Genre: Romantis
"di bawah rintikan hujan ini aku mengingat mu dan merindukan mu, Hujan Aku merindukan dia yang jauh disana titipkan salam rinduku padanya" .
--------------------------------------
--
Di bawah derasnya hujan hana siswa SMA yang kini tengah berlari sekencang mungkin dan tanpa sengaja menabrak seseorang.
'Brukk...
"Aduh basah.. gimana sih kamu jalan pake mata dong !" Bentak seorang lekaki yang kembali mengambil payung nya .
"maaf, Maaf tolong aku tadi aku di kejar sama seseorang yang hendak melecehkan ku" Hana memegangi lengan lelaki itu dan tiba tiba sekelompok brandalan datang yang membuat hana ketakutan tetapi lekaki itu tiba tiba mencium bibir hana dan menutup nya memakaii payung agar brandalan itu tidak melihatnya .
"Ahh! Sial dia bisa menghilang dengan cepat" .
"Boss ayo pergi disini hanya ada orang yang berciuman aku merasa iri" Brandalan itu lantas pergi begitu pula hana yang langsung melepaskan ciuman itu.
"Kyaaa!! Kau kau mencuri kesempatan dasar mesum!!" Gerutu hana sementara lelaki itu hanya memasang muka datar.
" Maafkan aku soal itu, Namaku Kendrick panggil saja ken "Lelaki itu mengulurkan tangan nya lalu hana menjabat nya dan memberi tau nama nya.
"Baju mu basah, Sementara pakailah mantel ku dulu "Ken melepas mantel nya dan memberikan nya lalu mereka makan di cafe untuk menghangatkan badan.
"Te-Terimakasih" Ucap hana sejak kapan jantung nya berdebar sangat kencang membuat nya gugup.
"Tidak apa, Makan lah aku akan mengantarmu pulang" balas ken mereka menghabiskan waktu menunggu hujan di sebuah cafe sebari mengenal satu sama lain.
" Terimakasih banyak kak ken, Hati hati di jalan" Hana melambaikan tangan nya dia menatap punggung ken yang perlahan menghilang.
Sepanjang malam dirinya hanya memikirkan Kendrick dan terus terbayang perlakuan manis nya sementara di sebuah apartemen seorang lekaki kini masih tersenyum mengingat manis nya bibir gadis SMA yang baru saja dia cium tadi.
keesokan hari nya Hana bersekola seperti biasa dan lagi lagi hujan turun membuat nya mengerutu kesal dan diam di halte tepat di samping nya ken juga sama menetap di sana.
"Hana ?" Sapa nya hana pun membalas sapaan nya mereka menghabiskan waktunya di halte itu sampai hujan turun dan nampak lah pelangi.
"Ken lihat !! WAHH bagus banget" Hana berlarian seperti anak kecil yang kegirangan di beri eskrim di saat itu ken memotretnya diam diam .
"Oh iya ken, kamu bilang kamu mahasiswa asal Canada ya berarti kamu bakal pergi lagi??"Tanya hana ken mengiyakan bahwa dia kemari karna ibu nya sakit tapi sekarng sudah membaik jadi ken akan cepat pergi ke canada untuk kuliah disana.
Hari hari berlalu ken mulai dekat dengan hana menjemput dan mengantar kesekola dan bersama nya derasnya hujan sampai akhirnya waktu nya ken untuk pergi ke canada.
"Ken, Kamu kok keliatan Murung gitu nak??" Tanya ibu ken sebari mengekus lengan anak sulungnya.
"Aku memikirkan seseorang yang aku rindu kan saat ini"Balas Ken kedua orang tua nya paham bahwa ken sedang jatuh cinta.
"Hujan deras ini mengingatkan ku padanya, apa dia akan marah jika aku pergi tanpa mengabari nya ??"Gumam ken sementara di rumah hana dia tengah melamun memikirkan ken yang akhir akhir ini jarang menemui nya.
"Ayah rasa kau harus mengungkap kan isi hati mu sebelum terlambat, ayo ken " Mendengar ucapan ayah nya ken segera pergi mebawa payung nya menuju rumah hana.
Sementara hana yang berada di kamar masih melamun melihat jendela dan spontan dia terkejut melihat payung merah milik ken dia segera keluar rumah .
" Ken.."Hana berlari pergi ke luar rumah tanpa mengenakan payung orang tua yang ada di sana hana bisa menggelengkan kepala karna tau hana sedang jatuh cinta tapi enggan mengungkapkan nya.
"Hana.."Ken memeluk hana dengan erat di bawah payung nya dan derasnya hujan hana dan ken berpelukan .
"Maaf aku menghindari mu karna aku akan pergi ke canada, Hana ada yang ingin ku katakan padamu" kata ken seraya menatap hana sama hana pun menatap ken .
"Aku mencintaimu, Tunggu lah aku untuk meminang dan menikahi mu di saat itu kau harus siap menjadi istriku"Ucap ken hana menitikan air mata tau bahwa ini adalah perpisahan untuk nya.
"aku juga mencintaimu ken, Kedatangan hujan benar-benar menyejukkan hati, begitu juga padamu. Tapi ketika hujan pergi pamit, aku takut apakah kamu juga akan begitu?" Ucap hana dia takut bahwa ken mungkin hanya berkata manis dan akan meninggalkan nya tanpa kabar.
"Hitunglah ada berapa banyak rintik hujan yang jatuh, maka sebanyak itulah rinduku yang sampai kepada dirimu"Balas ken dia mencium bibir hana dengan lembut mereka akhirnya berpisah untuk waktu yang sangat lama .
" Mungkin kita tidak bersama tetapi kita memandang langit yang sama di bawah hujan yang menerpa "Ucap kedua di tempat dan waktu yang berbeda.
4 Tahun berlalu ...
Kala itu di Hujan sangat lah deras. hana tidak sengaja menubruk orang yang ternyata orang itu ialah ken mereka saling bertukar rindu di bawah payung merah ken dan di derasnya hujan kemudian pelangi datang setelah hujan .