat