Dirumah besar nan megah. Sera bekerja sebagai seorang pelayan bagi keluarga yang dikenal sangat kaya raya. Sudah lama dia bekerja disini dan tentunya telah mendapat banyak pengalaman. Namun, selama ia bekerja di rumah itu, dirinya lebih banyak mendapat perlakuan yang buruk dari majikannya. Keluarga Rasfel yang melakukan tindakan keras tersebut pada seorang Sera. Sekian lamanya, akhirnya Sera memiliki sebuah niat atas ketidaksanggupannya. Yaitu dengan membalas dendam.
Pagi cerah dimusim semi. Sera yang berpakaian layaknya pelayan khusus itu datang menghampiri salah seorang anggota keluarga pemilik rumah. Dia adalah Nife, perempuan remaja yang selalu menyuruhnya melakukan hal-hal aneh. Nife sendiri adalah anak kedua dari pasangan suami istri Rasfel dan Livona.
Saat hadir dihadapan Nife, Perempuan itu menyuruh Sera untuk membawakan barang-barangnya ke sebuah lapangan luas. Sesampainya dilokasi, Sera langsung menata barang-barang itu. Awalnya Sera pikir Nife hanya ingin berpiknik, tetapi pikirannya tetap saja salah. Nife tidak hanya sekedar berpiknik, tetapi ia ingin Sera tegak bersandar disebuah pohon yang ada dibelakangnya. Setelah Sera berdiri didepan batang pohon, Nife langsung mengambil benda dari dalam keranjang pikniknya. Terlihat remaja itu memegang beberapa buah benda tajam.
Sera sontak langsung bertanya
"Apa yang ingin kamu lakukan?"
Tetapi Nife hanya diam dan tersenyum.
Kemudian benda tajam itu pun dilempar ke arah Sera.
Tertancap kuat!
Sera melihat sebilah pisau sudah tertancap di dekat kepalanya. Dengan rasa deg-degan, Sera sulit untuk bergerak. Setelah itu Nife lanjut melempar beberapa buah benda tajam yang ada ditangannya. Satu persatu telah dilempar, dan semua benda tajam itu menancap didekat tubuh Sera. Setelah melakukan hal gila itu, Nife segera duduk dan memakan sajian yang sudah disiapkan didalam keranjang.
Sera terduduk dengan badan yang masih menyisakan gemetar. Seketika Sera ingat dengan niatnya beberapa waktu lalu, yaitu untuk balas dendam. Disela Nife tengah makan, sang pelayan melirik sembari memikirkan rencana.
Siang hari setelah pulang berpiknik, Sera dipanggil oleh Livona untuk datang menghampirinya disuatu ruangan. Wanita itu menyuruh Sera untuk membersihkan ruangan besar dalam waktu singkat. Lalu ia juga menambah beberapa pekerjaan lainnya yang terasa cukup berat bila dilakukan seorang diri.
Sera melaksanakan tugas yang diberikan. Bekerja secepat mungkin, Sera sesekali melihat waktu yang tersisa. Setelah memenuhi tugas itu, Sera tiba-tiba ditarik oleh Livona dengan paksa. Kemudian dia memarahi Sera karena masih terdapat kekurangan dalam hasil kerjanya itu. Sera di tampar dengan kuat, lalu didorong hingga tersungkur.
Usai melakukan pekerjaan dari Livona, pelayan muda bernama Sera itu mendengar namanya dipanggil. Tanpa pikir panjang, Sera bergegas pergi menuju asal suara tersebut. Di sebuah ruangan kamar, Sera bertemu dengan anak pertama yaitu Derin. Lelaki itu meminta Sera untuk mendekatinya. Setelah merasa cukup dekat, dalam sekejap sang pelayan dipukul sampai terjatuh. Derin marah tanpa Sera ketahui apa penyebabnya kali ini. Kemudian si pelayan diikat dan dijadikan tempat pelampiasan emosi Derin.
"Sial! Aku merugi besar kali ini dalam taruhanku!"
Akhirnya Sera tahu apa penyebab Derin murka kali ini. Walau itu tidak ada kaitan dengan dirinya, tetap saja ia selalu menjadi tempat pelampiasan.
Sera dipukul terus menerus hingga darah mulai menetes di lantai. Setelah cukup lama, akhirnya Derin berhenti dan menyuruh Sera untuk membersihkan lantai sebelum pergi dari hadapannya.
Berjalan ditengah lorong sambil menghilangkan bekas darah di wajahnya, tiba-tiba ia didatangi oleh seorang pria tua bernama Rasfel. Kepala keluarga itu datang menghampiri Sera, lalu mengajaknya pergi ke suatu tempat. Mereka berdua pun berjalan menuju lokasi. Sesampainya di tempat tujuan, Rasfel menyuruh Sera untuk membersihkan tempat yang penuh akan debu tersebut. Tugas baru dilakukan dengan sigap. Setelah itu, Sera mendatangi Rasfel yang sedari tadi menunggunya bekerja.
Pria tua itu meminta Sera untuk menunggu ditempat ia berpijak sambil matanya ditutup dengan sehelai kain. Beberapa masa menunggu, Rasfel kembali dan membuat tubuh dari Sera perlahan berbaring diatas sebuah meja. Dalam gelapnya penglihatan, perempuan muda itu bertanya apa maksud dari yang dilakukan oleh Rasfel tersebut. Kain penutup mata dibuka, dan Sera melihat Rasfel sudah berdiri dihadapannya sambil memegang suatu benda. Seketika dia sadar bahwa sekarang dirinya sudah berada dimeja eksekusi dengan ikatan kuat ditangan dan kakinya. Rasfel yang memegang sebuah benda berupa senapan itu langsung sigap mengarahkannya ke orang didepannya.
