Menceritakan kisah tentang seorang perempuan yang berusia 17 tahun harus meninggal dunia diusia muda akibat penyakit yang dideritanya.
Dira seorang pelajar yang duduk di sekolah menengah atas anak dari seorang pemilik mall dan butik terbesar dikotanya.
Dirumah sakit
"Jadi saya sakit apa dok?" Tanya dira pada sang dokter
Terlihat dokter yang memeriksa dira menampilkan wajah sedihnya.
"Saya baik baik saja kan dok?"lanjut dira yang penasaran
" Maaf menyingung,tapi hidup kamu hanya 1 bulan lagi"ucap dokter yang menatap dira lekat
"M-maksud dokter apa?"
"Kamu mengida penyakit glioblastoma dan waktu mu sisa 1 bulan lagi"
"B-bagaimana bisa"dira mulai meneteskan air matanya
" Penyakit ini susah disembuhkan,tetapi kami bisa menghilangkan rasa sakit nya"ucap dokter yang memberikan kertas pada dira.
° ° °
Sejak saat itu dira rutin kerumah sakit untuk terapi. Malam hari,kini semua anggota keluarga dira sedang berkumpul dimeja makan.
"Mah,pah aku mau ngomong" Dira membuka suara
"Dira Sudah berapa kali mama bilang kalo lagi makan jangan ngomong,ngk terlalu penting kan jadi nanti saja sekarang makan" Ucap neza mama dira.
"Tapi ini penting mah"lanjut dira
" Dira dengerin apa kata mama kamu"balas rio ayah dira
Dira hanya bisa menunduk dan berhenti makan.
"Aku Sudah selesai" Ucap dira lalu pergi kekamar nya.
Sudah hampir 3× dira ingin bicara pada ke2 orangtuanya tapi mereka selalu menolaknya dan saat Sudah selesai mereka sibuk dengan kerjaan masing masing.
Waktu terus berlalu kini waktu dira hanya 1 hari lagi,di malam hari dira meninggalkan sekertas surat diatas meja.
° ° °
"Dir lo kok sering kerumah sakit sih emang lo sakit apa?"tanya Satu orang sahabat dira yaitu laila.
" Ngk kok hanya cek kesehatan doang zaman sekarang kan banyak penyakit"bohong dira pada laila
"Yang bener,lo baik baik aja kan" Balas kaila
"Emmm" Dira menganguk lalu tersenyum
Beberapa menit kemudian dira merasakan sakit Kepala penglihatannya mulai kabur dengan cepat ia mengambil obat yang berada ditas lalu Meminumnya,tetapi entah mengapa efek obatnya belum terasa bekerja Membuat dira kesakitan.
"Akhh"
"Dir lo kenapa?" Tanya laila khawatir
"Ahkk t-tolong la... Kai... Hahh akhhh" Dira yang kesakitan ia terus memegang Kepala nya,lalu terjatuh dari kursi.
"Dir.... Dira" Ucap laila dan kaila sambil menepuk pelan pipi dira,murid-murid yang lain pun ikut panik dikarenakan dira terus berteriak kesakitan lalu pingsan dan....Ya,dira Sudah tidak bernyawa lagi, ia meninggal dipangkuan laila.
Setelah dira dinyatakan meninggal pihak sekolah membawa dira pulang,kedua orangtua beserta saudaranya sangat terkejut dan juga tak percaya,rasa menyesal pun tumbuh dihati keluarga dira,tetapi itu semua Sudah terlambat.
° ° °
Dimalam hari neza masuk kekamar dira ia masih terpukul dengan kepergian anak bungsu nya itu begitu juga dengan yang lainnya,saat berjalan kearah meja neza menemukan sebuah surat lalu membacanya, surat yang ditulis dira kemarin malam.
~S U R A T~
"Hallo mah,pah,kak siapa saja yang membaca ini dira harap kalian tidak terpukul dengan kepergian dira,maaf kalo dira ngk ngasih tau semuanya tentang penyakit yang dira alami,dira selalu ingin memberitau semuanya tapi tidak ada yang mau mendengarkan.
kata dokter dira mengida penyakit glioblastoma dan bakalan meninggal dalam 1 bulan lagi,selama satu bulan itu dira pengen dimanja sama mama,papa,dan juga kakak tapi sepertinya waktu dira sudah habis,dira bakalan pergi besok.dira takut meninggalkan kalian semua, kenapa ini terjadi sama dira mah?.......
~dira sayang mama,papa, dan juga kakak~"
° ° °
Setelah membaca surat yang ditulis dira,neza menangis histeri"diraaa.....hiks hiks nak maafin mama"neza merasa gagal menjadi seorang ibu yang baik.
~The end~