"Dimana ini?" ucap Sarah yang tanpa sengaja membuka sebuah pintu yang tak lain adalah portal menuju ke dunia lain.
Pintu yang ia buka berasal dari belakang rumah barunya. Pintu itu tertutup tumbuhan rambat. Saat ia tengah berkeliling, ia melihat ada sesuatu yang bercahaya dari tempat itu. Dan disaat itu ia menemukan sebuah pintu.
Dengan rasa penasaran, ia membuka pintu dan betapa terkejutnya ia ketika melihat sebuah hamparan rumput yang sangat luas.
"Dimana ini? Tempat ini indah sekali." ungkap Sarah.
Dari kejauhan terlihat cerobong asap yang mengepul di langit-langit. Setelah di perhatikan, ternyata ada pemukiman di tempat itu.
Sarah yang penasaran langsung berlari dan menghampiri pemukiman itu. Dari dekat, terlihat sebuah pasar dan hiruk pikuk para pedagang yang saling bersahutan. Terlihat sangat aneh karena semua orang mengenakan pakaian biasa dan begitu tradisional.
"Wow... cantiknya." ucap Sarah saat pandangannya tertuju pada sebuah bros yang unik dan klasik.
"YANG MULIA PANGERAN TIBAAA.... "teriak seseorang dari kejauhan.
Semua orang yang berada di pasar yang tadinya berisik tiba-tiba berubah menjadi hening dan saling berdiri di samping jalan dengan teratur.
Seketika itu, datanglah rombongan dengan salah satu kereta kuda yang dihiasi sangat mewah. Semua orang seketika langsung bersujud.
Dari dalam kereta, keluarlah seorang lelaki tampan dan terlihat memakai baju yang amat mewah bak pangeran sebuah kerajaan. Sarah yang tak tau apa-apa hanya berdiri terpaku dengan heran melihat tingkah semua orang.
"H.. hhaaiii" ucap Sarah sambil tersenyum dengan melambaikan tangannya.
"TANGKAP WANITA ITUU.. TANGKAP PENGHIANAT KERAJAAN ITU..!!!" teriak salah seorang di samping lelaki tampan itu.
"A.. apa? hei apa kalian sedang syuting film atau apa?" tanya Sarah keheranan.
Beberapa prajurit langsung menangkap Sarah dan memegang kedua tangannya. Sarah juga di paksa untuk berlutut.
Lelaki tampan yang berdiri diatas kereta perlahan turun menghampiri Sarah. Ia menatap Sarah dan meletakkan jarinya di dagu Sarah.
"Jelek.. dan.. gendut.." ucap lelaki itu. Sarah yang mendengar ucapan itu langsung menggigit tangan lelaki itu.
"Arrggghhh" teriak lelaki itu kesakitan.
"Apa kau bercanda? hei.. darimananya aku terlihat jelek? ingat yaa.. berat badanku hanya 52kg.. itu berat rata-rata tahu.. " tukas Sarah.
'Srinnggg' suara dua bilah pedang tepat di depan tenggorokan Sarah. Sarah seketika langsung ketakutan.
"I.. itu bukan pedang asli kan?"
"Pangeran Stefan tak akan mengampuni perkataan lancangmu!!" ucap salah seorang pembawa pedang.
"Pangeran Stefan? Nama yang cukup bagus tapi orangnya sangat-sangat kurang ajar."
"APAAA???" teriak pangeran Stefan.
"Bawa dia ke istana" lanjutnya.
Para rombongan itu berbondong-bondong kembali menuju ke istana.
~~~~~~
Sesampainya di istana, Sarah sangat tak percaya akan yang dilihatnya. Sebuah istana yang sangat megah bak istana presiden namun lebih megah lagi. Sangat luas dan sangat indah.
Setelah melewati gerbang, Sarah langsung dibawa ke sebuah ruangan yang dimana digunakan untuk menginterogasi seseorang.
"Kalian semua pergilah. Aku yang akan berbicara dengannya." ucap pangeran Stefan.
"T.. tapi pangeran." bantah salah seorang pengawal.
"Pergilahh...!!" tegas pangeran Stefan.
"Baik." dengan sigap semua orang meninggalkan ruangan.
"Hei dimana ini?" tanya Sarah.
"Di kerajaan Carta. Apa kau bukan orang sini?" tanya pangeran.
"Eemm yah begitulah. Bagaimana kau tahu?" ungkap Sarah.
"Kau sedikitt.. berbeda.. dan itu baru.. dan kau sangat menyebalkan." ucap pangeran.
"Oh ya? sebenarnya kau yang lebih menyebalkan." jawab Sarah.
"Bagaimana kalau kau jadi pelayanku saja?" ucap pangeran pada Sarah.
"Pelayan? tak akan." tegas Sarah.
"Oh ayolah itu penawaran yang cukup bagus. Aku akan membantumu pulang. Atau.. kau lebih suka di penjara di tempat ini?" ancam pangeran Stefan.
"Baiklah baiklah.. kau tau? tertulis di wajahmu kau itu tak punya teman jadi mencoba mencari teman."
"Apa? ti.. tidak. Bukan tak punya teman. Semua orang berteman denganku karena menginginkan sesuatu. Dan itu sangat-sangat menyebalkan."
"Benarkah? sebenarnya aku juga menginginkan sesuatu." ucap Sarah.
"Apa?"
