Udara masih begitu dingin ketika akhirnya aku mulai menghabiskan masa liburan panjang kemarin. Hari ini adalah hari dimana aku harus mulai lagi rutinitas seperti biasa sebagai seorang pelajar.
Tahun ini aku lulus dari Kuliah. Lulus dengan hasil memuaskan. Aku akhirnya menghabiskan masa liburan panjang yang bertepatan dengan libur hari raya dengan hati yang sangat gembira.
Lama, aku sampai lupa kalau hari ini hari pertama masuk Kantor Aku termasuk beruntung bisa masuk di Perusahan tersebut. Banyak teman-teman lain yang tidak diterima.
Setelah berbagai persiapan yang dilakukan akhirnya hari ini adalah hari pertama masuk Kantor. Hari ini aku mulai mengerjakan berbagai berkas penting yang harus kukerjakan dengan cepat. Aku sangat senang, kantorku sangat indah, berbeda dengan kantor ayahku.
Bangunan Kantor yang bagus, di bagian depan ada resepsionisnya yang ramah dan para pekerja lainnya.
Tempat santai kantor ada, halaman kantornya asri dengan taman yang dipenuhi bunga mengelilingi bagian depan kantor.
Tiga hari aku telah berkerja di perusahan tersebut.
“Hei, jangan melamun terus, nanti berkasnya diambil orang loh”, ucap salah satu teman menyapaku.
“Eh, iya…. Kamu siapa?”
“Aku satu kampus dengan kamu dulu, masak kamu lupa….”
“Iya aku ingat tapi maksudku kita kan belum kenalan, aku Sizena”
“Oh, iya aku Ratna… aku mau ke kantin kamu mau ikut tidak?”
“Oh iya, aku ikut…”
Senang rasanya mendapatkan banyak teman baru, Ratna adalah salah satu teman sekampusku dulu. Ada banyak teman lain yang baru aku kenal, mereka kebanyakan baik-baik, cantik dan ganteng lagi.
Rapat pertamaku, tiba-tiba aku merasa takut,
“kok bossnya seperti itu ya…” bisikku kepada karyawan sebelahku.
“Memang kenapa sih?” jawab Nelly.
“Itu, seram, sepertinya bapak itu galak…” ucapku lagi.
Aku sempat takut sekali melihat penampilan boss itu. Bayangkan saja, badannya tinggi besar, putih, matanya tajam dan yang paling membuat aku takut adalah parfumnya yang menyegat.
Karena sangat takut aku bahkan sampai merinding dan gemetar, “aduh bagaimana ini…”, ucapku lirih.
“Sudah, diam jangan ribut dulu, belum tentu bapak itu galak”, jawab Nelly sambil melotot ke aku.
Akhirnya aku serius memperhatikan bossku itu. Ternyata benar, setelah berkenalan dan memberikan pelajaran ternyata bapak itu tidak galak.
Suaranya ternyata lembut dan terlihat sangat sabar. Akhirnya, pelan-pelan rasa takut ku pun hilang.
Begitulah, hari pertama yang menegangkan ternyata tidak seperti yang aku takutkan sebelumnya. Pengalaman hari pertama masuk sekolah itu membuatku tidak takut lagi ketika melihat boss yang tampak galak.
THE END