Selama kami di rumah itu, selalu banyak hal-hal aneh, suara-suara jeritan yang entah dari mana asalnya, suara hantaman benda berat di ruang bawah tanah bahkan benda-benda yang dapat berpindah tempat.
...
Aku bersama ayahku, kami pindah kesebuah rumah besar di desa terpencil. Alasan ayah karena ia ingin kehidupan yang lebih tenang, entah itu terdengar seperti alasan besar buatku. Meski begitu, ayahku membeli rumah kami yang sekarang dengan harga sangat murah, aneh untuk rumah sebesar ini.
Awalnya aku merasa sangat senang tinggal di rumah besar, walau hanya berisikan kami berdua. Ayahku bekerja remote, tahukan? orang yang bekerja secara tidak langsung, hanya mengirim hasil kerjanya lewat email.
Aku mendapatkan kamar yang lumayan bagus dengan interior klasik. Bahkan diluar jendela kamar terlihat pemandangan perbukitan yang sangat indah dan menenangkan saat pagi hingga sore hari.
Tetapi, semua akan hal itu berubah saat malam hari. Sering terdengar suara jeritan, yang awalnya ku pikir ayahku, hingga membuatku bergegas mengeceknya ke kamarnya, walau ternyata bukan. Juga ayahku mengatakan hal sama seperti ku, bahwa ia mendengar aku yang menjerit. Kami berfikir hal itu hanya halusinasi belaka, faktor ruang lingkup baru?
Bahkan diruang bawah tanah, saat aku melihat-lihat, disana hanya ruangan kosong lembab. Tetapi saat malam terdengar suara dentuman keras seakan ada besi besar yang menghantam tanah, di ruang bawah, walau sebenarnya tidak ada benda-benda sebesar itu dibawah sana.
Sesekali, saat siang, aku merasa sedih sekali, entah kenapa, walau tidak ada hal sedih yang terjadi kepadaku. Aku seharusnya merasa baik-baik saja. Perasaan itu seakan memaksaku mengikutinya, bahwa aku harus sedih. Tetapi, saat aku keluar rumah, hal-hal seperti itu, tidak terasa. Hanya terasa menyenangkan.
Oh iya, ada benda di ruang tengah, sebuah patung, bukan sekedar patung. Itu adalah beruang yang diawetkan. Kejadian paling aneh yang terjadi kali ini, bahwa beruang itu pindah beberapa meter dari tempat biasanya ia berada, berpindah menghalangi pintu masuk ruang tengah. Ayahku, berfikir memungkinkankah? ada orang iseng yang masuk kedalam rumah. Jadi ia memasang kamera di setiap ruangan.
Dan malamnya memang seperti biasa, suara dentuman, jeritan, dan grusak-grusuk suara benda terseret di lantai terdengar dengan jelas. Pagi hari, aku dan ayahku, melihat hasil rekaman kamera, dan betapa mengejutkannya bahwa benda dirumah tergeser dengan sendirinya, bahkan lantai diumah seakan mengembang kempis seakan itu bernafas, pintu menutup dan terbuka dengan sendirinya. Ini membuat kami merinding.
Ayahku dan aku, segera ke tengah kota dimana tempat kami tinggal, jaraknya cukup jauh sekitar 5 km, mencari informasi tentang latar belakang rumah yang kami tempati. Banyak info yang kami dapat bahwa rumah yang kami tempati adalah rumah seorang dokter, ia meniliti tentang manusia, biasanya, kelinci percobaannya adalah orang yang memiliki ganguan mental. Ia sudah beberapa kali di laporkan karena kasus percobaan dengan manusia. Tetapi hal tersebut selalu dapat ia hindari dengan mudah. Hingga saat ia meninggal dan polisi mengecek rumahnya, ternyata banyak mayat yang tubuhnya sudah di otak-atik, sangat mengerikan. Dan itu di temukan di ruang bawah tanahnya. Lalu rumah itu kosong selama beberapa tahun, anehnya, bahwa rumah itu katanya selalu membawa mayat baru, biasanya orang hilang yang tidak ditemukan, pasti akan ditemukan meninggal disana dalam kondisi tidak wajar.
Aku meminta ayahku untuk segera menjual kembali rumah itu, lalu pindah dari sana, tetapi ayahku masih memikirkannya, karena ia merasa sangat sayang melepaskan rumah tersebut.
Malam itu kejadian lebih ekstrem muncul, saat aku mau tidur di kamarku, aku membuka selimut dan disana ada seseorang yang berbaring dengan perut yang dibelah terbuka, kosong, tanpa ada organ sama sekali. Aku terkejut dan lari menuju kamar ayahku, saat kami kembali, tidak ada apa-apa disana. Aneh sangat aneh, tetapi aku melihat ada setetes darah di selimutku, ayahku juga melihatnya jadi aku tidur di kamar ayahku. Ayahku sudah memutuskan akan pindah besok, aku senang sekali rasanya.
Saat pagi harinya, aku dan ayahku melihat seseorang wanita gantung diri diruang tengah, kamipun segera lapor polisi. Saat polisi tiba, mayatnya menghilang begitu saja. Kami dianggap mempermainkan polisi karena hal itu. Kami lekas pindah setelah itu ke rumah lama kami.
Kami tidak pernah mau datang kesana lagi, setelah pindah, jika ditanya apakah rumah itu sudah terjual? Ya, sudah... Kabar buruknya, mereka yang membeli rumah itu, tewas semuanya, di berita dijelaskan bahwa yang membunuhnya adalah kepala keluarga mereka sendiri, lalu si pelaku mengakhiri hidupnya dengan menancapkan diri bagian bawah kepala menembus bagian atas kepalanya, dengan besi pagar yang runcing di halaman depan.
Kami mengubur pengalaman ini dan tidak pernah akan membahasnya satu sama lain.