"aaaarrrrrrgggggghhhhh...... Hah.... hah.... hah..". Sakit sekali rasanya.
"ampunnnnn buuuuuuu,bukan aku yang memecah kan guci nya". Teriak ku memohon namun Ia tak memperduli kan nya.
"heh, gadis bodoh....... Jangan mengelak ya.....!!!!". Seru nya kesal sambil menyeret tubuh kurus ku tanpa belas kasihan.
"lalu siapa yang memecah kan guci kesayangan ku, hah....... Kalau bukan diri mu yang bodoh ini". Teriak nya memekak kan telinga ku.
"kak citra yang melakukan nya buuuuuuuu....". Ku mencoba menjelaskan kesalah fahaman ini.
"eh, enak saja kau menuduh ku...... Atas bukti apa kau memfitnah ku begini....!!! Seru kak citra memutar balikan fakta.
" sudah salah masih mengelak, memfitnah orang lagi". Ibu tambah geram.
"aaarrrrggggghhhh sakit bu.... Huhuhu aaammmpuuuun". Aku memohon lagi berharap ada belas kasih nya untuk ku.
"Jangan panggil aku ibu, kau tak pernah lahir dari rahim ku!!!!". Seru nya
Nama ku Ara, usia ku baru 19 thn, mengingatkan dia memang bukan ibu kandung ku, ia hanya ibu sambung yang di persunting ayah setelah kematian ibu kandung ku tujuan ayah agar ada yang merawat ku.
Ibu marni nama nya, Ia memiliki anak gadis seusia ku bawaan dari suami terdahulu. suami nya meninggal saat ia mengadung anak pertama nya. Lalu bertemu ayah di saat pesta ulang tahun negara. Mereka merasa bahwa senasib dan saling membutuh kan, maka terjadi lah pernikahan ini.
Kehidupan kami awal nya bahagia namun setelah ayah meninggalkan ku setahun yang lalu mereka memperlakukan ku bagaikan seorang pembantu.
Tidak ada pelayan yang boleh membantu ku setiap mereka memberikan ku pekerjaan yang berat. Jika ada yang melanggar mereka lalu di pecat tak di beri gaji dan pesangon.
Jatah makan ku yang sedikit, dan kamar ku yang nyaman berganti gudang dekat dapur yang lusuh.
Aku selalu berharap ada yang menolong ku keluar dari siksaan ini.
"panggil aku nyonya dengar itu".dorong hingga aku tersungkur.
Bukan nya aku tak mau melawan, sudah pernah ku coba namun gagal malah siksaan lebih parah yang ku terima. Mau kabur dari sini pun sangat lah sulit.
Mereka memiliki anak buah preman yang mengerikan.
"heh, anak sial kau tau tidak guci kesayangan ku ini sangat sulit di dapat kan". Geram nya sambil menjambak rambut ku, rasanya seperti semua rambut aku akan tercabut semua.
"aaaaarrrrghhhhh....... Nyonya tolong belas kasihani lah aku". Aku memohon tak tahan lagi.
"kamu pantas nya mati saja,sungguh merepotkan".ucapan pedas citra sungguh tak berperasaan.
"kak tolong akuuuuuu.... Cerita kan yang sebenarnya kepada ibu". Aku memohon agar citra mengakui kesalahan nya, jika citra yang berbuat mungkin ibu tiri nya akan mengampuni nya.
"ihhhhhh tak sudi aku, kamu yang salah kok mau lempar kepada orang lain". Elak citra tak mau mengaku.
"kurang ajarrrrrrr, berani nya kamu menuduh putri ku".ucap ibu tiri ku semakin geram dan membentur kan kepala ku ke lantai.
"aaaaarrrrghhhhh.................". Sakit sungguh sakit sekali rasanya,seakan isi kepala ku ingin keluar semua.
Tiba-tiba ada rasa dingin yang keluar dari kepala ku, mereka terlihat panik dan memanggil para pelayan. akhir nya pandangan mata ku megkabur lama - lama jadi gelap.
Serasa ada tangan yang membelai pipi ku dengan lembut. Perlahan ku membuka mata ku, kepala ku masih terasa sakit dan pusing. Sehingga penglihatan ku belum normal masih terlihat kabur.
Butuh waktu mata ku menyesuaikan ke adaan dan akhirnya penglihatan ku terlihat jelas.
"ahhhhh". Aku terkejut setelah tersadar ada orang yang tiduran disebelah ku.
