Cerita ini adalah rekaan, semua tokoh dan lokasi hanya rekaan belaka.
Siang hari di sebuah indekos, dua orang mahasiswa tengah berdebat panas.
"Bhro, aku gak setuju kalo kamu buat konten prank ojol lagi. Kasihan mereka. Mau berapa ojol lagi yang kamu kerjain?!" kata Aryo dengan nada sengit.
Bimo begitu santai menanggapinya. Sambil sesekali membuka video prank di smartphonenya, dia berkata dengan santainya.
"Halah, toh mereka hanya ojol. Apa hebatnya kerja jadi ojol?"
Arya hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum sinis.
"Ooh, jadi mentang mentang elo udah banyak dapet adsense loe mau berbuat seenak perut loe. Hati-hati, entar loe kena karma" balasnya.
"Karma??? Apaan? Gua kagal percaya" kata Bima dengan santainya.
Arya hanya menggelengkan kepalanya melihat perilaku Bimo.
"Uhm….okelah. semoga loe berhasil" katanya sambil langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Aryo merasa kesal dengan Bimo. Temannya kerap berbuat keterlaluan. Baginya, profesi Ojol bukanlah profesi yang patut di permainkan walaupun sebagian orang memandang profesi Ojol dengan sebelah mata karena dianggap profesi rendahan biarpun menggunakan gadget canggih.
Sementara itu, Bimo sedang mengatur skenario prank Ojol yang akan di upload di sosmed dan ***tube. Di dapatkanlah ide untuk mengerjai Ojol nanti malam. Ide untuk menggunakan layanan pengiriman makanan yang nantinya diantarkan ke sebuah kuburan angker pada tengah malam.
"Wow, pasti seru nih. Gua gak sabar melihat Ojol lari terkencing kencing" katanya dalam hati.
Bimo menghubungi Reno, sohib akrabnya. Bimo meminta Reno untuk mengumpulkan timnya nanti malam. Reno menyanggupi permintaan Bimo.
Tak lama kemudian, Reno dan dua orang temannya datang. Reno datang bersama Winda dan Leo. Ketiga teman Bimo ini memang seringkali mengerjai orang. Ketiganya sangat usil.
"Bhro, lama nih gak jumpa," katanya menyambut Reno dan kawan-kawannya.
"Iya nih. Oh ya kapan nih bikin konten prank nya?" tanya Reno
"Nanti malam aja, di kuburan PS," jawab Bimo.
Salah satu dari mereka begitu antusias.
"Wow. Terus skenarionya gimana? tanya Leo.
Bimo menjawabnya, "Begini, nanti aku pura pura pesan layanan food, lalu aku arahin titiknya dekat kuburan JP. Kan di pojokan ada pondokan warung rokok. Mungkin perkiraan bang Ojol yang pesan penjual rokok. Nanti, Winda nyamar jadi kuntilanak yang berdiri di sebelah kios rokok. Pasti nanti bang Ojol lari terkencing kencing."
"Wah, sepertinya seru nih. Hehehe" kata Leo dan Winda sambil tertawa lepas.
"Oke, nanti jam 9 malam kita kumpul di dekat kuburan PS, basa kamera yang oke ya," kata Bimo.
"Akuur…," jawab Reno dan kawannya bersamaan.
Malamnya, pada pukul 21:00 Bimo dan kawan kawannya berkumpul di depan kuburan JP. Dilihatnya kios rokok dekat kuburan sudah tutup.Walaupun kuburan tersebut tampak angker, tapi karena lokasinya di tepi jalan besar tentu masih ada kemungkinan dilewati orang. Sebenarnya kuburan tersebut tidak angker, hanya karena tidak dirawat kuburan tersebut tampak angker. Mereka memasang kamera di beberapa titik, dan Winda yang berperan sebagai kuntilanak bersembunyi di dalam kuburan.
Setelah persiapan di rasa cukup, tepat tengah malam Bimo mengeluarkan smartphonenya, dan menggunakan aplikasi **jek untuk memesan layanan food. Cukup lama Bimo menunggu driver yang menerima ordernya. Sekitar satu jam dia menunggu umpan.
"Aneh…..sudah satu jam aku tunggu koq orderanku gak ada yang ambil?" kata Bimo dalam hati.
Dia tampak resah melihat aplikasi ojolnya yabg hanya berputar-putar mencari driver. Padahal, jam segitu masih banyak driver yang online.
"Aku tunggu satu jam lagi. Nanti kalo gak ada yang ambil aku cancel dan aku order lagi" lanjutnya dalam hati.
