Mau menyerah tapi keadaan nggak ngebolehin, pokoknya mau mati aja tapi masih harus ingat ada keluarga yang masih harus dinafkahin. Mau nuntut tapi nuntut ke siapa? mama!?papa!?atau Tuhan!?
Udah pontang-panting cari uang tapi tetep aja nggak cukup, apa karena kurang bersyukur? udah coba ikhlasin mama mati dan papa nikah lagi, apa masih kurang? mau sekolah aja nggak bisa, malah bisanya putus sekolah padahal masih SMA dan sekarang harus jadi tulang punggung keluarga gara-gara papa ninggalin kami.
Aku lagi berusaha buat wujud in keinginan mama supaya kakak kuliah sampai S2 dan si bungsu bisa kuliah S2 juga. Aku putus sekolah dan langsung cari kerja, nggak peduli gimana caranya pokoknya uangnya harus bisa cukup buat bayar sekolahnya kakak dan adikku kalo soal makan itu urusan kedua yang penting bisa sekolah kata mama. Tapi masalahnya kalo buat makan aja seret terus buat bayar listrik sama air pakai apa!?
Susah banget cari kerja karena aku cuman lulusan SMA, susah banget tapi untung aja bisa kerja part time. Sehari ambil 4-5 tempat itu pun belum cukup buat bayar kebutuhan kita. Kakak sama adik ku nggak tau apa apa soal itu karena takutnya mereka kepikiran dan bikin jadi nggak fokus dalam pembelajaran.
Kepikiran sih buat open bo aja supaya nggak perlu stres cari uang tapi keinget pesen mama "mau semiskin atau sesusah apapun hidup kamu di masa depan, jangan pernah cari uang pakai cara kotor".
Udah doa tiap hari supaya nggak mati muda karena tiap hari cuman tidur 5 jam.
Tapi sekarang malah doa supaya cepet mati tapi di tunda dulu sama Tuhan karena Tuhan tahu kakak masih kuliah S2 dan adik masih kuliah S1 nanti sisanya mau di tanggung siapa kalo aku mati duluan.
Pukul 01.00 A.M
Aku baru aja sampai rumah setelah kerja dari tadi. Aku melangkahkan kakiku menuju dapur tak terlihat apapun di atas meja makan, aku berjalan mengambil gelas dan mengisi gelas itu dengan air putih dan meminumnya untuk mengisi perut kosong ku. Aku tadi sudah makan siang kok jadi tidak terlalu lapar cuman haus aja. Kemudian aku tidur dan bangun jam 6 pagi.
Pukul 06.00 A.M
"Adek!! jangan ngambil telur kakak!! kan kamu udah ada sendiri!!"teriak sang sulung dengan nada kesal.
"ngalah kali kak sama yang paling kecil!!"jawab si bungsu.
"sudah-sudah nih ambil punyaku aja, jangan bertengkar lagi ya!!"jawabku untuk meredakan suasana itu.
"kakak yakin? nggak mau nih?"tanya si bungsu.
"iya, kakak udah kenyang tadi malam makan banyak karena teman kakak ada yang ulang tahun!!"jawabku lalu ku sambung lagi "Aku pergi dulu ya, bye kak...dek!! semangat sekolahnya!!😊" ucapku lalu pergi berangkat kerja.
"iya, hati-hati dek!!"teriak si sulung di lanjut dengan teriakan si bungsu "dah kak!!"
Aku mengawali hari dengan kerja part time di sebuah minimarket kemudian di lanjutkan ke toserba..cafe..restoran..bar. Tak banyak yang bisa kulakukan, aku hanya bekerja sebagai kasir di minimarket, penjaga kasir juga di toserba, pelayan di cafe, lalu pelayan di restoran, dan sebagai bartender di sebuah bar.
Tiap pulang bawakan nya capek terus.. pengel dan laper karena tadi siang nggak makan karena nggak punya uang. Tapi saat pulang juga nggak ada makanan akhirnya cuman bisa masak mie cup instan. Cuman bisa berdoa semoga nggak usus buntu aja karena lumayan sering makan mie instan.
Keesokan harinya, pukul 05.00 A.M
"Dek.."panggil si sulung. "engh..."erangku. "bangun dulu kek!! kakak mau ngomong nih!!"si sulung mencoba membangunkan adik pertamanya.
Aku pun terbangun dan segera duduk, mencoba membuka mataku walaupun rasanya berat sekali karena tadi pagi pulangnya jam 2 pagi.
"ada apa kak?"
"kakak perlu uang nih, kamu ada nggak?"
"buat apa kak?"
"kakak harus patungan buat organisasi karena uang organisasi kakak nggak cukup mangkannya kakak dan yang lain harus patungan!!"
"dan lagi uang saku kakak dan adek udah habis!!"
TENG.. rasanya kepalaku ingin pecah saja saat mendengar tentang uang, kepalaku langsung berdenyut habis bangun tidur langsung di minta uang walau aku tau itu kewajibanku. Tapi.. tapi, apa aku boleh sekali saja meminta mereka bekerja hanya untuk mendapatkan uang saku? aku benar benar sudah pusing untuk membayar uang sekolah kakak dan adikku dan lagi aku harus menyisihkan uang untuk makan sehari-hari dan untuk membayar listrik, air, gas.
