Hujan
Senja mulai beranjak, suasana disekitar bukit mulai gelap. Suara jangkrik mulai terdengar mengisi ruang malam ini. Dua anak manusia yang baru bertemu kembali setelah sekian lama, masih nyaman menikmati waktu mereka di atas bukit.
" wah, pemandangan malam hari memang yang terbaik. " ujar pria sambil melihat ke rumah rumah warga yang diterangi lampu.
" Tapi kenapa tidak ada bintang? " tanya pria itu, entah kepada siapa.
" Karena akan turun hujan malam ini. " ujar sang gadis akhirnya.
" Bagaimana kau tau? Apa kau peramal cuaca? " tanya pria mengejeknya.
" Karena hari ini kita berada disini lagi. " jawabnya yang tak dimengerti oleh si pria.
Tapi tiba tiba pria itu seperti teringat, pertama kali mereka bertemu. Gadis itu sedang menangis, dan si pria yang baru berusia 14 tahun itu berteriak
" Aku harap hujan turun, agar kamu tidak bersedih. Mereka duduk seharian diatas batu ini hingga menjelang malam dan saat mereka hendak pulang hujan turun.
" Apa kau masih mengingat kenangan itu. Itu saat kita masih polos. Aku hanya berteriak untuk menghibur mu dan kebetulan saat itu sedang musim hujan. " ujar si pria
" Ayo taruhan " gadis itu berbicara
" Untuk apa " tanya si pria
" Hujan " jawab si gadis singkat
" Dasar aneh. Ternyata kau masih gadis aneh yang ku kenal. " ujar pria sambil tertawa pelan.
" Kau sungguh mengenalku? " tanya si gadis
" Tentu saja " jawab si pria
" Siapa namaku? " tanya si gadis, kali ini ia menatap lekat pria itu. Berharap pria itu tau namanya.
Pria itu terdiam. Ia lupa. Ia mencoba mengingat ngingat nama gadis itu, tapi dalam ingatan nya ia tidak pernah memanggil nama gadis itu. Ini bukan lupa, tapi sungguh tidak tau. Ia teringat, ia tidak pernah menanyakan nama gadis itu saat mereka bermain dulu. Mereka hanya sering bermain bersama tapi tidak tau nama masing masing.
" Bukan kah kau juga tidak tau namaku? " tanya si pria balik.
" Lupakan. Ayo kita bertaruh. " terlihat dari wajahnya gadis itu kecewa.
" Jika hujan turun, kau harus menemukan aku setelah hujan reda. " lanjut nya kemudian.
" Apa kau ingin bermain petak umpet malam malam begini? " tanya pria tak percaya.
" Tidak " jawab gadis
" Lalu kenapa kau ingin aku menemukan mu? " tanya pria merasa aneh.
" Karena itu kealihan mu. Kau selalu bisa menemukan aku. " jawab si gadis
" Bagaimana jika aku tidak bisa menemukan mu? " tanya si pria
" Berarti aku juga tidak akan bisa menemukan mu. Dan kau tidak akan pernah tau nama ku. " jawab si gadis.
" Terus bagaimana jika hujan tidak turun malam ini? " tanya si pria
" Apa yang kau ingin aku lakukan? " tanya gadis balik pada pria itu.
" Beritahu nama mu. " jawab pria.
" Baiklah. " jawab gadis itu menyetujui.
" Aku ingin tidur sebentar sambil menunggu hujan. " Ujar gadis kemudian berbaring diatas batu.
" Apa kau sering ke bukit ini? " tanya pria itu. Si gadis tidak menjawab. Pria itu menoleh pada gadis yang berbaring itu.
" Apa kau sungguh tidak menjawabku? " lagi lagi pria itu bertanya tanpa ada yang menjawab.
" Apa pekerjaan mu sekarang? Atau kau sedang kuliah? " pria bertanya untuk kesekian kalinya. Dan gadis tetap diam, mungkin ia sudah terlelap.
Pria itu kini diam, mungkin bosan sendiri karena tak ada yang menanggapinya. Pria itu mengambil hp dari saku celana nya, ia terlihat mengutak ngatik dan beberapa detik kemudian terdengar alunan musik dari hp nya. pria itu sesekali bersenandung mengikuti lagu yang diputar.
Satu menit, dua menit dan waktu terus berlalu tanpa Pria itu sadari. Dan hujan belum juga turun. Ia melihat jam tangannya, waktu pukul 08:30. Ia mematikan musik dihp nya. Ia memandang sekeliling, hanya gelap gulita. Suara desiran ilalang yang tertiup angin semakin terdengar jelas. Ia menoleh pada gadis yang masih tertidur lelap tanpa khawatir bahwa mungkin saja ada bahaya disekitarnya.
" Aku rasa tidak akan hujan. Ayo kita pulang" ujar pria pada gadis yang terlelap.
" Bagaimana bisa dia tidur nyenyak. " ucap pria itu tak percaya dengan gadis yang terlelap disamping nya.
" hei bangun. Aku mau pulang " Ia membangunkan gadis itu dengan menepuk pelan lengan gadis itu. Gadis itu tak bergerak sedikitpun.
" hei bangun. Bagaimana bisa seorang gadis tidur seperti mu." omel pria itu.
" hemmm. " gadis itu akhirnya terjaga, namun ia tidak beranjak dari tempat nya.
" kau mau aku tinggalkan disini? " Tanya pria itu tak sabaran. Gadis itu tak menyahutinya lagi. Pria itu mendekatkan wajah nya pada wajah gadis itu.
" Jika kau tidak bangun aku akan menciummu. " ucap pria mencoba menggoda gadis itu. Hening. Karena tak mendapat sahutan dari sang gadis, pria itu pun mencium gadis itu tepat dibibir nya. Pria itu tersenyum senang, tapi gadis itu tidak bereaksi.
" apa sekarang kau pura pura tertidur? " si pria mencoba menggoda gadis itu lagi. Gadis itu tidak menjawab. Si pria akhirnya kembali mencium gadis itu, namun pria itu tersentak kaget. Gadis itu membalas ciumannya.
Seiring dengan itu, hujan turun dengan deras. Kedua anak manusia itu saling menatap ditengah hujan, dalam kegelapan.
Keduanya tertawa dan saling berbicara dengan mata mereka.
Beberapah menit kemudian gadis itu berhenti tersenyum.
" Sudah aku katakan, kalau hujan akan turun. " ujarnya
" Ya kau menang, aku kalah. " ujar si pria
" Tidak. Belum ada yang menang, permainan petak umpet nya baru saja dimulai." ujar gadis itu.
" Kau harus menemukan aku " bisiknya kemudian pada pria itu.
Tepat setelah ia selesai berbisik pada pria itu, ia menghilang dalam sekejap dihadapan pria itu. Pria itu hanya mematung. Dan beberapa menit kemudian, ia menoleh kesana kemari. Sepertinya ia tak percaya dengan yang barusan terjadi.
Gadis itu benar benar menghilang didepan matanya