Genre : school, Drama
Dava dan Davi adalah Kaka adik yang seharusnya saling menyangi akan tetapi karna ada Kasih sayang yang tidak sama Rata membuat Dava merasa orang tua nya pilih kasih terhadap nya yang membuat nya membenci adik nya Davi.
-----------------------------------------
--
Pagi itu keluarga Dava tengah sarapan bersama nampak nya Suasana sedikit sunyi hanya ada suara ketukan sendok dan garpu .
" Sayang, Kalian berdua eskul apa Di SMA ?" Tanya ibu mereka .
"Karna David baru kelas 11 david mau samaan sama kaka" Balas david dia sangat menyangi kakak nya Dava.
"Gue ga sudi Satu organisasi sama lo" Ucap dava semua menatap nya memang seperti itulah sikap nya sama sekali tidak meyukai Davi.
"Dava!! Bisa tidak sehari saja kau tidak berbicara kasar pada adikmu!" bentak Ayah Dava yang sudah lelah dengan sikap dava yang kasar pada adiknya.
"Bacot "Dava lekas berangkat sekola sendiri dia mengendarai motor ninja nya.
Siang berlalu kini Davi bingung harus pilih organisasi Eskul apa dia berniat untuk satu organisasi bersama kakak nya itu Basket.
"Kak, Aku ikut organisasi kakak ya Club basket"Ucap Davi teman teman nya pun tampak setuju dengan ada nya davi di tim basket.
"Kak aku juga sama kaya Davi ya" teman teman davi mendaftar List Basket mereka antusias dengan keren nya club basket.
"Gimana Dava? Lo kan ketuanya"Ucap Salah seorang teman dava namun dava menatap kesal ke arah Davi .
"Semua nya boleh ikut ke club basket asal jangan Dia!"Semua yang ada di sana tampak bingung begitu dengan Davi yang sedih .
"Loh Dava kenapa ??" Tanya teman dava.
"Ga usah banyak bacot kalo dia masuk ke tim ini Gue keluar!"Dava pergi meninggalkan yang lainnya .
"Em, Kalian ikut aja tim ini gue ke voli aja" Balas davi namun teman dava berkata bahwa dia akan membujuk Dava.
Malam tiba Davi mencoba mengetuk pintu dava yang tidak di buka dia merasa bersalah atas semua nya .
'Brakkk..
"Lo mau nya apa sih !! Ganggu tau ga!" Bentak Dava sampai membuat orang tua nya terbangun dari tidur nya.
"Dava Aku minta maaf jangan marah padaku" Ucap Davi namun dava semakin marah .
"Gue bakal maafin kalo ko meninggal lo tau kenapa ?? Sejak dulu orang tua kita ga pernah anggap gue ada selalu aja lo yang mereka banggain !! Iya lo anak sial ! lo benalu di hidup gue!!" Bentak Dava kata itu membuat Davi sedih.
'Plakkkk..
"Cukup kak!!! sampai kapan kaka bakal membenciku !! Apa kita ga bisa kaya saudra di luar sana yang saling menyanggi ?? Kak aku ini adikmu" Davi menitikan air mata dia cukup merasa bersalah karna menampar Dava.
"Lo nampar gue ? Berani lo tampar gue !!!! Lo bukan adik gue lagi !!!" Dava pergi ke kamar nya begitu pula Davi.
"Kak..Hiks.." Davi menangis mengingat masa kecil nya Dulu.
12 Tahun lalu ...
" Kenapa kau selalu saja membuat adik mu terluka !! " Bentak ayah Dava yang baru saja menampar dava dimana saat itu dava berumur 6tahun.
"Hiks.. Bunda.."Dava menangis di pangkuan ibunya seperti anak kecil pada umumnya namun Kekerasan itu terus saja berulang membuat Dava trauma dan tidak menyukai davi yang selalu di sayangi orang tua nya.
" Pergi lah sana! Jangan menempel padaku karna ayah akan menamparku jika aku dekat denganmu "Dava meninggalkan Davi sendirian dan pergi jalan mendahului.
'Brukkk..
"Davi!!!" Dava akhirnya menolong davi yang terjatuh .
