Di sebuah hutan lebat hiduplah Kelinci, Semut, Ulat Bulu, Belalang dan teman-temannya. Kelinci mempunyai sifat yang sombong, dia sering menghina teman-temannya karena dia menganggap dia lah yang paling cantik dan menarik. +
Rambut putih Kelinci adalah salah satu kebanggaannya ditambah lagi kakinya yang lincah membuat kelinci semakin sombong. Semut dan Ulat Bulu adalah korban dari kesombongan kelinci.
"Kelinci, kita main yuk." Ajak sang Semut.
Namun, Kelinci tak menjawab dia hanya terkekeh mendengar ucapan Semut.
"Kenapa kamu tertawa Kelinci, apa ada yang lucu?." Tanya Semut lagi
"Iya, aku hanya lucu mendengar ajakanmu tadi, apa kamu mau mengajakku main? Nggak bisa ya hahaha". Jawab Kelinci meremehkan.
"Kenapa nggak bisa Kelinci, apa kamu sibuk ?". Tanya Kelinci lagi.
"Aku nggak sibuk, aku nggak mau main sama Semut yang jelek seperti kamu heh". Jawab Kelici dengan nada ketus.
Seketika Semut pergi dengan wajah murung, dia tidak menyangka Kelinci akan menolaknya seperti itu, dia hanya ingin berteman dan mengajak Kelinci bermain.
Di tengah perjalanan, Semut bertemu dengan Ulat Bulu. Melihat wajah Semut yang murung Ulat Bulu pun bertanya
"Semut, kamu kenapa? Wajahmu kok murung?" Tanya Ulat Bulu.
"Aku tadi mengajak Kelinci bermain tapi dia malah menolakku dengan kejam, apa aku seburuk itu ulat bulu?". Tanya sang Semut.
"Kamu tidak begitu Semut, sudah lah kamu jangan terlalu mendengarkan Kelinci dia memang suka begitu." Ucap ulat bulu menenagkan.
Kemudia mereka pergi untuk bermain bersama.
Bukan hanya ajakan dari Semut yang ditolak oleh kelinci, semua hewan di hutan itu yang mengajak kelinci bermain pasti ditolak. Kelinci beranggapan bahwa dia sangat istimewa, tidak ada yang bisa menandingi dirinya hingga kelinci merasa bahwa hewan lain tidak pantas untuk bermain bersama dia.
Disaat hewan lain membenci tingkah kelinci, semut dan ulat bulu tanpa lelah terus membujuk kelinci untuk bermain bersama mereka. Walaupun kedua hewan itu hanya mendapat penolakan dari kelinci.
"Kelinci, ayo bermain bersamaku dan ulat bulu. Kami punya permainan baru yang menarik." Ajak semut dengan gembira
"Bermain bersama kalian? Haa, yang benar saja. Jika aku bermain bersama kalian harga diriku akan turun. Lagi pula semut terlalu kecil, tidak terlihat. Bisa saja aku atau hewan lain menginjakmu. Dan kau ulat bulu, kau harusnya sadar bahwa bulumu membuat gatal tubuh hewan lain jika menyentuhmu. Kau seharusnya diasingkan dan malu."
"Kami hanya ingin mengajakmu bermain kelinci. Jika kami tidak mau, tidak apa. Ayo semut kita pergi!"
"Semut, ulat bulu kenapa kalian terus mengajak kelinci bermain? Kalian hanya akan menyakiti hati sendiri karena perkataan kelinci."
"Belalang, kita kan harus mau berteman dengan siapapun. Jika kelinci sekarang bersikap salah, sudah seharusnya kita mengingatkan dia. Biar dia gak sombong dan mau berbaur sama kita semua." Ujar ulat bulu.
"Terserah kalian saja. Aku sudah ingatkan untuk menjauhi kelinci."
Belalang adalah satu dari banyak hewan yang sudah mendengar ejekan kelinci yang menyakitkan hati. Dulu, kelinci mengatakan bahwa dirinya tidak pantas berada di hutan itu karena kaki belalang yang cacat, belalang juga tidak dapat terbang. Karena itu belalang sangat membenci kelinci. Dia terus berpikir cara apa yang mampu membuat kelinci sadar akan tindakannya yang salah, belalang ingin kelinci menyesal dan meminta maaf pada semua hewan yang sudah kelinci ejek.
Pada pagi yang cerah. Belalang pergi mengelilingi hutan untuk mencari teman-teman. Ditengah perjalanan, belalang bertemu dengan hewan yang paling cerdas di hutan itu. +
"Hai kancil", ucap belalang.
"Hai juga belalang, kamu mau kemana nih? Kok sendirian aja", tanya kancil.
"Aku lagi mencari teman-teman ku. Apakah kamu melihatnya?".
"Maksudmu si ulat dan si semut?".
"Iya", ucapnya sambil tersenyum.
"Maaf aku tak melihat seekor hewan pun lewat disini".
"Ya udah tak apa deh, oh iya kancil. Kamu kan hewan paling pintar dan bijaksana dihutan sini. Kamu mau gak bantu aku?".
"Bantu apa?". Belalang menceritakan permasalahannya ke kancil.
Beberapa saat kemudian, belalang selesai menceritakan semua unek-uneknya.
"Hhmm... Begitu ya. Tunggu sebentar aku akan memikirkan caranya". Kelinci pun mulai berpikir dan memutar otaknya.
Beberapa saat kemudian. "Aha!!!", Ucap kancil dengan nada suara yang licik.
Belalang menunggu perkataan yang akan keluar dari mulut kancil. Kancil pun memberi tau rencananya kepada belalang. Belalang menerima usulan dari kancil. Kemudian dia mengungkapkan terimakasih dan pergi meninggalkan kancil.