"kau sudah tersadar??". Ia bertanya karena teriakan ku tadi.
"si-siapa anda??". Tanya ku berusaha mengusai ke adaan.
"aku pangeran Raden Arya sena". Ucap nya memperkenal kan diri.
"pangeran??". Apa kah aku sedang bermimpi, aku melihat sekeliling mengapa bangun ini sangat kuno, dan pakai pria ini memang seperti bangsawan Kerajaan jawa jaman dahulu.
"awwww ". Aku mencubit keras pipi ku sendiri, untuk memastikan ini mipi atau sungguhan. Terasa sakit cubitan ku berarti ini nyata bukan mimpi.
"bagaimana dengan mu,, siapa kah diri mu?". Tanya nya.
"aku Ara nawita".aku memperkenalkan diri.
"emmmm, pangeran boleh saya tanya sesuatu??". Tanya ku ragu.
"mau tanya apa??". Tanya nya.
"mengapa aku ada disini?". Tanya ku padanya.
"aku menemukan mu tergeletak di jalan dengan luka kepala yang sangat parah seminggu yang lalu". Jelasnya santai.
"mengapa kita tidur di tempat yang sama??".tanya ku lagi.
"karena aku berniat akan menjadikan mu permaisuri ku". Ucap nya santai sambil berlalu meninggalkan ku di kamar ini yang sedang terkejut karena ucapan nya.
"hei pangeran, hei tunggu apa maksud nya itu??".tanya ku memastikan.
Namun ia tak mendengarkan malah berlalu begitu saja, saat aku mau mengejarnya kepala ku masih sakit dan terasa pusing.
"huh dasar orang aneh". Gerutu ku.
Tak lama para pelayan kerajaan masuk membawa kan ku banyak makanan, pakaian dan aksesoris lain nya.
"tuan putri, silah kan di habis kan dulu makanan nya, lalu setelah nya berganti pakaian".ucap salah satu pelayan itu.
"adakah kalian ada yang tahu, mengapa pangeran ingin menikahi ku??". Tanya ku pada mereka.
"bukan hak kami tuan putri, kami di larang berbicara masalah keluarga kerajaan ". Ucap salah satu dari Mereka.
"sudah selesai kalian menyiap kan nya??. Tanya pangeran itu masuk ke dalam kamar.
Sosok nya gagah, tampan dan berwibawa sungguh mempesona pandangan mata.
" sudah pangeran ". Sahut mereka serempak.
" tinggalkan ruangan ini". Titah nya.
"bagaimana keadaan mu, apakah masih belum bisa beranjak dari tempat tidur?". Tanya nya pada ku.
"emmmm, sudah membaik dan sakit kepala ku sudah tak terasa lagi setelah minum ramuan yang di berikan tadi". Ungkap ku sedikit gugup
(bagaimana tidak gugup wajah nya memperhatikan ku seruis sekali dan sedekat ini)
"oh, baik lah jika benar-benar sudah pulih aku akan mengajak mu ke suatu tempat". Ucap nya.
"i-iya pangeran". Sahut ku.
"pangeran bolehkah aku bertanya". Ungkap ku.
"boleh, apa yang ingin kau tanya kan". Ucap nya dengan santai.
"bagaimana pangeran menemukan ku?". Tanya ku.
"hanya itu?". Tanya nya lagi dan aku hanya mengangguk membenar kan.
"saat sedang berburu, aku menemukan mu tergeletak di hutan tepi perbatasan hutan terlarang". Cerita nya.
"ku lihat pakaian mu sangat aneh dan penuh dengan luka lebih lagi di bagian kepala". Lanjutnya.
"lalu ku bawa kau kembali ke istana ku ini". Ucap nya.
"Hanya itu?". Tanya ku lagi.
"ya, hanya itu..... Mengapa?". Tanya nya kembali.
"apa kau mengingat sesuatu?". Tanya nya.
"tidak, tidak ada pangeran dan terima kasih sudah membantu ku". Ucap ku berterima kasih atas bantuannya.
"sudah tidur lah, beristirahat dengan baik besok aku akan mengajak mu lihat - lihat istana ku". Ujar nya menyuruh ku istirahat dan membenahi selimut ku
Lalu ia pergi keluar.
Oh sungguh romantis sekali.......
Hai sadar lah, pengeran itu hanya kasihan pada mu.
Namun, bagaimana bisa aku beristirahat dengan tenang. jika masalahnya bagaimana bisa aku terdampar disini belum di ketahui pasti alpa penyebabnya.
