30 juni 2019 hari dimana Yesi dan Felton resmi berpacaran.
"ciee... yang baru jadian, pajak jadiannya dong!" Ujar Sarah pada Yesi yang sedang duduk tersenyum membaca buku.
"apaan sih! minta sama Felton!" Sahut Yesi dengan wajah memerah.
"nih!" Ucap seorang pria tampan yang berada di belakang Yesi sembari menyerahkan selembar uang merah.
"dia disini!" Batin Yesi mencoba untuk bersikap tenang.
"makasih Felton..." Ucap Sarah pada pada pria yang memberikannya selembar uang kemudian berjalan meninggalkan Felton dan Yesi.
Sebuah pelukan hangat melayang pada tubuh Yesi dari arah belakang disusul oleh sebuah dagu yang menetap di atas kepala Yesi.
"lagi baca apa sayang? gak rindu sama aku?" Ujar Felton dengan nada manja pada Yesi.
"yank.. nanti dilihat sama guru.." Kata Yesi.
"aishh gak seru nih, kamu jangan rajin dong jadi orang... aku kan insecure jadinya, kamu itu ketua kelas, juara kelas, cantik lagi.. kamu jangan terlalu sempurna!" Ujar Felton pada wanita nya.
Tawa manja terdengar dari mulut Yesi yang membuat Felton semakin gemas pada bayi imut miliknya.
Segera Yesi meletakkan bukunya. Lalu berbalik memeluk Felton kemudia berkata..
"sayang, bolos yuk..."
Ucapan yang keluar dari mulut Yesi tentunya membuat seorang Felton sang ketua genk berandalan mengeluarkan ekspresi kaget.
"gak boleh! sayang, kamu harus jadi ibu yang baik buat anakku! cukup aku aja yang rusak kamu jangan!" Ucap Felton menasehati Yesi.
"yank.. kami jamkos kok, aku juga gak mungkin ninggalin pelajaran kalau gurunya ada" Jelas Yesi dengan tenang.
"iya deh, ayo.." Balas Felton kemudian nenarik Yesi.
Tibalah mereka di sebuah lapangan luas sembari menikmati roti yang telah di pesan sebelum nya.
"sayang sering ke sini?" Tanya Yesi pada Felton yang sedang duduk di samping Yesi.
"sering.. apalagi kalau dapat nilai ulangan yang rendah" Balas Felton dengan senyuman tampan pada Yesi.
"huhh!! malam ini ke rumah yah.. nanti aku ajarin" Ujar Yesi dengan serius.
"oke!" Sahut Felton dengan semangat.
"adik kecil ngak boleh pacaran disini" Suara yang berasal dari belakang mereka.
Segera Felton dan Yesi berdiri lalu berbalik ke arah sumber suara, betapa terkejutnya Yesi melihat segerombolan preman berbau minuman keras.
"yank..." Kode Felton meminta Yesi mundur ke arah belakangnya.
Belum sempat melangkah mundur salah seorang preman menarik tangan Yesi dengan keras.
Melihat kejadian itu, Felton segera menedang keras perut preman yang membuatnya melepaskan Yesi.
"lari!!" Perintah Felton pada Yesi.
"bersama!!" Jawab Yesi dengan tegas.
"pergi!!" Ujar Felton yang sekarang sibuk menghadapi para preman.
Dengan berat hati Yesi berlari meninggalkan kekasih hati nya.
"ah! dasar anak kecil! kau membiarkan mangsa kami lari!" Ujar salah seorang ketua preman tersebut.
"tidak akan kubiarkan kalian menyentuh dirinya bahkan sehelai rambut!" Balas Felton dengan tegas.
dorrr dorrr dorrr
Malam hari tiba dengan cepat namun perasaan risau dihati Yesi terus terlihat. Ia cemas terhadap suara tembakan yang di dengarnya.
Selang beberapa menit sebuah ketukan berbunyi di rumah Yesi. Betapa terkejutnya Yesi melihat pacarnya yang telah di lumuri darah.
"sayang!!" Ucap Yesi dengan tangis yang tidak bisa ditahan dengan pelukan hangat pada tubuh Felton.
"yank... kamu dingin, aku siapin air hangat yah.." Kata Yesi pada Felton.
