Ara terlibat kejadian dengan pemuda aneh di kafe, hanya sekali mengganggu Ara pemuda itu mendapatkan hatinya.
***
"Ara, mau kemana? " tanya seorang gadis tampan, Chelsea pada Ara yang menahan kesal karena buku catatan materi kuliahnya di sobek begitu saja, ia membuat catatan itu serapi mungkin bahkan ia menggosok bukunya dengan setrika agar tak tertekuk.
Ia menatap seorang pemuda kacamata yang merasa bersalah karena keterlaluan. Ara melepaskan tangannya kasar dari Chelsea. Ia menghampiri Farhan dan menamparnya, pemuda itu meringis memegangi pipinya yang merah. Tamparan Ara tak main-main, ia mengacungkan jari tengahnya tepat di wajah Farhan.
"Hei, jadi cowok gausah sok! pake nyobek catatan orang sembarangan. saya kesini mau belajar, " bentak Ara pada pemuda kacamata itu, walau berkaca mata ia adalah pemuda yang nakal.
Pemuda itu heran, jelas bukan dirinya yang menyobek catatan itu. Chelsea yang melakukannya karena tak terima helmnya di jatuhkan Farhan. Mereka tadi berdebat cukup serius perkara helm puluhan juta milik Chelsea.
"Chel, gue minta maaf. gue ganti,, ayolah cantik, please. gue minta ke bokap gue nanti " ucap Farhan memohon dengan mata anjing.
"kalo lo gak beli baru, gue pecahin kepala lo tau gak, ngeselin! " bentak Chelsea mengikuti Ara yang merajuk,
Farhan hanya terpaku, ia merutuki nasibnya yang berurusan dengan Chelsea si cewek bencong dan gadis nerd pemarah.
***
Farhan nongkrong lagi di kafe kopi itu dengan teman-temannya, ia bercanda tawa dan mengerjakan laporan tugas kuliah mereka.
Ara memasuki pintu kafe itu, dengan tas dan dan earphone ditelinganya. Ia ke kasir untuk mengambil minuman yang dia pesan, diambilnya minuman choco mint di meja itu. Ia duduk mengeluarkan laptop dan buku-bukunya. Farhan memperhatikan sejak tadi, gadis itu baginya sangat menarik. Ia merasa lucu, Jika gadis itu berdecak dan mengernyitkan alisnya.
"Kok, choco mint? tadi saya pesan avocado! Akhh kesal, " gerutu Ara mendapati minumannya salah, Farhan yang melihatnya kaget karena minumannya choco avocado, Ia segeraberdiri menghampiri Ara yang menuju kasir.
"Hei, minuman kita ketuker? " Farhan memanggil Ara dan memberikan minuman ditanganya ke Ara.
"Udahlah minta ganti aja, udah saya minum " sahut Ara cuek, tak menerima minuman itu. Memang masih penuh, jika sudah bekas tetap saja ia tak mau.
"Maaf ya kak, biar kita ganti, " ucap pegawai kasir itu, ia salah membuat minumannya dan tertukar.
"Gausah mbak, " Farhan merebut minuman di tangan Ara dan langsung meminumnya.
"Hei, itu udah saya minum, jorok! " Ara merebut gelas minuman tadi, terus-menerus dicegah Farhan.
"Enggak biasa aja, gak digigit kan tadi? "
"Ya enggaklah, mana mungkin saya gigit, "
"Ya udah, " Farhan pergi dengan santai sambil menikmati minuman bekas Ara tadi.
"Hei, minuman saya kok gak dikasih? " Ara memanggil menarik jaket pemuda itu, menoleh dan mencium Ara dan memasukkan minuman lewat ciuman itu.
"Kurang ajar, mesum! " Ara memukul pemuda itu dengan tangannya. Ia kaget, perbuatan pemuda itu sangat tidak bermoral.
"Pelan-pelan nanti pada tau, "
"Terserah, " Ara berdecak kesal kembali ke tempat duduknya membereskan barangnya ia menggerutu tak jelas.
"Hei galak, gue ramal kita akan melakukan yang lebih dari ciuman, " Farhan mendekat dibelakang Ara dan berbisik, sesuatu yang menggelikan.
"Tadi bukan ciuman, dan setelah saya ingat-ingat lagi, kamu yang kemarin menyobek buku saya? "
"Enggak, "
Ara keluar dari kafe itu dan mengacungkan jari tengahnya lagi ke Farhan, ia tak mengenal pemuda itu atau pernah bertemu beberapa kali, tapi rasanya menyebalkan.
***
Ara terus mendatangi kafe itu dan tak menemukan pemuda itu disana. sehari seminggu sebulan, pemuda yang tak ia ketahui namanya terus terlintas dipikirannya.
Ia menanyakan Chelsea, dan Chelsea tak tau. Katanya setelah mengganti rugi helm Farhan jarang terlihat dikampus. Ara meminta nomor Farhan dari Chelsea, ia tak bisa tidur sebelum bertemu pemuda itu, setidaknya menanyakan nama atau fakultas.
"Siapa? " Ara hanya diam mendengar suara pemuda itu, suara yang terus terngiang di kepalanya.
"Saya mau melakukan yang lebih dari ciuman, nama kamu? "
"Farhan, kita kencan atau gimana? "
"Nggak, sesuatu yang lebih dari ciuman itu cinta, "
"Jatuh cinta secepat itu? gue narik minuman lo, bukan hati lo! "
***
Baca juga novel selir hati, thanks