Tidak usah mendekat
hitamku terlalu pekat.
Aku palsu,
senyum yang dipaksakan
dan tawa yang seolah tanpa beban.
Seperti lilin,
aku menerangi
tapi membakar diri sendiri.
...
Sendiri, dan rasa sepi. Hanya 2 kata yang selalu ada bagiku. Kegelapan yang telah menjadi rumah dan sunyi sepi yang telah menjadi teman.
Sebagai seseorang yang entah mengapa harus memiliki takdir yang seperti ini... Rasanya sudah terbiasa.
Dari pagi hanya duduk dan terus menatap ke luar padahal tidak ada yang terlihat. Kegelapan menyelimuti matanya.
Menjadi aib dari keluarga Duke yang hanya tinggal selangkah lagi menjadi Grand Duke. Keluarga yang terkenal dengan sebutan sang Rembulan Darah Keluarga Duke Lancaster.
Aku membenci kondisiku. Karena ku keluarga Lancaster mendapatkan banyak hinaan.
Aku akui aku memang tidak pantas untuk berada di keluarga ini. Aku akan pergi. Biarkan mata gelap ini yang memimpinku. Setidaknya aku tidak akan menjadi beban lagi.
Besoknya papa datang, tapi tidak sendirian. Ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Siapa?
" Celi " papa memelukku dengan lembut. Ia tau aku sedang takut.
" Si-siapa "
" Tenanglah sayang. Ini Han. Mulai sekarang ia akan melindungimu saat papa dan Edward tidak ada "
Aku menangis dalam pelukannya. Bertanya apa aku beban bagi papa dan kak Edward? Namun, papa menjawab tidak.
Ia mengatakan bahwa semua menyayangiku. Besok papa akan pergi berperang. Sementara kak Edward sedang menjalankan misi akademinya.
" Jangan tinggalkan papa. Jangan " tubuh papa bergetar. Aku tau ia trauma. Dulu mama pergi meninggalkannya setelah tersenyum dalam tidurnya.
Namun, apakah aku bisa? Entahlah.
Besoknya papa berangkat menuju medan perang. Aku takut.
Han selalu berada di dekatku. Mereka bilang Han adalah orang jenius yang bahkan kekaisaran menginginkannya. Sedikit demi sedikit aku mengerti Han itu orang seperti apa.
Ia hangat. Selalu ada saat aku mimpi buruk. Sama seperti papa dan kak Edward.
Namun perasaan buruk menghampiriku. Papa... Aku terus menangis dan memanggil papa.
Aku takut.
" Tenanglah Celine. Tuan Duke akan baik-baik saja " Han memelukku, mencoba menenangkan ku.
Tangisku sedikit mereda. Tapi aku tetap khawatir. Ini tidak pernah terjadi. Mana papa terasa melemah.
Tiba-tiba jantungku terasa seperti tercabik-cabik. Aku muntah darah.
Aku merasakan mana Gan menjadi tidak stabil. Setelahnya semua gelap, lebih gelap dari biasanya.
...
" Ugh " aku memegang kepalaku. Apa yang terjadi mengapa disini sangat sakit dan kamarku sangat terang.
" Hiks... hiks... hiks... Papa, kak Edward, Han " aku menangis keras. Ini menakutkan.
Aku mendengar derap langkah kaki yang terburu-buru. Siapa mereka. Mengapa ada di kamarku?
" Celi " seorang pria yang berambut perak dengan mata emas mendatangiku. Wajahnya tampan. Sempurna.
" Papa " cicit ku. Aku merasakan mana yang akrab. Dia langsung memelukku. Dan mengucapkan kata maaf berulang kali.
" Papa tampan. Mata emas dan rambut perak yang indah " aku tersenyum. Wajahnya tampak... Hmm terkejut mungkin.
" Celine " kakak berlari memelukku dengan air mata yang mengalir. Dia memelukku dengan erat.
" Kakak sama seperti papa tampan " ia memelukku lebih erat.
" Tentu, karena aku adalah kakak mu " ia berkata dengan suara yang terdengar penuh haru.
Lalu aku melihat Han. Aku menghampirinya.
" Han " aku berjalan kearahnya dan menghamburkan diri kedalam pelukannya.
" Han menawan. Rambut biru malam mata biru dan merah. Cantik " aku memujinya.
" Terimakasih Celine " aku merasakan mana yang memuai. Lalu menatap ke arah Han yang tengah tersenyum tulus.
Serpihan cahaya keluar dari tubuhnya. Aku menatapnya bingung.
" Tugas Han sudah selesai. Nona ku yang cantik sudah mendapatkan kembali warnanya. "
" Tidak ada yang tetap di dunia ini. Sayangi mata indah ini ya Nona Celine "
Tidak aku tidak ingin kehilangan Han. Sekali lagi aku menghambur memeluknya.
" Celine sayang Han, jangan pergi " aku menangis.
" Maaf dan sampai jumpa lagi " setelah itu ia menjadi butiran cahaya. Aku menangis keras. Kakak dan papa memelukku erat.
Satu-satunya yang tersisa hanyalah kenangan dan pedang dengan sarung dengan ukiran berwarna biru dan emas dengan bilah pedang transparan.
Akan ku jaga mata ini, pemberian Han. Pedang ini akan ku gunakan untuk membunuh mereka yang berani menyakiti keluargaku.
Terimakasih Han. Sampai jumpa lagi
...
THE END ~~
Jangan lupa
Klik lambang Heart ❤️ nya
Berikan saran dan kritiknya di kolom komentar ya ✨
Adios~~