Felton hanya diam sembari mengangguk setiap perkataan Yesi. Selesai membersihkan diri dan berpakaian Felton segera menuju kamar Yesi.
"sayang, kamu lapar?" Tanya Yesi.
"ngak" Jawab Felton.
"yank, kamu sebenarnya kenapa bisa sampai berlumuran darah?" Tanya Yesi.
"aku tadi menembaki mereka" Balas Felton.
Lima bulan berlalu dengan keadaan yang baik. Hingga suatu hari seorang sahabat baik Yesi membeberkan rahasia besar pada Yesi.
"Yes.." Kata Sarah.
"kenapa?" Tanya Yesi.
"kamu pacaran sama Felton gak ada yang aneh gitu?" Tanya Sarah.
"aneh gimana?" Ujar Yesi.
"Felton kakinya gak nyentuh tanah..." Bisik Sarah.
"ah! jangan bercanda deh!" Timpal Yesi.
"udah lama aku mau cerita, cuma... " Kata Sarah terhenti melihat kemunculan Felton tepat di belakang Yesi.
"cuma apa?" Tanya Yesi.
"cuma kayanya Felton udah ngajak kamu ke kantin duluan, jadi aku duluan yah... bye!" Balas Sarah dengan cepat lalu meninggalkan kelas.
"sayang!!" Sahut Felton dengan senyuman tampannya sembari memberikan makanan yang telah di pesan.
"makasih" Balas Yesi dengan senyuman.
Felton bergegas membalikkan bangku di depan Yesi lalu duduk mengahadap Yesi.
"aaa" Isyarat Felton membuka mulut dengan lebar sembari menyuapi Yesi.
Yesi kemudian sengaja menjatuhkan sendok, dia mencoba memastikan perkataan Sarah.
prakk *sendok terjatuh
Segera Yesi membungkukkan badannya lalu melihat kaki Felton yang menyentuh tanah.
"wah!! matanya Sarah gak bener nih!" Ucap Yesi dengan geram.
"apa yang gak bener?" Tanya Felton melihat kelakuan Yesi.
"masa dia bilang kamu itu hantu yank!" Ucap Yesi sembari memutarkan kedua bola matanya.
"kamu takut?" Tanya Felton.
"iyalah!" Balas Yesi.
Felton hanya terdiam, kemudian melanjutkan aktivitasnya bersama Yesi.
"yank.. aku ke toilet bentar yah.." Izin Felton pada Yesi.
"iya.." Balas Yesi.
di toilet wanita
"ahkk!!" Teriak Sarah yang kaget melihat Felton.
"aku sudah bilang jangan menakuti Yesi!" Ucap Felton dengan mata yang memerah.
"ampuni aku!" Mohon Sarah pada Felton.
Felton kemudian melayang di udara lalu menghilang.
"sayang.. aku ngantuk.." Ujar Felton yang tiba-tiba berada di belakang Yesi.
"mau bolos lagi?" Tanya Yesi.
"iya" Jawab Felton.
Felton dan Yesi kemudian meninggalkan kelas, mereka kemudian singgah di salah satu warung minuman.
"nak, itu pacarmu yah?" Ujar penjaga warung.
"iya tante, ada apa yah?" Tanya Yesi.
"kakinya gak nyentuh tanah, kamu mendingan putus aja deh" Ujar penjaga warung.
"sayang! ayo buruan!" Teriak Felton yang sedari tadi berdiri di luar mobil.
Yesi kemudian bergegas masuk, belum sempat berjalan. Seorang anak kecil penjual koran menawarkan pada Yesi.
"kak.. korannya..." Ujar anak kecil.
"yank, kamu punya uang lebih?" Tanya Yesi pada Felton.
"nih..." Ujar Felton memberikan uang nya.
"kakak beli satu yah, kembalian nya punya kamu aja" Ucap Yesi sembari memberikan uang.
"terimakasih kakak cantik, oh yah kak.. kakak sama siapa? kenapa bicara sendiri?" Tanya anak itu.
"ehmm.." Gumam Yesi yang bingung dengan pertanyaan anak itu.
"yank... ayo..." Ujar Felton.
