Genre: School, Romantis
Hidupku sangat gelap dan tak berwarna sampai saat itu tiba dimana pertemuan pertama dengan nya membuat hidupku berwarna dan bersinar.
--------------------------------------
--
Arta adalah anak dari keluarga terpandang tetapi dia seperti robot yang di kendalikan oleh orang tua nya.
Setiap hari nya arta harus belajar dan belajar dia dituntut harus bernilai sempurna di bidang apapun bahkan jika dia menolak dia akan di hukum .
Malam itu Arta memutuskan untuk pergi ke jembatan lampu. dia berjalan santai mendinginkan pikirkan nya yang di penuhi rasa muak dan kesal.
'Brukkk....
"Maaf..Maaf.."Seorang gadis yang tidak sengaja menabrak arta membuat buku buku nya berjatuhan.
"Tidak apa lain kali hati hati, ini buku mu" Arta memberikan dua buku yang tadi dia bantu mengambil nya.
Mereka bertatapan satu sama lain membuat jantung kedua nya berdebar bersama di jembatan dengan lalu lalang orang orang.
" te-terima kasih" Gugup gadis itu sama dengan arta yang salah tingkah.
"Oh iya namaku Lulu, Kaka sedang apa disini??" tanya Lulu .
"Aku Arta, Aku pusing dengan tekanan dari orang tua ku mereka memerlakukan ku seperti robot. hari ini aku bahkan di tampar 2 kali karna nilai ulangan ku 90" Balas arta sontak saja lulu terkejut karna dia gadis yang bodoh dan selalu mendapatkan nilai 60 dalam segala hal tetapi orang tua menyemangati agar lulu berhasil.
" menurutku 90 adalah nilai baik kak aku saja belum pernah mendapat nilai 90" Tunduk lulu dia tertolak lelaki karna di pandang bodoh.
Pertemuan singkat itu membuat kedua nya saling bercerita tentang latar masing masing mereka juga ternyata satu sekola walau berbeda kelas, arta 2 tahun lebih tua dari lulu.
keesokan hari nya lulu meminta arta menjadi guru nya karna dia ingin mendapatkan nilai sempurna agar ayah dan ibunya bangga .
"Baiklah, Kita mulai kerjakan soal ini selama 5 menit contoh seperti yang tadi aku buat" Arta melatih lulu sementara lulu menyemangati arta mereka sangat dekat dari hari ke hari .
sampai akhirnya nilai arta menurun menjadi 80 yang membuat orang tua arta marah besar kepada arta.
"Gara gara wanita ini!!! Kau menjadi bodoh!"Bentak ibunda arta .
"Hentikan bu, Lulu tidak salah Aku sudah tidak mengajari nya lagi dan ini memang kesalahan ku" ucap arta dia sakit itu lah sebab nya dia tidak konsentrasi dalam ujian.
" alah.. Sudah lah kau membuat aib bagi keluarga kita !!!" bentak ayah arta sementara Arta mulai pusing dan tidak bisa melawan lagi .
"Hentikan !! "Lulu berdiri menatap kedua orang tua arta yang hendak menampar arta.
"Kalian, apa sebagai orang tua kalian tau ?? apa yang di alami arta ?? dia sakit karna terlalu lelah.. Ya mungkin aku memang salah karna membebani nya tetapi apa kalian selama ini membuat nya semangat ??tidak kan kalian hanya menuntut nya, ayolah tante om, pahami arta hiks..dia kesepian dia membutuhkan dukungan kalian..hiks.. bukan kekangan.." Kedua orang tua Arta menatap satu sama lain mereka menyadari bahwa dari dulu merek memang tidak ada untuk arta sementara lulu menangis karna tau kekangan yang dialami arta.
Arta tersenyum lalu pingsan dan segera di bawa ke kamarnya sementara itu kedua orang tua arta pun berbicara di ruang tengah mengenai arta.
"Bangun Kak..bangun.."Lulu menangis memegangi tangan arta ajaib nya arta bangun dengan cepat mengerjap dan melihat lulu.
"kenapa kau meminta maaf bodoh ?? kau lah yang membuat hari ku yang gelap ini berwarna " arta duduk mengelus kepala lulu sementara lulu memeluk nya dengan erat.
"Berhenti menangis.. Kau tau aku sangat bersyukur bertemu dengan mu di jembatan waktu itu"Arta menghapus air mata Lulu .
"Kak.. Aku mencintaimu"Kata kata itu ke luar begitu saja dari mulut lulu membuat nya malu dan menundukan kepala nya.
"Aku juga mencintaimu " Saat hendak berciuman orang tua arta datang sebari meinta maaf kepada arta.
hari berlalu Arta benar benar semangat dalam belajar dia di terima di universitas tinggi sementara lulu dia masih belajar menjadi yang terbaik.
Pertemuan kedua nya yang tak terduga membuat takdir baru yang penuh warna dan cahaya kebahagian bagi semua nya.
---
malam itu arta berjalan di jembatan sendirian karna musim dingin jembatan agak sepi tak sengaja dia menubruk seseorang.
'Brukk
"Kau sama seperti dulu" Ucap arta kepada lulu karna memang lulu sengaja menubruk arta.
"Aku. mencintaimu " .
"Aku lebih mencintai kakak" Mereka berciuman di malam dingin penuh bintang .