"Kookie ... Aku boleh pake ini buat besok?" Hana menunjukkan bikini two piece ke Jung Kook, suaminya.
"Nggak boleh." Jung Kook tidak ingin tubuh istrinya terlalu terekspos.
"Appa ... Kiki boyeh?" Kiki, putra mereka menunjukkan celana renang bercorak Iron Man.
"Boleh."
"Noona cuma boleh pake pakaian renang yang tertutup."
Hana, istri Jung Kook, usianya lebih tua dua tahun dari Jung Kook. Sebelum mereka berpacaran hubungan mereka adalah teman biasa. Jung Kook sudah terbiasa memanggil Hana dengan sebutan Noona.
"Sia-sia dong aku olahraga tapi gak bisa pamer." Hana sebenarnya cuma ingin memancing emosi Jung Kook.
"Kan aku yang lihat tiap malam." Jung Kook smirk.
Keesokkan harinya keluarga kecil mereka menuju ke kolam renang. Kiki yang masih berusia tiga tahun senang menaiki seluncuran. Ia naik tangga, turun berseluncur, naik tangga lagi, turun lagi. Begitu seterusnya.
"Ki ... Appa bawa ini." Jung Kook menyerahkan pistol mainan berisi air ke Kiki. Kiki lalu memencetnya ke arah wajah Jung Kook.
"Bukan ke appa, Ki."
"Ke eomma." Jung Kook berbisik ke telinga Kiki.
Jung Kook dan Kiki bergerak perlahan-lahan ke arah Hana. Lalu menembaki punggung dan rambut Hana dengan pistol air.
"Apa-apaan ini?" Terdengar suara bass pria dari seorang transgender bertubuh langsing melotot ke arah Jung Kook.
Jung Kook salah sasaran. Ia mengira yang ia tembak tadi itu Hana. Ia mulai panik. Kiki yang takut, bersembunyi di belakang Jung Kook.
Hana yang melihatnya tertawa.