Padahal se ingat ku, aku berada di rumah dan sedang di siksa ibu tiri ku.
Huft sangat membingungkan kejadian ini, apakah aku menjelajah waktu atau masuk ke alam lain. Tak tau pasti apa yang sebenarnya terjadi.
"hei, bangun lah sudah pagi". Sayup-sayup terdengar sapaan seseorang.
Aku tersentak kaget, ku kira hanya mimpi tapi ternyata aku terbangun masih disini.
Ia tersenyum yang melihat tingkah terkejut ku.
"ayo, bergegas lah sarapan dan ganti lah pakaian mu".ucap nya lalu pergi keluar.
Para pelayan sudah menyiapkan sarapan dan pakaian ku. Mereka melayani ku mengobati luka - luka di tubuh ku.
Serasa nyaman sekali hidup ku bila di perlakuan seperti ini. Seandainya ibu dan kakak tiri ku berbuat baik pada ku, aku pasti akan sangat menyayangi mereka.
Setelah selesai semua nya aku keluar dadi kamar dan melihat pangeran sudah menunggu ku duduk di taman sekitaran kamar itu.
"wah cantik sekali diri mu, memakai pakaian itu" sanjung nya ketika melihat ku.
Aku pun tersipu malu atas pujian nya membuat hati berdebar - debar.
Lalu ia mengajak ku berkeliling istana yang megah dan indah sekali. Dikelilingi taman bunga, ada bahan pohon buah, hewan - hewan peliharaan juga cantik - cantik terawat.
Yang membuat ku bingung istana ini nampak lenggang sekali, dan hanya nampak beberapa pelayan.
Tidak terlihat anggota kerajaan seperti yang ada di cerita - cerita.
"pangeran apakah istana ini memang sesepi ini?". Tanya ku.
Ia hanya menanggapi ku tersenyum tanpa menjawab. Yang membuat ku semakin penasaran dan bingung.
"mengapa tidak menjawab?". Tanya ku penasaran.
"keluarga ku sudah tidak ada, mereka semua sudah di bantai oleh Para pemberontak". Akhir nya pangeran mau bercerita.
"maaf kan aku, yang sudah lancang menanyakan hal sedih ini pada mu". Ujar ku tak enak hati.
"Ara, mau kah kau menikah dengan ku?".tanya nya mendadak membuat ku seakan tak bisa bernafas dalam sekejap.
"Apa aku di lamar dadakan Sama pangeran ganteng". Ucap ku dalam hati.
"tapi pangeran, apa kah tidak terlalu mendadak??". Tanya ku kurang yakin dengan tawarannya tadi.
"tidak, aku jatuh cinta pada mu pada saat pertama kali menemukan mu di hutan". Ujar nya meyakinkan.
"jika kau bersedia, akan ku bahagia kan diri mu dan tak akan menyakiti mu". Ujar nya.
Hati ku seketika meleleh, karena tersanjung atas ucapan nya yang begitu romantis.
Benar-benar idaman, jika benar ucapan nya begitu aku pun akan bersedia jadi istri nya.
"apakah janji pangeran bisa di pegang?".tanya ku.
"iya bisa, aku selalu memegang sumpah dan janji ku". Ujar nya meyakinkan.
"kau harus menerima syarat agar tak keluar dari area istana". Ujar nya lagi.
"mengapa pangeran?". Tanya ku heran.
"karena di luar istana sangat berbahaya". Ia memperingatkan.
Dalam sedamai dan asri begini ternyata bagian luar istana tidak lah damai, bagaimana dengan masyarakat nya???.
Keesokan nya semua pelayan terlihat sibuk sekali menyiapkan kan pernikahan ku dengan pangeran.
Tak lama nampak kereta - kereta masuk istana. Seperti nya tamu undangan juga sudah sampai.
Namun mereka semua nampak nya, aneh dan dingin. Bukan nya menyapa ku mereka nampak seperti acuh.
Namun, aku abaikan saja, mungkin mereka tidak tahu bahwa aku lah calon pngenatin wanita nya.
Malam pun tiba, aku pun sudah didandani sedemikian rupa layak nya pengantin wanita dan seperti seorang ratu. Lalu para pelayan mengeiringi ku kebagian aula istana, disana nampak ramai suara gamelan,para tamu, penari menyambut para tamu, dan seorang seperti pendeta sudah menyiapkan berbagai macam alat seperti akan diadakan ritual.
