Emma merupakan anak angkat (adopsi) dari keluarga wijaya, saat didalam kawasan Keluarga wijaya emma tidak pernah sekalipun memiliki hak untuk berbicara.
Ia akan diperlakukan seperti pembantu bukan sebagai anak dari keluarga wijaya.
pada suatu malam Keluarga wijaya menghadiri sebuah pesta bagi kalangan atas ...
"Anakku emma hari ini adalah kesempatanmu untuk mendapatkan hati seorang CEO ( Reyhan) Ayah percaya padamu " ucap sang ayah emma (Adi wijaya) .
Emma tidak menjawab perkataan ayahnya dia hanya diam dan menunduk ,pikiranya kalut dan bercampur aduk.
"kau tidak menjawab perintah ku hah!! " bentak sang ayah dengan nada penuh penekanan.
" ba.. baik ayah " ucap emma takut
"hmmm bagus pergilah ,cari perhatiannya" perintah sang ayah sambil pergi meninggalkan emma di tengah aulah yang sangat megah dan juga mewah.
"lihat lihat ada anak adopsi hahahah" ucap para tamu dengan suara bisik bisik .
" beraninya ia seorang anak adopsi datang Kepesta kalangan atas ini!! " ucap para tamu dengan nada merendahkan.
Emma hanya diam sambil berjalan keluar dari aula tempat pesta untuk mencari ketenangan dan udara segar, ia berhenti di sebuah taman dan ia duduk dibawah pohon yang rindang.
Emma tidak menyadari dari tadi ada seorang pria yang berdiri di kejauhan sedang memperhatikkannya.
dan emma melihat kesamping karena ia merasa ada yang memperhatikannya, dan betul saja...
"mmm, ada apa yah dengan wajahku " tanya emma dengan nada bingung.
"ohh. maaf diwajah mu tidak ada apa apa " ucap sang pria itu sadar , pria itu bernama (AXEL) .
" mmm boleh aku tau namamu, aku akan memperkenalkan diriku dulu ya ,perkenalkan nama ku emma anak dari keluarga wijaya tepatnya anak adopsi !!" ucap emma.
Axel hanya terdiam baru kali ini ia diajak bicara oleh orang lain karena dari dia kecil ia selalu direndahkan, diremehkan, dan sering jadi bahan bullyan.
" ahh kau tidak mau memberitahuku nama mu ya !! yasudah tidak apa apa, tapi anehkan kita diundang dipesta ini tapi kita bukan seperti tamu " emma berhadapan dengan Axel dengan matanya mentap axel.
" nama ku Axel " jawabnya singkat dengan tetap menatap lekat wajah emma.
"Axel, namamu Axel nama yang bagus kalau tidak salah kau anak dari keluarga purnama kan " tanya emma.
" iya " sekali lagi ia hanya menjawab dengan kata -kata singakat.
" kita punya kisah yang sama yaa, kita sama sama anak adopsi sama sama tidak memiliki teman!! " ucap emma.
Sejak kejadian itu ...
mereka berdua mulai menjalin hubungan serius, karena memiliki pemikiran yang sama dan sekarang mereka berpacaran, mungkin karena takdir Mereka dipertemukan.
Mereka menjalin hubungan rahasia, tidak ada satu orang pun yang mengetahui hubungan mereka.
pada suatu hari ayah emma memberikan kabar yang membuat emma terkejut.
"Emma kamu dilamar Reyhan CEO perusahaan ternama itu " ucap ayah emma dengan raut wajah bahagia terukir senyum lebar dipipinya
Sontak saja emma terkejut dengan kabar itu ,muka emma langsung berubah pucat fasih. setelah kejadian itu emma belum menampakkan wajahnya sama sekali, dalam seminggu ia mengurung dirinya didalam kamar , ia juga tidak menemui Axel.
Besoknya ia menemui Axel dengan air mata bercucuran.
