Di suatu pagi yang cerah, terlihat seorang gadis yang sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja,ia adalah Arsya andelion,seorang mahasiswi yang sedang magang disalah satu perusahaan agensi yang bernama HYBE entertainment, setelah selesai bersiap-siap Arsya langsung bergegas keluar dari rumahnya dan terlihat sosok wanita yang sedang menunggu nya diluar.
"lama yah Lo tuguin gue,maaf yah La",ucap Arsya
temannya itu pun langsung berdiri dari duduknya dan menghadap kearah Arsya.
"yok cepat kita udah hampir telat nih",ucap Nadila lalu menarik tangan Arsya.
mereka berdua langsung menuju halte bus, setelah beberapa saat berlalu akhirnya bus pun tiba,dan mereka berdua pun langsung naik kedalam bus.tak butuh waktu lama untuk sampai di gedung angensi.
sesampainya didepan gedung angensi, mereka berdua langsung turun dari bus,dan langsung masuk kedalam gedung, Arsya dan Nadila berpisah disana, mereka pergi menuju ruangan kerja mereka masing-masing, Arsya bertugas menjadi penatas rias artis, sedangkan Nadila menjadi style baju artis.
Setelah beberapa saat menunggu Arsya mendapatkan tugas pertamanya yaitu,menata rambut dan merias salah satuh artis yang bernama Park Jimin,Arsya langsung menuju ruang mekup dan tak lupa dia membawa perlengkapan yang ia butuhkan.sesampainnya diruangan tersebut Arsya melangkah masuk ke dalam nya, terlihat seorang laki-laki yang sedang duduk dan sambil memainkan ponselnya ditangannya,dengan canggung Arsya mendekat kearah orang tersebut.
"selamat pagi,tuan Jimin",sapa Arsya sopan dan sedikit membungkuk,dan orang merasa namanya disebut pun langsung menoleh kebelakang.
"apa kau yang bertugas untuk menata ku hari ini", tanya Jimin kepada Arsya.
"Iyah tuan",ucap Arsya sopan
"baiklah kalau begitu,tunjukan kemampuan mu,saya ingin melihatnya",ucap Jimin lagi.
setelah mendapatkan perintah tersebut Arsya langsung melakukan tugas untuk menata rias Jimin...
beberapa saat kemudian akhirnya Arsya selesai dengan kerjaan dan ia pun hendak pergi dari situ, terapi dihalangi oleh tangan seseorang.
"tunggu sebentar",ucap Jimin menahan tangan Arsya.
"ada apa lagi tuan,apa ada yang kurang memuaskan",tanya Arsya sambil berbalik.
Jimin pun hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Arsya.
"terus", lanjut Arsya lagi
"berikan nomor WhatsApp mu",ucap Jimin sedikit arogan.
"hah untuk apa", tanya Arsya lagi.
"berikan saja apa susah nya sih",ucap Jimin dengan nada bicara tinggi,Arsya yang mendengar bentakan Jimin pun hanya ketakutan dan memberikan ponsel nya kepada Jimin,Jimin mencatat nomor WhatsApp Arsya dan mengembalikan kepada Arsya yang sudah ngemetar.
"sekarang kau boleh pergi",ucap Jimin mengusir Arsya
"i-yah",ucap Arsya lalu berlari keluar dari ruangan tersebut,Jimin yang melihat Arsya yang ketakutan itu hanya tersenyum.
"hahaha dia mudah sekali di buat takut",ucap Jimin sambil tertawa terbahak-bahak.
"seperti aku menyukainya",ucap Jimin sambil melemparkan senyum miringnya itu(smirk)
Jimin pun langsung beranjak dari duduknya dan pergi untuk melakukan syuting run.
kembali kepada Arsya, disebuah ruangan Arsya nampak sedang meringkuk ketakutan,ia memeluk kakinya dan menangis, Arsya adalah gadis yang mudah menagis dan mudah terluka,ia memiliki hati yang rapuh.lebih tepatnya gadis lugu dan polos.....