Hati ku deg - degan kita melihat pangeran yang malam ini terlihat sangat tampan dengan pakaian kerajaan nya. Tersenyum menyambut ku.
Kami berjalan bersamaan menuju altar yang sudah ada pendeta nya dan bersiap melakukan ritual pernikahan. Semua tamu tampak serius wajah raut wajah mereka tampak serius dan seram.
Bulu kuduk ku meremang,seolah - olah tatapan mereka seperti akan menelan ku.
"sudah siap kah kau jadi sitri ku, melahirkan
Keturunan ku?". Ujar nya ketika sampai di altar sebelum memulai ritual. Aku hanya mengangguk setuju.
Pendeta mulai membakar dupa, dan membaca ntah apa sepertinya sebuah mantra.
Setelah nya ketika akan adakan ritual selanjutnya yang katanya penyatuan darah dalam air.
Tiba-tiba ada angin sangat kencang, dan ada seorang seperti ustad menghentikan acara tersebut.
"hentikan semua ini". Ujar ustad itu keras membuat pangeran terlihat geram dan marah.
"dia bukan pasangan yang sesuai dengan mu, kalian tak pantas bersatu". Ujar nya lagi.
Lalu terlihat ustad itu terbang menghampiri ku, lalu membawa ku lari menjauh dari altar. Dan aku hanya bisa terdiam membisu dan seperti patung tak bisa berbuat apa-apa.
"sadar lah nduk, ini bukan tempat mu, kembali lah". Ujar nya menyadarkan ku.
Aku pun tersadar bahwa sekeliling ku nampak tak normal kehidupan manusia pada umum nya, mereka tampak seperti mayat hidup,mata menghitam, dan tercium aroma busuk. Hanya pangeran saja yang masih tampak seperti manusia normal lain nya.
"aku harus kemana pak?". Tanya ku.
"ikuti aku, aku akan membawa mu kembali".ujar nya sambil membawa ku berlari menjauh dari istana.
Namun, pangeran tidak tinggal diam.
Ia mengejar kami, lalu menghalangi kami agar tak bisa meninggalkan istana.
"Ara, kau tak boleh pergi dari istana ku!!!". Seru nya marah.
"kau harus menjadi permaisuri ku, tak ada yang boleh membawa mu pergi ". Ujar pengeran.
"tapi kita tidak bisa bersatu pangeran". Ujar ku mulai ketakutan.
"pergi lah menjauh, jangan menghalangi kami". Ucap ustad itu.
"heh, jangan harap kau bisa membawa pergi calon istri ku". Ujar pangeran marah. Mata nya berubah menjadi merah dan mengerikan.
Membuat ku takut menatap nya.
Terjadi lah pertarungan sengit antara pangeran dengan ustad itu. Mereka saling menyerang satu sama lain dan sama-sama kuat.
Tak lama ustad bersila dan membaca beberap ayat dan doa, meminta perlindungan dari yang maha kuasa. Pengeran terpental dan terluka parah. Sesaat aku merasa iba dan kasihan dia terluka karena ku. Namun, ustad memperingatkan ku jangan mendekati nya.
"Jangan kasihan padanya, dia iblis tak pantas kau jatuh cinta pada nya". Ujar ustad mengingatkan ku.
"itu hanya tipu daya nya saja". Lanjutnya lagi.
"segera lah pergi, kearah barat masuk lah ke pintu yang bercahaya putih". Perintah nya.
"disana adalah jalan mu kembali ke alam mu". Ujar nya menjelaskan ketika melihat ku kebingungan.
"aku akan menahan nya disini". Ujar nya lagi.
Aku lalu bergegas berlari ke arah yang di tunjuk tadi,namun para pelayan pangeran mencoba menghalangi ku. Wajah mereka jauh berbeda dari sebelumnya, buruk sekali dan mengerikan.
"Jangan takut nduk, baca doa apa saja yang kamu ingat dan minta pertolongan ke pada yang maha kuasa". Seru ustad itu dari kejauhan.
Aku mengikuti arahan ustad itu berlari sekuat nya menuju arah barat dan mencari pintu yang di maksud. Lagi - lagi makhluk pelayan itu mencoba menangkap ku. Ku rapalkan doa - doa agar di berikan kemudahan bisa melalui mereka, dan ternyata benar mereka tiba-tiba takut tak berani mendekat.
Setelah beberapa saat aku menemukan pintu yang di maksud, segera ku memasuki pintu itu.