Beberapa saat kemudian belalang mencari keberadaan si kelinci yang sombong itu. Belalang pergi ke tempat kelinci sering bermain ternyata kelinci tidak ada di sana. Belalang tidak putus asa dia mencari lagi si kelinci ke rumahnya dan dia menemukan kelinci sedang duduk di rumahnya.
Melihat keberadaan kelici, belalang menampakkan seringainya. Dia sudah siap untuk memberi pelajaran kepada si kelinci sombong itu.
"Tunggu saja kau kelinci, sebentar lagi kamu akan menyesal sudah menjadi kelinci yang sombong", ucap belalang dalam hatinya dan dia segera menemui kelinci untuk menjalankan rencananya.
Belalang meluncurkan aksinya dengan cara mengelabui kelinci bahwa diseberang sungai ada kebun wortel yang lebat.
" Kelinci ku dengar ada kebun wortel yang sangat lebat bahkan akan ada kenduri yang diadakan oleh tupai . Apakah kau tidak mau ikut?" Ujar belalang sembari berjalan menuju kelinci
"Benarkah? Mengapa aku tidak tahu?" Kelinci mulai tergiur pernyataan belalang.
"Sungguh kau tidak tahu" seringaian belalang semakin menjadi ketika kelinci masuk dalam perangkap.
"Dimana kebun wortel itu?" Desak kelinci
"Di sana tepatnya di seberang sungai ini kau akan menemui kebun wortel yang lebat " tunjuk belalang ke seberang sungai.
Kelinci mulai mencari kebun wortel yang ditunjukkan oleh belalang yaitu di seberang sungai. Beberapa saat kemudian ia hampir sampai di pinggir sungai. Namun ia tidak melihat jembatan menuju seberang sungai bahkan tidak ada sungai. Kelinci hanya melihat genangan. Sekadar memastikan ia setengah berlari menuju genangan.
Tak lama kemudian ,saat satu langkah ia berjalan setelah setengah berlari tiba-tiba "Aaaa..." Ia terpeleset dan jatuh ke genangan air yang penuh dengan lumpur yang sangat kotor dan bau.
"Ahh.. bagaimana ini badanku bau sekali"
ia bingung dan tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Lalu dengan perlahan kelinci berdiri sambil menangis,ia berjalan mencari hewan lain untuk membantu membersihkannya. kemudian ia melihat semut, ulat bulu, dan belalang yang sedang bermain
"hey,siapapun kalian bantulah aku untuk membersihkan kotoran ini, aku mohon" ucapnya sambil tak henti menangis."
“kau kenapa kelinci?"tanya ulat bulu.
"aku terpeleset dan terjatuh" jawabnya.
"rasakan! itu semua balasan untuk sifat sombong mu itu,dasar kelinci buruk rupa!"ejek belalang sambil tertawa melihat badan kelinci.
"Kau tak boleh seperti itu belalang,dia juga teman kita"kata semut.
"Ayo kelinci,aku bantu kau membersihkan badanmu" ajak ulat bulu.
"Memangnya kau tidak membenciku?"tanya kelinci.
"Aku tidak pernah membencimu" jawabnya dengan senyum ramah.
Tubuh kelinci tetap kotor dan bau meski pun dia sudah berulang kali membersihkannya, ulat bulu dan semut juga sudah kuwalahan tapi masih tetap sama. Kelinci hanya bisa menangis sepanjang hari melihat kondisinya saat ini.
Kelinci sangat memperihatinkan, tubuhnya yang tadinya putih bersih sekarang berubah jadi hitam dan bau. Dia juga dijauhi oleh penghuni hutan, diejek kelinci buruk rupa dan diusir jika mendekat. Hanya ulat bulu dan semut yang ingin menemaninya.
Belalang terus mengejek kelinci, dia tertawa puas melihat keadaan kelinci. Hingga suatu saat belalang melihat kelinci yang berjalan lunglai di depan rumahnya, dia terlihat sangat lemah. Rupanya kelinci sakit karena tidak kuat untuk menerima ejekan dari hewan lainnya.
Penglihatan kelinci mulai buram, lalu pingsan di depan rumah belalang. Belalang yang merasa iba pun kemudian menolong kelinci di tempat karena tak sanggup menahan beban kelinci.
Kasihan kau kelinci. Sampai sakit karena gunjingan dari hewan yang ada di hutan ini. Lalu apa bedanya aku dengan mu yang selalu mencela hewan lain dulu batin belalang berkelana.
Belalang mulai sadar dengan yang telah dilakukan nya . Saat Kelinci bangun ia akan meminta maaf kepada Kelinci. Sedangkan Kelinci mulai siuman dari pingsannya.
"Dimana aku sekarang?" Gumam Kelinci sangat lirih hampir tak terdengar.
"Kau di depan rumah ku Kelinci. Apa kau baik-baik saja?" Ujar Belalang sambil memberi minum Kelinci
"Aku sangat pusing " jawab Kelinci sembari meminum air yang diberikan Belalang.
"Bagaimana kau bisa pingsan Kelinci?" Simpati belalang membuat Kelinci sadar yang telah dilakukan nya dulu.
"Aku sedih karena gunjingan dari hewan lain bahwa aku sekarang menjadi Kelinci buruk rupa. Aku minta maaf Belalang bahwa aku pernah mencela mu dulu.
Sekarang aku tahu bagaimana rasanya dicela. Aku juga akan minta maaf kepada Ulat Bulu dan Semut."
Racau Kelinci sembari mengusap isak tangis yang mengucur
"Aku sudah memaafkan mu kelinci" ucap Belalang dengan tulus serta seulas senyuman.