After change
Derap langkah kaki terdengar semakin lama semakin keras, semakin lama semakin kencang seperti sedang berlari.
"Plak...plak...plak..."
Plak...plak...plak...!!!!!"
Seorang anak kecil yang tinggal bersama keluarganya pindah ke rumah baru mereka dipinggiran kota. Rumah itu terlihat baru karena perbaikan, namun di mata anak itu. Rumah itu terlihat tua dan menyerahkan.
Dia meminta orang tuanya untuk pindah ke kota, hanya saja orang tuanya menolak karena di kota harga sewa bangunan lebih mahal dibandingkan dipinggiran kota yang lumayan cukup terjangkau. Yah bisa dibilang murah, tapi mereka tidak pernah tau sebenarnya rumah apa yang mereka tinggali.
Tinggal dirumah baru dia merasakan hawa yang berbeda dari hawa normal pada umumnya.
Saat malam hari dia selalu mendengar suara-suara bising yang aneh, kadang derap kaki yang melangkah. Kadang ketukan pintu seolah ada seseorang di luar rumah mereka yang mengetuk-ngetuk pintu dari luar.
Anak kecil itu memilih kamar di loteng, disana di bisa melihat kesemua penjuru dari jendela-jendela yang ada di kamarnya.
Saat malam kembali tiba, dia mencoba melihat dari jendela. Sontak saja dia terkaget memelototkan matanya ke sosok misterius yang menatap rumah mereka dari semak-semak dihalaman rumah mereka.
Sosok itu seperti perempuan berambut panjang dengan baju hitam dan tudung lusuh, jemarinya dengan kuku panjangnya nampak sangat menyeramkan dengan mata merahnya yang menyala.
Setiap pagi hingga petang kedua orang tuanya pergi bekerja. Ayahnya pulang hingga larut malam tiap harinya, sedangkan ibunya pulang pukul 5 sore. Dia sendiri masuk sekolah dikota, hanya saja kedua orang tuanya memilihkan sekolah yang tak jauh dari rumah mereka. Sekolahnya pun sama nampak aneh dan menyeramkan, teman-teman seangkatannya juga pandangan mereka kepada anak itu nampak aneh. Pandangan mereka seperti tak menyukai keberadaannya.
"Tik...tok...tik...tok...."
"Tik...tok...tik...tok...!!!!!"
Suara detak jam terus berjalan, jam dinding menunjukkan pukul 13.30. Waktunya pulang sekolah, Dia pulang dengan berjalan kaki karena tak terlalu jauh.
Seorang anak perempuan menghampirinya dan berkata, hati-hati.
"Hay..... tunggu!!" Sontak saja anak laki-laki itu pun berhenti dan menoleh ke arah anak perempuan itu.
Dengan senyum anehnya anak perempuan itu tiba-tiba "Hati-hati!" Bisiknya ditelinga anak laki-laki itu.
Sontak saja bulu kudu anak laki-laki itu pun berdiri mendengar kalimat singkat itu. Dengan senyum seringainya dia melangkah pergi meninggalkan anak laki-laki itu yang tengah dilanda penasaran oleh ucapannya.
Anak laki-laki hanya menggeleng sejenak dan melanjutkan langkahnya kembali ke rumahnya, saat dia melihat rumahnya dari depan nampak ada hawa yang menusuk. Dia dirumah seorang diri.
Saat dia masuk tiba-tiba!
"Ceklek....."
"Bleng!!!!!"
"Aaaaaa......!!!!!"
Dia kaget dan berteriak. Anak kecil 10 tahun bisa apa, dari ruang tv sosok itu muncul di depannya dari depan pintu melayang menuju ke arahnya. Rumah yang mereka tinggali nampak seketika lusuh seperti bekas terbakar, seluruh perabotan rumah pun nampak seperti bekas terbakar.
Anak laki-laki itu pun berlalu untuk mencari tempat bersembunyi, akhirnya dia bersembunyi dia balik sebuah almari besar yang ada di dalam rumah itu hingga tanpa sadar dia tertidur.
Saat pukul 17.20 ibunya pun sampai rumah, dia mengetuk-ngetuk pintu rumahnya tapi anaknya tidak seperti biasa yang berlari dan menyambutnya.
Saat dia masuk, dia hanya melihatnya putranya tertidur dengan pulas di atas sofa ruang tamu. ibunya hanya tersenyum tipis. Bagaimana dia bisa tertidur diatas sofa padahal tadi jelas-jelas dia tertidur di dalam lemari.
ibunya pun memindahkan dia kekamarnya, saat masuk kamar ibunya sangat syok dan kaget melihat keadaan kamar mereka yang sangat berantakan dan kacau balau seperti ada maling yang melempar semua barang-barang mereka. Dia fikir itu ulah putranya, tentu saja saat putranya bangun dia memarahinya.
Tentu saja anak itu mengalak karena itu bukan perbuatannya, dia sama sekali belum masuk kekamar. Anak laki-laki itu menceritakan apa yang dia lihat, tapi kedua orang tuanya tidak mempercayainya. Hingga beberapa hari kemudian, kejadian itu terus berlanjut, mereka masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan masih memarahi putranya. Akhirnya beberapa hari kemudian dia bertanya ke beberapa orang yang dia temuin ditempat kerjanya, yang sudah lama tinggal di kota itu.
Ternyata benar apa yang putranya selama ini ceritakan bahwa rumah itu berhantu, dan hantu itu selalu memakan jiwa-jiwa orang yang tinggal di rumah itu jika tidak secepatnya meninggalkan rumah itu. Ayahnya dengan panik berlari dari kantor ke rumah mereka, sayangnya dia sudah terlambat.
Saat dia masuk ke dalam rumah, dia melihat istrinya yang sudah bersimbah darah dan anaknya yang tersenyum aneh di balik pagar anak tangga memegang pisau. Dengan kedua matanya dia melihat anaknya memotong lehernya sendiri.
"Stop!!!!!!" Teriaknya mengacungkan tangannya.
Anaknya pun berkucur darah segar keluar dari lehernya dan terjatuh ke bawah.
"Aaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!" Teriaknya dalam tangis yang semakin kencang.
Dari balik pintu dia melihat seorang perempuan serba hitam dan menggandeng anak perempuan disampingnya tersenyum seringai, dan perlahan menghilang.
Dengan gelap mata, dia membakar rumah itu.
Beberapa tahun kemudian pemilik rumah itu merenovasi rumah itu kembali seperti semula dan menyewakannya kembali ke pelanggannya, dengan senyum seringainya tanpa pasangan suami-istri yang baru saja menyewa rumah itu sadari. Ada sesuatu yang tersirat dibalik senyumannya..........
Terimakasih sudah membaca karya tulisku🥰🥰🥰
jangan lupa like dan komentarnya ya 😚😚🤗🤗🤗
karya ini hanya imajinasi penulis 🙏🏻🙏🏻🤗😚🥰