Cling!!! Tepat setelah menunggu selama 1½ jam, orderan Bimo ada yang menerima.
Lalu pesan masuk " Ok. Otw".
Bimo pun membalas "Sesuai Aplikasi, dan pengantaran sesuai titik"
Lalu pesan masuk lagi "Siap. Mohon ditunggu"
Setelah itu tak ada respon.
"Oke, umpan sudah dapat. Kita tunggu hasilnya" kata Bimo pada Reno dan kawan kawannya.
"Siiip. Ini pasti jadi konten yang mocer nih" balas Leo.
"Winda monitor, umpan sudah diambil. Mungkin setengah jam lagi akan datang. Bersiap ya" kata Reno melalui Walkie Talkie
"Oke siap" balas Winda melalui Walkie Talkie.
Sekitar setengah jam mereka bersiap. Namun, lewat dari setengah jam, driver tersebut tidak datang. Bimo heran.
"Loh, sudah setengah jam, koq drivernya dak datang? tanyanya dalam hati sambil melihat aplikasi di smartphonenya.
Bimo heran, karena di aplikasi driver sudah ada. Bahkan di aplikasi menujukkan driver sudah sampai titik pengantaran. Tapi di sekitar kuburan masih kosong. Tak ada siapa siapa. Bahkan motor pun tidak ada yang lewat.
Reno yang bersama Bimo begitu resah karena tak melihat siapapun.
"Bim, gimana nih? Udah hampir 40 menit drivernya gak datang. Emang di aplikasi gemana" tanya Reno.
"Iya nih. Koq Aneh. Nih lihat, di aplikasi **jek driver sudah di sini, tapi koq gak ada tanda tanda. Bahkan kamera pun tidak menangkap," balas Bimo keheranan.
Mendadak bimo merasa pundaknya di pegang seseorang dari belakang.
"Mas, pesanannya sudah sampai. Ongkos nya 50 ribu bayar tunai," kata suara di belakangnya dengan nada berat dan datar.
Bimo, Reno dan Leo menoleh ke belakang, dan alangkah terkejutnya ternyata dibelakang mereka adalah hantu Ojol yang sebagian wajahnya rusak karena kecelakaan. Wajahnya pucat dan penuh darah dengan membawa makanan yang berlumur darah. Tatapannya kosong tanpa ekspresi. Wajahnya menyeringai mengerikan.
"Cyaaaa…..hhannn….tuuuu…," teriak ketiganya.
Mereka mau lari, namun karena saking takutnya, mereka tak bisa menggerakkan tubuhnya. Akhiirnya mereka bertiga pingsan di tempat. Hantu tersebut menghilang, dan orderan yang ada di smartphone Bimo juga hilang. Seperti tidak pernah mengorder.
Sementara itu, Winda yang sudah sembunyi lama merasa heran, karena mangsanya tidak kunjung datang. Winda mencoba mengkontak temen temannya melalui walkie talkie.
"Monitor Bimo, monitor ...."
Hanya terdengar suara berisik. Winda mencoba menghubungi Bimo kembali, namun tak ada jawaban. Hanya suara gemerisik khas radio yang keluar.
"Aneh, koq gak ada jawaban" kata Winda dalam hati.
"Reno, Leo, ….emang drivernya mana? Ganti"...Winda mencoba mengkontak.
Namun, tiba-tiba ada jawaban melalui walkie talkie.
"Monitor….Winda…..pesanan sudah datang," balas suara dengan nada datar dan berat.
Winda terkejut. Dia kembali menekan tombol bicara pada walkie talkienya.
"Ini siapa ya? Koq suaranya beda?" tanyanya melalui Walkie Talkie.
"Aku ada di belakangmu" balasnya dengan nada berat dan datar.
Winda menoleh ke belakang, dan….hantu Ojol yang menyeramkan itu tersenyum menyeringai sambil membawa makan yang telah berlumur darah.
"Kya…….hantu……." Teriak Winda histeris.
Winda begitu ketakutan, hingga tanpa sadar kencingnya keluar. Bagian bawahnya basah. Saking syoknya, Winda pun pingsan.
Keesokan paginya, mereka bertiga di sadarkan oleh orang di sekitaran pemakaman. Mereka berempat masih syok dengan kejadian semalam. Terutama Winda. Dia sangat malu ketika warga mengetahui celananya basah karena kencingnya. Akhirnya, mereka berempat dipulangkan ke kos Bimo dengan diantar warga.
The End