" Axel ,aku mohon peluk aku jangan lepaskan aku!! " ucap emma dengan mata yang masih mengeluarkan cairan putih.
"Emma kamu Kenapa sayang !!" sambil berusaha menenangkan Emma.
" Aku mohon milikku aku malam ini " pinta emma yang masih dengan posisinya awal memeluk Axel dengan erat.
permintaan emma dilakukan oleh Axel Mereka melewati malam yang panjang dan panas .
Saat matahari menampakkan cahayanya dan Merdunya suara burung berkicauan.
Emma bangun lebih dahulu , saat emma bangun emma mencium pipi Axel singkat dan berkata
"Maafkan akuu, mulai hari ini kita tidak ada hubungan apa apa ya , sekali lagi aku mohon maaf aku dijodohkan"ucap emma dengan air mata berlinang ia menangis tanpa suara sebab ia takut suara nya akan membangunkan Axel.
Emma langsung memakai bajunya satu persatu, dan meninggalkan rumah Axel dengan langkah cepat, sebelum meninggalkan Axel emma menulis surat berisi....
setelah beberapa menit emma meningglkan rumah Axel, Axel terbangun dari tidurnya.
"hmmm" Axel menggerakkan tanganya mencari keberadaan emma . seketika Axel terkejut yang tidak menemukan emma di sampingnya.
Axel langsung mencari emma kesetiap sudut rumahnya tanpa menggunakan sehelai pakaian,
"Emma sayang kamu kemana!! " teriak Axel sambil mondar mandir mencari keberadaan emma.
saat mencari emma tidak sengaja Axel melihat selembar kertas di atas nakas, lalu ia membacanya dengan raut wajah yang berubah pucat fasih.
Ia langsung memakai bajunya dengan terburu -buru dan ia langsung mengendarai mobilnya, menyusuri jalan yang masih terbilang sepi karena masih pukul 06:15 wib.
Setelah beberapa menit berkendar ia sampai dirumah Kekasihnya....
" permisi "ucap Axel sembari mengetuk pintu rumah emma.
tidak lama kemudian pintu itu terbuka, dan keluarlah seorang pria parubaya (yap pria itu adalah ayah Angkat Emma).
"iya ada apa yaa?? "tanya ayah emma
"om emma ada dirumah?? "tanya Axel dengan wajah khawatirnya.
"tidak ada, anak pelacur macam itu sudah kuusir dari rumah ini "Ucap ayah emma dengan muka datarnya.
"kira kira ia pergi kemana ya om?? "tanya Axel
" itu bukan urusan saya!!"ucap ayah emma dengan nada dingin dan langsung menutup pintu dengan kencang, Brakkk..
Axel lalu meninggalkan rumah Emaa dan menyusuri jalan untuk mencari emma, hatinya hancur rasanya ia menangis tapi ia berusaha tegar .
dari pagi sampai sore ia mencari emma di seluruh penjuru kota tetapi hasilnya nihil.
lalu ia pulang kerumahnya, sesampainya dirumah ia tetap berusaha untuk menghubungi emma tetapi nomor emma tidak aktif
"Apa yang dilakukan nya , apa dia sudah makan !!" gumam Axel dengan tatapan kosong.
ia mengambil dan menatap sebuah foto yang ada di nakas sambil bergumam
" kau kemana kenapa kau meninggalkan aku, apa yang sedang kau lakukan !!!"gumam Axel sambil mengelus elus foto Emma.
"kenapa menjadi begini" Axel mengacak ngacak rambutnya sambil menangis, ia frustasi.
selama berbulan bulan Axel selalu mencari keberadaan emma tetapi ia tak kunjung menemukannya...
2 tahun kemudian ...
setelah kepergian emma, selama 2 tahun ini Axel tidak pernah sekalipun melupakannya, ia selalu berusaha mencari informasi tentangnya.
tetapi tetap saja hasilnya nihil.....
hingga suatu saat takdir mereka mempertemukan lagi