"Awhh.. Sakit.. kakkk sakit.. " davi menangis lalu dava mengendong davi untuk mengobati luka nya namun bukan nya berterimakasih orang tua dava malah memarahi dava karna membuat David terluka .
"ayah.. ibu kakak tidak salah..." semenjak itu Dava berubah menjadi anak yang temperamental dan tidak menyukai Davi sebagai kakaknya.
Keesokan hari nya Hubungan Dava dan Davi semakin memburuk orang tua mereka bingung harus bagaimana memersatukan anak nya.
"Ayah Bilang aku yang salah ?! Kau semenjak, 12 tahun yang lalu selalu menamparku ! Selalu membentak ku dan menyalahkan ku !! "Bentak Dava dia ingin sekali memukul ayahnya yang selalu menyalahkan dirnya.
"Iya ayah salah maafkan ayah!!Jangan buat adikmu murung " Dava tidak merespon dan pergi dari rumah nya dia pergi ke luar untuk menenang kan dirinya namun di tengah jalan dia tidak melihat kanan kiri sehingga.
'Tottttt....
"Kakak!!! Awas!!!!" Davi berlari ke arah Dava dan mereka tertabrak Mobil berdua.
Kondisi kedua nya sama sama kritis bahkan david harus kelihangan penglihatan nya karna terkena beda tajam di bagian matanya.
"Da-Davi.." Dava membulatkan mata nya melihat david di sebelahnya yang matanya tertutup oleh Perban tebal.
" Kak.. Kenapa disini gelap?? Ibu ayah.. Kenapa mata ku-"ucap Davi yang terpotong dan langsung di peluk oleh ibunya.
"Kau!! Gara gara kau davi kehilangan penglihatan nya!!"Bentak Ayah nya sedang kan Dava merasa Sesak didadanya Kasihan, Rasa ingin memeluk, marah, rindu menjadi satu di benak nya.
"Diam kau! Ayah sialan ! Aku membenci Davi karna dirimu yang tak henti hentinya menamparku !!! Kau kau dalang dari semua ini kau menjadikan aku Membenci adiku semuanya karna dirimu !!!! Mati kau sana !! Mati kau sialaannnnn!!!!!!" Dava mengobrak abrik seisi kamar rumah sakit membuat dokter ambik tindakan suntikan penenang.
"Ku rasa ini memang salahku, Maafkan aku anak anaku iya aku bersalah membuat Dava tertekan dulu" Satu keluarga itu menangis mengetahui Kesalahan nya.
Hari berlanjut ketika orang tuanya sibuk menguruasi hal di luar rumah sakit Dava mencoba mendekati dirinya kepada adiknya yang duduk sendiri di ranjangnya.
"Davi.." Davi yang mengetahui asal suara menoleh dan tersenyum dia memang tidak bisa melihat tetapi bisa mendengar.
"Maafkan aku..Davi" Dava memeluk davi dengan erat menangis kencang sama hal nya davi dia menangis kencang memeluk Dava.
"Tidak perlu meminta maaf kak.. Aku aku baik baik saja selama kakak ada kau ingat sebenci apapun kau terhadap ku kau pasti akan tetap menyangiku kak" Dava semakin mendengar hal itu dia tak hentinya memeluk adiknya itu.
" Diam disini kakak ingin pergi sebentar" Dava melepas pelukan nya dan malam pun tiba dimana Davi sudah bisa melihat dia mengerjap Sekeliling.
" Aku.. Bisa melihat lagi, Kakak mana dia " David membuka tirai di sebelah nya karna tau kakaknya satu kamar dengan nya .
"Kak-Kkakak..." David terkujur lemas melihat kakanya yang sudah tertutup Kain sekujur tubuh.
"Kakaka!!!!!!!!!!!!!".
"Maafkan aku davi, Aku menyia nyiakan waktuku bersama mu kau tahu aku sangat menyangimu rasa sakit di kepala ku makin parah aku ingin memberikan hadiah spesial untukmu adiku Yaitu mataku supaya kita bisa sama sama melihat dunia hangat ini tanpa ada nya permusuhan dan kebencian "-Dava.