Yeomso, seekor kambing jantan dengan ukuran yang tidak bisa dibilang besar. Sebenarnya ukuran tubuh yang ia miliki masih bisa dianggap proporsional untuk masuk ke kategori kambing sehat, namun jika diperhatikan kembali justru bentuk tubuhnya itu hanyalah susunan tulang yang menumpuk dengan sedikit daging dan lemak.
Yeomso sebenarnya tidak masalah dengan bentuk tubuhnya, namun tidak begitu dengan lingkungan sekitarnya.
"Kamu jangan disini, mengganggu pemandangan!."
"Itu makananmu kemana semua? Kok gak ada yang jadi daging?."
"Ah kayaknya sampai mati juga kamu gak bakalan bisa dipotong, manusia kan gak makan tulang?."
Itulah sebagian kalimat hinaan yang sering Yeomso dengar, ia beberapa kali mencoba cuek dengan hinaan tersebut, namun semakin lama semakin mengganggu kalimat-kalimat itu terdengar.
"Baiklah jika kalian bosan melihatku, kenapa kalian tak meminta agar mata kalian buta? Supaya kalian gak melihat bentuk tubuhku lagi!." Kali ini Yeomso berteriak untuk membela diri, bagaimanapun kesabarannya memiliki batas.
"Kau sekarang berani melawan? Ah bentuk badan segitu juga sok!."
Pikiran Yeomso semakin mendekati batas kewarasannya, sebelum semuanya menjadi sesuatu yang bakal ia sesali maka sebaiknya ia menepi dan meninggalkan mereka.
"Suatu saat...suatu saat aku akan kembali dan menunjukkan kepada kalian siapa Yeomso sebenarnya!."
Yeomso berjalan menjauh meninggalkan kelompoknya, baginya lebih baik terasing dari pada terus menjadi bahan ejekan. Jika ia belum mampu untuk melawan secara fisik, maka ia akan menunjukkan perlawanan dengan sikap.
Suatu saat Yeomso akan kembali menaklukkan mereka!.