"Setelah aku pikir-pikir, sepertinya aku tidak membutuhkanmu lagi. Jadi sampai jumpa, Sera."
Sera mendengar perkataan itu dan membuat dirinya deg-degan dalam posisi yang sudah tertekan. Tangan sudah siap menarik pelatuk, kepala senapan itu sudah menempel didahi seorang Sera. Lalu...
Tembakan senapan yang dilakukan oleh Rasfel gagal. Sera berhasil mengelak dan manahan moncong senapan itu.
Rasfel terkejut, lalu perempuan tersebut bergerak cepat dan menjatuhkan senjata milik majikannya. Rasfel tidak diam, ia langsung melawan dengan tangan kosong. Akan tetapi Sera mampu melawannya balik hingga memutar balikkan keadaan. Sang majikan bernama Rasfel itu terbaring diatas meja eksekusi, kemudian Sera memukul beberapa kali sampai bisa mengikat si target yang ada dihadapannya. Rasfel berhasil ditaklukkan. Kini saatnya Sera membalaskan dendam yang sudah lama ia ingin lakukan. Dendam yang tertanam selama ini akan terealisasikan sekarang.
Melangkah diselingi bunyi tapak sepatu yang menyentuh lantai dengan kuat, Sera bergegas menuju suatu tempat dengan tatapan yang amat tajam. Senapan milik mendiang Rasfel tengah ia pegang saat ini. Mengisi peluru baru lalu membuka pintu sebuah ruangan yang ada dihadapannya.
Terlihat Derin tengah duduk sembari membaca sebuah buku.
"Siapa yang menyuruhmu datang kemari, hah?!" Kata lelaki itu pada pelayannya.
Sera diam dan melangkah maju. Derin menyuruhnya berhenti, namun tetap saja Sera terus bergerak hingga berhadapan secara dekat dengan Derin. Posisi mereka bergitu dekat dan suasana berubah menjadi tekanan. Derin melihat wajah perempuan yang ada didepannya seraya membentaknya.
Senyuman yang menantang pun ditampilkan oleh sang pelayan bernama Sera tersebut. Kemudian ia mengangkat senjata yang ada ditangannya dan dengan cepat mengarahkannya pada anak majikannya.
"Apa yang ingin kau lakukan?"
Tanya Derin pada Sera.
Sera menjawab pertanyaan itu dengan singkat.
"Balas dendam".
Door!
Derin tewas dalam sekejap. Kini menuju target berikutnya.
Sera membuang senapan yang sudah kehabisan peluru itu dan melangkah cepat ke sebuah ruangan.
Pintu dibuka dengan kuat. Hal itu mengejutkan orang yang ada didalam. Orang tersebut adalah Nife. Perempuan remaja itu tersentak saat Sera datang secara tiba-tiba. Lalu ia memarahi pelayannya dan langsung melempar benda yang ada didekatnya ke arah suruhannya itu. Lemparan tidak mengenai sedikitpun badan sang pelayan. Nife murka karena si pelayan yaitu Sera meremehkannya. Remaja itu langsung menyerang Sera. Dan apa yang dilakukan olehnya tidaklah berguna. Sera menahan serangan tersebut dan langsung menamparnya dengan kuat. Kemudian Sera menarik rambut dari Nife hingga membuatnya kesakitan. Air mata keluar membasahi wajah Nife. Sera yang melihat itu makin menguatkan siksaan yang dia lakukan.
Tangisan makin menjadi. Saatnya Sera menghabisinya malam ini. Nife diikat dan disandarkan pada sebuah dinding. Lalu melakukan apa yang terakhir kali anak majikannya lakukan terhadap dirinya (Sera).
Dengan begitu balasannya sama. Dan beberapa benda tajam pun menancap pada target. Urusan dengan Nife selesai, saatnya menghampiri target terakhir yaitu Livona.
Pintu didobrak dan membuat Livona terkejut. Dengan sigap Sera menangkap perempuan tua itu dan membawanya ke suatu tempat.
Tangan terikat membuat Livona sulit melawan. Perempuan tua itu terus bertanya mengenai maksud dari pelayannya tersebut. Akan tetapi Sera tetap diam dan terus menuntunnya menuju sebuah ruangan.
Setelah sampai, Livona gemetaran dan terkejut dengan apa yang telah dilihatnya. Keluarganya sudah dihabisi pada malam ini. Melihat pemandangan itu, membuat Livona marah dan melawan Sera. Ikatan berhasil dilepas, Livona pun segera menyerang pelayannya itu.
"Di usia tua kau masih sanggup melawan seperti itu? Aku akan buat kau menyesal malam ini."
Sera melawan balik dan berhasil mematahkan pergerakan Livona. Perempuan tua itu mulai merasa kesakitan pada beberapa bagian badannya. Livona meminta ampun, tetapi Sera tidak menurutinya. Tangannya ditarik sekuat mungkin hingga tidak bisa digerakkan lagi. Livona merasa terdapat bagian yang sudah patah pada bagian tubuhnya. Sera tertawa sekuat-kuatnya dan lanjut menyiksa Livona sampai selesai.
Hari sebentar lagi akan berganti, Sera telah menyelesaikan semuanya. Pakaian khas pelayan itupun diganti dengan pakaian mewah milik keluarga kaya itu. Kemudian Sera pun pergi dari rumah besar tersebut dengan membawa harta milik mereka.
"Suprise telah selesai, saatnya tangan melambai pergi."
-----SELESAI-----