"Hatimuu... " goda Sarah pada pangeran Stefan sambil tersenyum dan mendekatkan wajahnya di di dekat wajah pangeran Stefan.
"H.. heii bukankah aku sudah bilang kau jelek? jadi tak mungkin aku tertarik padamu." ucap pangeran Stefan dengan gugup.
"Pfftt iya-iya aku hanya bercanda." ucap Sarah sambil tertawa.
~~~~~~
Sejak hari itu, Sarah menjadi pelayan pangeran Stefan. Segala sesuatu yang dibutuhkannya di siapkan oleh Sarah.
Hari demi hari terlewati, dan semakin hari mereka berdua semakin sering bersama. Bukan karena hanya sebagai pelayan saja. Tapi Sarah mampu mencairkan suasana dan pangeran Stefan mulai terbiasa dengan Sarah seperti temannya sendiri.
Terkadang pangeran Stefan diam-diam tersenyum saat melihat Sarah. Sarah sangat cerewet dan terus saja mengomeli pangeran Stefan ini itu.
Sampai suatu malam, di bawah sinar rembulan yang begitu terang dan banyak bintang-bintang yang betebaran di langit. Sarah duduk terdiam menatap langit malam sambil menitikkan air mata.
Pangeran Stefan yang melihat Sarah langsung menghampiri dan duduk di samping Sarah.
"Ada apa?" tanya pangeran Stefan.
"Aku rindu rumahku. Sebenarnya ayahku telah meninggal dan aku tinggal dengan ibuku. Ayahku pernah mengajakku melihat bintang. Di tempatku, karena langit tertutupi gedung-gedung tinggi dan jika ingin melihat bintang harus dari ketinggian. Dan hari itu.. ayahku mengajakku ke sebuah bukit sambil menggendongku karena aku tak kuat berjalan. Aku merindukannya." jelas Sarah sambil menangis.
"Benarkah? dia ayah yang sangat baik dan mencintai putrinya." sahut pangeran Stefan.
"Ya kau benar dan aku merasa sangat-sangat merindukannya."
"Oh ya bukankah aku berjanji membawamu pulang? Besok aku akan mengantarmu."
"Besok? bukankah terlalu cepat?"
"Bukankah kau sudah lama tinggal disini? ini sudah waktunya untukmu pulang. Besok jam 6 pagi tunggulah di belakang halaman aku akan datang."
"Ta.. tapi.. " ucap Sarah penuh keraguan.
"Sssttt ini perintah." ucap pangeran Stefan.
~~~~~~
Esoknya, pukul 6 pagi di tempat yang pangeran Stefan katakan. Sarah tengah menunggunya. Tak lama kemudian, pangeran Stefan datang dengan menunggang kuda.
"Apa tak apa kita menyelinap pagi-pagi?" tanya Sarah.
"Tentu saja. Asal tak ketahuan."
Seketika itu mereka langsung menunggangi kuda dan menuju ke tempat dimana Sarah pertama kali datang.
~~~~~~
Sesampainya disana, mereka berdua turun dan melihat pintu yang akan di masuki Sarah bercahaya. Sarah berjalan dengan penuh kesedihan. Seketika itu, pangeran Stefan langsung memeluk Sarah.
"Sarahh... aku... sangat-sangat mencintaimu. Maaf mungkin sudah cukup lama dan aku baru mengatakannya. Aku cukup bodoh tak segera menyadari perasaanku padamu." ucap pangeran Stefan sambil menangis.
"Aku juga mencintaimu Stefan. Sangat-sangat mencintaimu." balas Sarah.
"Sampai kapanpun aku akan terus mencarimu. Di era manapun aku akan segera menemukanmu."
"Hei berhenti...!!!" teriak panglima kerajaan dari kejauhan bersama pasukannya.
"Cepatlah pergi dan aku akan membakar pintu ini agar mereka tak masuk ke duniamu." ucap pangeran Stefan.
"Baik."
Segera, Sarah masuk ke dalam pintu dan kembali ke dunianya lagi. Pangeran Stefan membakar pintu itu hingga pintu itu menjadi abu.
Sarah yang kembali ke dunianya merasa sangat kesepian. Tiap hari ia terus merindukan pangeran Stefan. Agar tak terlalu merindukannya, ia lalui hari-harinya sambil belajar dan mencari hal baru.
~~~~~
Tahun demi tahun berjalan. Sarah masih tinggal di rumahnya bersama ibunya. Meski ibunya lebih sering bekerja daripada di rumah.
Suatu hari, mereka kedatangan tetangga baru. Sarah yang tak peduli akan itu tak menghiraukn tetangga itu.
'Tok tok tok' suara ketukan seseorang mengetuk pintu rumah Sarah. Sarah yang tengah membaca buku langsung bergegas membuka pintu.
Saat pintu terbuka, terlihat dari balik pintu sosok yang selama ini ia kenal. Wajah dan senyuman yang mirip pangeran Stefan. Bahkan bukannya mirip tapi memang seperti dia. Sarah seketika langsung tersenyum lebar.
"H..hai.. namaku Stefan. Dan aku tetangga baru. Salam kenal." ucap pria itu sambil tersenyum.
"Tentu. Aku Sarah." balas Sarah sambil tersenyum.
"Sarah.. nama yang bagus dan kau sangat cantik." ucap Stefan.
Mereka berdua tersenyum bersama sambil menatap satu sama lain.
~TAMAT~