Genre: Fantasi,romantis
Bagi seorang penyihir menikah adalah tantangan besar yakni mereka akan memilih siapa yang akan menjadi pasangan nya untuk hidup menua maka dari itu tak sedikit para penyihir memilih menyendiri.
-----------------------------------------
--
Namaku Elaina aku penyihir yang dikenal sebagai penyihir abu karna rambutku keabuan keahlian ku adalah merapal semua mantra aku berkerja sebagai penyihir kerajaan di istana Altar dulu aku berkerja sebagai Guru Akademi sihir.
Aku menyukai pangeran Zero walau pun dia tidak banyak di kenal seperti Leo kakak nya, karna dia hobi berpetualang di gunung es tempat para monster .
"Pangeran kau sudah pulang ??Tanyaku dia hanya menatap datar ke arahku lalu pergi begitu saja.
Aku menyukai pengeran Zero sejak lama aku bahkan giat belajar sihir hanya untuk bisa berkerja di istana nya seperti saat ini .
Pengeran zero benar benar dingin, Penyendiri dan susah di tebak tetapi aku tau alasan kenapa dirinya selalu menyendiri karna dia merasa bersalah atas kematian Ibunya dulu.
" Pangeran, Apa kau sudah makan ??" .
"Pangeran, Apa kau terluka ??" .
"Pangeran, Aku membuatkan mu Teh ".
"Pangeran, Aku membuatkan Pancake ".
Hari hari selalu aja itu yang aku tanyakan mecoba dekat dengan nya tetapi itu sia sia dia sama sekali tidak pernah menatap ku.
hingga suatu hari Datang lah perempuan Licik yang ingin menghabisi Zero entah lah motifnya karna apa dia menyiapkan makan malam untuk seluruh orang hanya makanan zero yang berdampak beracun.
"Hentikan!Jangan ada yang memakan makanan itu" Tegasku Aku meminta izin Leo untuk memeriksa makanan yang ada.
"Tapi, Kenapa Elaina ?"Tanya Leo lantas saja aku memberikan Jawaban bahwa aku merasakan hal jangkal di area makanan itu.
"Seenak nya saja kau bilang begitu !!! Aku tidak mungkin meberikan racun untuk para anggota terhormat " Bentak Wanita itu.
"Aku tidak menuduhmu, Aku hanya ingin memastikan saja " Balasku Leo mempersilahkan nya tetapi lagi lagi wanita itu tidak memperbolehkan nya dengan berbagai alasan.
" Sudah lah elaina, Jangan mengganggu Makan malam ini pergilah "Sahut zero tetapi aku tetap bersikeras ingin memeriksa makanan itu.
"Aku mencium aroma Daun Clander daun beracun Yang menyengat di sekitar sini" Aku merapal mantra dan mangguk zero terdapat racun itu lantas saja aku mengambil nya.
"Ada racun disini, Kau sebagai Koki yang memasak nya makan lah sup buatan mu sendiri"Tegas ku kepada wanita itu tetapi dia meyangkalnya.
"Kenapa dari tadi kau terus menyangkal ?? Elaina Buktikan bahwa sup itu beracun" Hanya ada satu cara yaitu meminum nya dan melihat reaksi nya.
"Baiklah aku akan memi-".
"Biar aku saja yang meminum nya" Sahut zero dia hendak mengambil Minuman itu namun aku menghentikan nya.
"Berikan pada pangeran zero!!! Itu adalah sup untuk nya!!!" Teriak wanita itu .
"Bagiamana kalo benar ada racunnnya, Aku akan mati tetapi jika Zero yang meminum nya.."gumam ku aku memutuskan untuk menjatuhkan sup itu hingga hancur dan merapalkan sebuah mantra lalu terlihat lah asap hijau beracun.
"Pengawal !!! Bawa wanita ini dan penjarakan dia!!! "Tegas Leo Malam itu menjadi saksi bahwa aku menyelamatkan Zero dari racun itu.
"Terimakasih kalo tidak ada dirimu Zero akan mati seperti ibu yang meninum racun untuk menyelamatkan Nya" Ucap Leo Aku kembali ke kamar dengan jalan sempoyongan .
"Walaupun aku sudah menyelamatkan nya dia sama sekali tidak pernah menatapku, Selalu saja Begitu dingin dan cuek apa aku menyerah saja ?? Dan pergi dari istana ini ??" Gumam ku rasa nya lelah mengharapkan dia.
"Berhari hari, Selalu Mencoba mendekati nya namun dia sangat susah ku gapai, Aku berhasil menjadi penyihir di istanya namun.. Aku hanya angin lewat baginya" Gumam ku hampir saja menangis. Tidak ku sangka bahwa Zero mendengar semuanya.
"Sebegitu besarnya kah kau mencintai ku?" Aku berbalik menatapnya sementara zero berjalan mendekatiku.
" Aku, Memang sengaja menguji kesabaran mu Kau tahu hanya kau saja yang mencoba mendekatiku. Hanya kau yang lebih mengenal ku " Ucap nya.
"Aku Memang sengaja menguji kesabaran mu aku ingin tau kau serius apa tidak dan sejujur nya aku sudah mencintaimu sejak dulu pertama kali kita bertemu. Tatapan mu berbeda Dari yang lain nya" Sambung nya lagi entah kenapa air mataku keluar dengan sendirinya.
" maafkan aku.." Zero mengusap pipiku dan menatapku ini seolah mimpi bagiku .
"Hiks.. Hiks.. Mamah .. " Zero terkekeh melihat ku menangis seperti anak kecil kami mengutarakan isi hati pada malam itu .
Zero Menikahiku di istananya begitu dengan Leo dia merasa senang karna adik nya bahagia sama seperti dirinya yang akan menjadi seorang ayah.
Pernikahan itu cukup di saksikan banyak orang Karna aku penyihir jadi banyak para penyihir lain yang ku undang pernikahan Di dunia Sihir istana Altar yang kini menjadi rumah bagiku.
---------------------------------------
"Zero bangun!!! Bangun sayang.." aku mencium Pipi nya seperti biasa.
" Sebentar sayang, Apa kau ingin bermain lagi ?? Hm?"Gumamnya masih tertidur lalu aku membisikan sesuatu.
"Sebentar lagi kau akan menjadi ayah sayang" bisiku zero membuka mata nya menatapku .
"Serius ?! Kau bilang apa ??Aku ayah ??" Aku mengangguk raut wajah bahagia kami mengiasi Pagi indah itu zero sangat bahagia bahkan dia tidak mau jauh dariku seperti anak kecil dia juga mencium dan memeluku setiap saat.