Pada awalnya aku hanya menolong nya, lalu kami akrab...Namun
Namaku adalah Jennie, aku besar di keluarga yang sederhana. aku memiliki teman bernama renjun, ah sebenarnya dia bukan teman ku, tapi dia adalah orang yang ku tolong dan kemudian kami akrab. aku tidak tau apa pekerjaan nya, dimana rumahnya, yang aku tau dia hanya pria baik.
Renjun berumur 20 sedangkan aku 18. Tapi dia 1 sekolah dengan ku. Entah apa yang ku pikirkan suatu hari ada seorang pria yang datang kerumah ku dan dia ingin aku menjadi pacarnya.
Ya, Dia adalah Chenle. Chenle adalah sahabat ku dari kecil, entah mengapa ia menyimpan perasaan padaku. saat itu aku yang bahagia langsung menerima dia sebagai kekasih ku, tanpa ku ketahui ada yang tidak senang dengan hal ini. siapa dia?
"Hmm, Maukah kau menjadi pacar ku?" Ucap chenle
Aku refleks langsung menutup mulut dengan kedua tangan lalu mengangguk.
Pada ke esokan paginya Chenle mengajak ku untuk bertemu di sebuah taman dimana kami selalu bermain bersama
Tanpa di duga renjun datang kerumah ku
"Eh nak renjun ke sini, ada apa?" Ucap ibuku
"Jennie nya ada bu?" Ucap Renjun
"Ada dikamar, lihat saja. ibu mau pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan makanan" Ibuku berkata begitu
"Ah, Baiklah. Hati hati di jalan" Ucap renjun dengan sopan
Ibuku pun pergi dan hanya tersisa aku dan renjun di dalam rumah. renjun mulai naik ke lantai atas dan masuk ke kamar ku
"Jen!" Teriak renjun
"Eh renjun? kok disini?" aku bergumam sambil heran
[Renjun pun membuka pintu kamar jennie dan langsung masuk. renjun langsung merebahkan diri di kasur jennie. Memang sudah terbiasa sejak renjun dan jennie bertemu. karena setiap renjun kerumah jennie pasti selalu membawa sesuatu. itu yang membuat ibu jennie tidak enak dan langsung menganggap renjun seperti anak sendiri
"Ngapain Kesini?" Ucap ku
"Emang Gak boleh ya..." Ucap renjun sambil cemberut.
"Aish kau jangan seperti itu, terlalu imut" Ucapku sambil kesal. Ya karena saat dia bersikap begitu pasti akan manja
Aku yang dari tadi duduk di depan rias meja pun mulai menghampiri renjun. dan aku berkata
"Antarkan aku, "
"Kemana? Jalan jalan? kok cantik banget" ucap renjun
"Aku ingin bertemu dengan chenle, pacar ku" ucap ku sambil bermain hp
"ChenLe teman mu itu? kalian pacaran? kapan" ucap renjun penuh tanya
"Ekhem, Hust anterin aja" Ucap ku dengan santai
aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya hingga aku cuek kepada renjun. saat itu aku belum tau bahwa renjun ada psikopat yang di kenal cukup posesif, banyak orang yang mengenal renjun, tapi aku tidak mengenal nya karena saat aku bertanya tentang dirinya ia selalu mengelak
"Aku pulang" Ucap renjun dengan suara dingin dan langsung pergi
"Eh kok pulang sih?" batin ku
Tak lama kemudian aku menerima pesan dari chenle
[Pesan] "Jen... Maaf kita harus putus"
aku pun membalas pesan dengan kesal dan emosi
[Pesan] "Kenapa? Kamu gak suka aku atau karena aku dari keluarga sederhana? "
[Pesan chenle] "Bukan begitu! aku minta maaf"
"Aargh sial! kenapa aku bodoh malah menerima cinta nya! Lihat, sekarang aku yang tersakiti"
Mata ku mulai keluar air mata dan hingga malam aku sangat sedih, karena tidak ada 1 hari menjalin hubungan sudah putus
disisi renjun
"Bagus! Kau nikmati malam ini chenle" renjun
"Ka-kau!" Chenle
Ternyata ChenLe di tangkap oleh renjun dan di siksa hingga darah nya habis. ternyata demi melindungi ku chenle mengajak ku putus. dan akhirnya dia meninggal di tangan renjun. Namun kabar tv mengatakan itu adalah sebuah kecelakaan
tak lama dari kejadian itu aku mulai penasaran apa yang terjadi dengan ChenLe. dan saat itulah aku tahu bahwa yang membunuh chenle adalah RENJUN
Aku kecewa terhadap renjun yang sudah ku anggap sebagai kakak ku sendiri. ternyata identitas nya tidak bisa, melainkan keturunan bangsawan, keluarga nya memiliki hampir setengah saham di negara, dan dia adalah ketua mafia, Lebih tepatnya adalah psikopat karena ia melakukannya sendiri tanpa dibantu.
saat aku tahu hal itu aku berusaha nenutup semua nya. namun ibuku yang tau tak bisa menahan nya. bagaimana ibuku tau? ya, karena semenjak pertama kali bertemu dengan renjun ibuku sudah tau bahwa renjun ada ketua mafia. jadi, ibuku takut jika aku kenapa kenapa, but.... ibu ku diam saja tak mengatakan apapun demi keselamatan ku
"Kau-Kau adalah ketua mafia! Kau tidak boleh bertemu dengan putri ku lagi!" Teriak ibuku dengan kuat hingga aku yang didalam kamar dapat mendengar nya
tiba-tiba...
'DOOR'
'DOOR'
suara tembakan terdengan jelas, aku pun langsung turun ke lantai bawah dan melihat ibuku yang terbaring di lantai. tapi saat itu aku yang shok tiba tiba pingsan
saat aku bangun, aku sudah berada di kamar mewah nan megah. ya! itu adalah rumah renjun, lebih tepatnya adalah mansion pribadi nya.
Tangan dan kaki ku di ikat, aku duduk di atas kasur. aku hanya bisa diam, dan dia datang lalu melum*at bibir ku. itu adalah ciuman pertama ku.
"Renjun!! Apa kau sudah gila! kau sudah membunuh ibu ku!" Teriak ku sambil kesal
"Kau, hanya milik ku. Karena ibumu itu pengganggu" ucap renjun dengan dingin
"Ibumu tau aku siapa, dan dia tidak akan mau menyerah kan mu padaku" Renjun berkata sambil smirk
"Kau!!!"
Aku pikir dia adalah orang baik, ternyata...
-END