"Dek.. gimana ada uang nggak?"
"maaf kak, adek cuman ada segini!!"aku merogoh kantung di celana kerjaku dan memberikan semuanya. Hanya ada 15.000 itupun untuk makan siang ku, mungkin hari ini aku tak makan siang lagi.
"gak papa dek, makasih!!"
"tapi uang sakunya gimana? bulan lalu adek cuman kasih 100.000 buat aku dan adek jadi bulan ini nggak ada sisanya!!"
"sabar ya kak, adek belum ada uang buat ngasih uang saku. Buat bayar uang listrik dan air aja susah jadi uang sakunya di tunda dulu ya kak, secepatnya adek usahain. Tenang aja adek bakal cari kerja part time lagi supaya ada uang tambahan!!"
"udah nggak usah dek, kamu nanti kecapekan!!"
"tenang aja kak, aku masih muda jadi masih kuat!!😁"
"yaudah dek, kakak balik ke kamar lagi ya?"
"iya kak"
kakak kembali ke kamarnya sedangkan aku langsung mengecek jam. Ternyata masih jam 05.30, aku sudah tak bisa tidur lagi padahal baru tidur 3 jam. Aku masih harus memutar otak untuk mencari pekerjaan tambahan, aku butuh uang segera untuk memberikan uang saku untuk kakak dan adek.
Setelah mandi aku langsung bekerja, tak ada waktu untuk sarapan. Akhirnya aku melamar ke sebuah toko aksesoris untuk menjadi kasir di sana. Setelahnya aku segera menuju ke minimarket untuk kerja part time.
Pukul 04.00 A.M
Tadi Bar benar-benar ramai jadinya aku disana cukup lama. Aku melihat jam dan menghela nafas. Tak ada waktu untuk tidur 2 jam lagi kerja. Oh ya ada kabar baik ternyata aku di terima dan aku telah menginfokan kepada semua manager di tempat kerjaku lalu segera mengatur waktunya.
"Pagi kak!!"sapa si bungsu.
"Pagi dek!!"jawabku
"mana kakak!?"tanyaku
"Kakak pertama nggak ada jam kuliah hari ini jadi bisa santai di rumah!!"jawab si bungsu.
"ih.. enaknya!!😅"
Aku pun sarapan bersama adik bungsuku. Makan perlahan untuk mengisi perut.
Ngatuk.. satu kata yang menggambarkan hariku. Ingin tidur tapi masih harus bekerja, rasanya hari berjalan sangat lambat. Sekarang aku sedang di bar dan meracik minuman untuk pelanggan.
Ceklek.. aku membuka pintu kamarku. Kini waktu telah menunjukan pukul 2 dini hari. Aku segera tidur karena pukul 6 aku harus bekerja. Tubuhku seakan remuk, sakit semua namun untungnya ada koyo di rumah jadi tinggal pasang deh!
Aku tak menyangka bisa menjalani hari-hari buruk ku itu dengan lancar. Kakak sudah lulus tinggal tunggu adek yang bentar lagi bakal sidang skripsi. Seneng banget bisa liat saudara-saudaraku jadi lulusan S2 walau aku cuman lulusan SMA.
Kakak lagi cari kerja. Sedangkan aku tetep kerja part time di 6 tempat setiap hari, kenapa? karena sesudah bayar sekolah sekarang saatnya nabung buat mereka. Pola tidurku benar-benar tak teratur kadang cuman tidur 2-4 jam perhari kalo bisa tidur 5-6 jam aja aku udah bersyukur tapi nggak bisa!! masiha ada kerjaan yang maksain aku tidur cuman 2-4 jam.
7 bulan kemudian
Si sulung udah kerja di sebuah perusahan yang lumayan terkenal sedangkan si bungsu juga udah kerja di salah satu rumah sakit terbesar di kota yang ku tinggalin.
"Mimpi mama udah jadi nyata tapi sekarang aku bingung harus ngelakuin apa?" "Aku udah nabung buat masa depan kakak dan adek, tapi masih bingung sama masa depanku.. mau wujudin cita-cita ku juga nggak bisa karena cuman lulusan SMA jadi sekarang aku harus apa?" Aku tak bisa tidur padahal sekarang sudah pukul 03.30 dini hari. Bingung sama kelanjutan kehidupanku kayak kehilangan arah aja, mungkin karena dulu kerja buat bisa biayain kakak dan adek tapi setelah lulus malah bingung mau ngapain. Apa ini udah saatnya aku ikut mama? dulu selalu doa semoga cepet ketemu mama tapi nggak bisa karena terhalangan harus jadi tulang punggung keluarga tapi sekarang kan udah enggak. Mereka udah kerja semua udah jadi orang hebat. Mama pasti banggakan lihat mereka, maaf aku cuman bisa sekolah sampai SMA. Nggak bisa lanjut kuliah karena nggak ada uang, buat bayar kuliah 2 orang aja susah apalagi 3 orang.
Tapi nggak papa, kita adalah keluarga. Rumah tempat aku ngerasa aman dan nyaman. Walau harus tersiksa juga nggak papa kalo demi keluarga. Seneng bisa jadi saudara yang baik buat saudaranya. Berharap masih bisa terus jadi saudara yang baik, baik buat keluarga dan teman-teman.
The End