Di malam dingin berhiaskan butiran hujan yang membasahi bumi, aku melihat mu di sana duduk termenung sendiri di pojokan sambil menatap langit malam bertabur butiran air penuh keheningan, entah mengapa hatiku mulai terasa sakit saat melihat mu menangis, air mata yang turun bersama dengan datangnya hujan membuatku merasakan kesedihan yang terpatri dalam hatimu.
Aku mendatangimu dan memberikan payung hitam yang aku gunakan dari pemakaman, wajahmu yang murung membuat hatiku serasa tercabik cabik, aku merasa bingung bagaimana perasaan seperti ini bisa hadir diantara kita, orang asing yang tidak saling mengenal.
"Nona kenapa kamu memberiku payung?, Apa kamu bisa melihat ku? ", Sebuah pertanyaan yang terucap dari mulutnya, " kamu duduk di pojok kursi pemakaman bagaimana aku tidak melihat mu " jawab ku, jujur aku merasa bingung dengan yang ia katakan siapa yang tidak bisa melihat nya.
" Nona apa kamu ini indigo?, Aku ini telah mati " dia tersenyum pahit kearah ku sambil berkata demikian, " jika mati kenapa masih di dunia dan bukannya di alam baka? ", saat itu aku tidak percaya akan apa yang ia katakan, jika dia mati kenapa aku bisa melihat nya?, "Ikutlah denganku jika nona tidak percaya".
Aku mengikuti nya kesebuah pemakaman baru, yang masih terdapat banyak orang menangis disana, diatas batu nisan terukir namanya Sibuya Kino, terdapat pula sebuah foto yang sama persis dengan orang yang berada di depanku saat ini, " Nona beginikah rasanya mati?, Walau aku disini tiada siapapun yang peduli dan mengetahui keberadaan ku ", ia menghadap padaku air matanya mulai mengalir membasahi pipinya, senyuman pahit kembali ia tunjukan kepadaku.
Hatiku ikut terasa sakit saat melihatnya, apa yang sebenarnya ia rasakan?, " Nona aku masih ingin ada di dunia ini kenapa Tuhan tidak menginginkan nya? ", Aku tertegun mendengar perkataan nya, " ketika mereka melupakan ku, aku akan menghilang perlahan dari dunia ini, aku tidak ingin hal ini terjadi " ku angkat tanganku dan ku sentuh pipi dinginnya dengan tangan hangat ku, aku usap air matanya yang terbasuh derasnya hujan.
" Kalau begitu biar aku menemani mu Dan selalu mengingat mu di dunia ini,,,,setidaknya sampai kamu mau ber reinkarnasi " dia terdiam dari tangis nya, hujan pun mereda langit malam penuh bintang kini kembali, " Kino apa kamu mau tinggal di rumahku? " Kini pun mengguk, itulah awal aku bertemu dengan nya, seorang gadis sial yang bertemu dengan seorang hantu gentayangan.
Aku membawanya kembali ke rumah, karena dia hantu aku tidak perlu takut akan ada gosip yang akan beredar nantinya, " Nona kamu tinggal sendiri? " Tanya Kino, " tadinya aku tinggal bersama kedua orangtuaku, tapi mereka baru saja mati ", tanpa sadar air mata mulai mengalir dari mataku, tubuh dinginnya memeluk erat Tubuh kecilku, " Nona jangan menangis,,, walau aku hantu aku akan menjaga Nona dengan baik", entah mengapa rasanya aku pernah mendengar hal ini dari seseorang tapi aku tidak ingat siapa.
Saat bersamanya rasanya sangat nyaman, berada di pelukan Kino yang dingin kenapa membuatku merasa aman?.
Hari-hari bersama Kino bagai berlalu dengan cepat, tidak terasa tahun baru datang, aku dan Kino pergi untuk merayakan tahun baru bersama, orang-orang melihat ku seperti seorang gadis gila yang berbicara dan tertawa sendiri, " Nona ikannya imut sekali, Lihat yang ini mirip seperti Nona,,," kata Kino Dengan wajah lugu dan polos nya, " Apa, kau pikir wajahku ini mirip dengan ikan koki?,,,, Hmp terserah aku tinggal " jawabku sembari berjalan pergi meninggalkan Kino, " ahh,, Nona jangan marah aku hanya bercanda " Kino berlari mengejar ku.
Kami berhenti di sebuah jembatan yang sepi agar bisa menyaksikan indahnya atraksi kembang api akhir tahun dengan tenang, kembang api yang indah mewarnai langit malam Tokyo saat itu, aku merasa sangat bahagia, " Nona ada yang ingin aku katakan,,," tiba tiba Kino berkata demikian dengan wajah serius " Nona sebenarnya,,, sebenarnya aku menyukai mu ", alangkah terkejutnya aku ketika Kino menyatakan cintanya kepada ku, " Kino,,, kamu tidak bercanda kan " Kino mengguk dengan yakin, wajahku mulai merona dibuatnya " a-aku juga menyukai mu " balasku dengan wajah tersipu malu, Kino menarikku mendekati nya, bibir dinginnya menyentuh lembut bibir hangat ku.
Dibawah kembang api malam kami berciuman, jembatan dan langit malam menjadi saksi cinta dari kedua dunia, tapi kebahagiaan ini tidaklah bertahan lama, tubuh Kino mulai berubah menjadi transparan, " Sora,,,, " itulah kali pertama Kino memanggil namaku, " Sora waktuku tidaklah banyak, terimakasih atas kebahagiaan yang telah kamu berikan, jangan bersedih atas kepergian ku, karena dunia ku memanglah bukan disini, tetaplah selalu tersenyum dan bahagia, di reinkarnasi selanjutnya semoga Tuhan berbaik hati mempertemukan kita dan menjadikan kita kekasih ".
Kino menghilang bersama datangnya tahun yang baru, hatiku setarasa sangat sakit, seperti ada ribuan anak panah yang menancap di hati ini, cinta ku dan Kino memang seharusnya tidaklah terjadi, biar bagaimana pun Kino hanyalah seorang arwah gentayangan yang mencari kunci untuk reinkarnasi, walau telah mengetahui fakta itu hatiku tetap saja tidak rela, di jembatan itu aku meneriakkan namanya sembari menangis dengan keras " Kinnnooooo,,,,,,,, ".
Satu Minggu berlalu aku masih tidak percaya Kino pergi, tapi aku harus mengikhlaskan kepergian Kino dan kembali memulai hidup, aku mulai kembali bersekolah agar masadepan ku terjamin dengan baik, di stasiun aku Melihat seorang laki-laki seumuran dengan ku, sedang berdiri sembari menunggu datangnya kereta pagi, wajahnya sama persis dengan wajah Kino apa dia reinkarnasi Kino?, Dia menolehkan kepalanya dan memanggil ku " Nona,,, jangan melamun keretanya sudah datanggg" teriakan blak-blakan itu,,, pasti dia adalah reinkarnasi Kino, entah mengapa aku merasa yakin.
Disekolah guru memperkenalkan seorang murid pindahan dari SMA lain, murid itu adalah orang yang sama aku temui di Stasiun, " Halo semua,,, perkenalan Namaku Sibuya Kino, mohon kerjasama nya ", ternyata itu benar Kino, dia bertengkarnasi kembali.
TAMAT.
Jangan lupa like dan komen, karena satu like dari kalian sangat berarti untuk Author, sekian ceritanya makasih like dan komen serta sarannya, salam hangat dari author 👋