Namun, tangan pangeran tiba-tiba menghalangi.
"kau yakin akan kembali kesana?". Ujar nya.
"disiksa lagi oleh mereka, menetap lah bersama ku jadilah istri ku". Rayu nya kembali.
"tapi kita tidak bisa bersatu". Ujar ku sedih karena sudah mencintai nya.
"aku tak perduli, aku sudah jatuh cinta dan menyayangi mu". Ujar nya lagi.
"pangeran jika kau mencintai ku, maka lepas kan aku kembali ketempat ku". Pinta ku, yang mebuat nya tampak kesal.
Tangan nya mencrengkram ku, berusaha membawa ku pergi dari situ. Namun, bersyukur ustad tadi membantu ku, mendorong ku ke arah pintu. Kesempatan ini langsung ku manfaat kan bergegas masuk kepintu itu.
Seketika semua menjadi silau,aku mencium aroma menyengat khas obat - obatan disini.
Perlahan mata ku terbuka dan penglihatan ku sedikit demi sedikit terlihat jelas. Tangan ku terlihat tertempel selang infus, di hidung alat bantu oksigen. Saat ku raba kepala ku ada beberapa perban menempel.
Aku merasa seperti sedang di rumah sakit, dan ada Bibi Anne sedang tertidur di sofa sebelah kasur ku.
Bibi Anne saudari ayah satu - satu nya. Ia memang masih muda jarak usia nya dengan ku hanya 8 thn saja. Karena jarak usia nya dengan ayah jauh sekali.
Bukan nya ia sedang kerja di luar negeri,kontrak kerja nya yang tinggal 3 bulan lagi baru kembali.
"mengapa Bibi Anne sudah kembali". Gumam ku dalam hati.
"Bibi.....".panggil ku.
Bibi Anne terbagun, dan terkejut sangat bahagia sekali . Ia mengucapkan syukur berkali - kali, setelah melihat ku tersadar.
Dari cerita Bibi Anne, dia menemukan ku tergeletak di lantai, saat ia tiba di rumah. Bibi Anne sengaja datang tiba-tiba memberikan kejutan dan sekalian melihat bagaimana ibu tiri ku memperlakukan dengan baik atau tidak karena ia curiga mengapa aku tak pernah membalas surat nya setahun terakhir ini.
Dan kenyataan nya ia melihat ku sudah tak berdaya dan bersimbah darah di lantai dengan pakaian lusuh. Ini sudah menyatakan bahwa aku tak baik-baik saja.
Bibi langsung melarikan ku kerumah sakit terdekat dan membuat laporan kepolisian atas penganiayaan terhadap ku.
Aku koma selama 2 bulan, karena pendarahan hebat di bagian kepala.
Akhirnya kehidupan ku membaik, ibu dan kakak tiri ku mendekam di penjara atas perbuatan nya.Dan aku tinggal bahagia dengan Bibi Anne.
Suatu hari Bibi Anne memberi ku kejutan ulang tahun berlibur pariwisata dan mengunjungi beberapa monumen peninggalan sejarah kerajaan jawa jaman dulu.
Yah, bisa di bilang Bibi Anne dan aku memiliki hobi yang sama tentang arkeologi pra sejarah.
Aku sangat bahagia sekali menikmati pemandangan alam yang indah dan ornamen - ornamen kuno disini.ketika kami menjelajah bagian petilasan,sungguh terkejut nya aku ada nama petilasan pengeran Arya Sena.
Jantung ku ber degup kencang mengingat kejadian saat itu. Ternyata aku pernah menjelajah waktu pada masa itu.
Tak lama kami setelah menikmati pemandangan tersebut. Kami kembali ke resort untuk beristirahat dan makan malam.
Resort ini sangat tradisional dan nyaman sistem makanan nya seperti prasmanan, sehingga memudah kan para tamu memilih makanan sesuai selera masing-masing.
Saat menunggu antrean, tiba-tiba ada pungunjung tak sabaran buru - buru menyela. Sehingga membuat ku oleng dan hampir jatuh.
Namun,seperti ada yang menangkap ku, adegan ini sangat lah seperti berjalan lamban.
Mata nya dan mata ku saling bertemu, wajah nya seperti tak asing.
"aku sudah lama menanti nya". Ucap nya sambil tersenyum miring.
"apa.....??“. Ucap ku terkejut.
Mengapa ia mengucapkan hal seperti itu....
Siapa kah dia????