"iya..." Balas Yesi kemudian menutup pintu mobil.
Tibalah mereka di rumah Yesi, lalu menuju kamarnya.
"sayang... hari ini jangan buka tv yah" Ujar Felton memeluk Yesi dengan manja.
"kenapa?" Tanya Yesi.
"gak boleh aja pokoknya" Sahut Felton kemudian mencium kening Yesi.
"aku ngambil air dulu di bawah" Ujar Yesi.
"aku aja" Balas Felton.
Setelah memastikan Felton pergi, Yesi kemudian mengambil ponsel miliknya. Betapa terkejutnya dia membaca sebuah berita, mengetahui Sarah telah meninggal dunia.
"gak pasti bohong!" Teriak Yesi.
"kamu bandel yah" Ucap Felton yang tiba-tiba muncul di belakang Yesi.
"ayangg!!" Peluk Yesi pada Felton kemudian air matanya mulai berlinang.
"udah yah sayang, jangan nangis" Ujar Felton menenangkan Yesi.
"ayo ke rumah Sarah!" Ucap Yesi yang kemudian bergegas bersiap.
Felton dan Yesi kemudia menuju ke pemakaman Sarah yang langsung di kebumikan pada hari itu juga.
"kamu Yesi yah..." Ujar pria yang berada di depan Yesi dan Felton.
"jauhi dia!" Sahut Felton menghadang pria itu.
Pria itu kemudian menghentikan langkah kakinya. Setelah pemakaman selesai, Yesi mencari toko terdekat meminta izin ke toilet.
"kamu!" Ujar Yesi terkejut melihat pria yang di temuinya di pemakaman.
"saya Astra kakaknya Sarah" Ucap pria itu.
"maaf kak, saya tidak bisa menjaga Sarah" Kata Yesi dengan penuh penyesalan.
"dek, Sarah meninggalkan karena dibunuh oleh Felton" Ujar Astra.
"gak mungkin!" Bantah Yesi.
"kakak cuma mau kasih tau. Kalau pacarmu itu sudah lama meninggal" Ujar Astra sembari menyerahkan kartu nomor miliknya.
"jika kamu berubah pikiran segera hubungi kakak" Sambung Astra lalu meninggalkan Yesi.
Dalam perjalanan pulang, Yesi terus memikirkan perkataan dari semua orang yang pernah menegurnya tentang Felton.
Sampailah mereka di rumah, Yesi langsung bergegas menuju kamarnya meninggalkan Felton yang masih memarkirkan mobil.
"huhh!! haus banget" Kata Yesi.
"nih" Ujar Felton yang memberikan air minum.
Yesi kemudian menaruh curiga pada Felton, yang selalu saja muncul tiba-tiba. Terlebih lagi baru saja Yesi sampai dan berkata haus. Seharusnya Felton masih di bawah memarkirkan mobil. Dan air minum berada di lantai bawah.
"yank, bisa ambilin aku cemilan di bawah?" Tanya Yesi.
"sebentar yah..." Balas Felton meninggalkan Yesi.
Dengan cepat Yesi mencari kartu nomor yang telah di berikan Astra, namun tak kunjung di jumpai.
"kamu cari ini?" Ujar Felton.
"sa-sayang" Kata Yesi dengan irama jantung yang tak beraturan.
"kamu ini, sudah berani selingkuh yah?" Tanya Felton dengan nada marah.
"gak kok" Peluk Yesi pada Felton dengan terpaksa.
"kamu udah tau yah..." Tanya Felton.
Yesi hanya terdiam lalu melonggarkan pelukannya, namun Felton terus mempererat pelukan Yesi.
"uhkk!! aku sesakk!!" Ujar Yesi.
"bagus dong! kita akan bersama selamanya" Balas Felton.
"Felton!!" Teriak Yesi membuat Felton melepaskan pelukannya.
"Felton... lupain Yesi.. kamu pergi dengan tenang jangan kesini lagi, kita udah beda alam" Ucap Yesi dengan gemetar.
Yesi kemudian menatap mata Felton yang telah memerah.
cleppp *pisau menacap tepat di jantung Yesi.
"kita pergi bersama" Ujar Felton sembari menyeringai.
#[Game] Bad Ending