"Berdiri ..." Ketua kelas memberi perintah.
"Ohayou gosaimasu." Semua siswa memberi salam ke wali kelas yang baru saja datang sambil menundukkan kepala mereka lalu mereka kembali duduk.
"Ohayou." Wali kelas memperkenalkan guru magang yang baru.
"Perkenalkan. Saya Yuta Tamamori. Yoroshiku onegaishimasu." Guru magang itu memperkenalkan diri.
Pria yang tampan.
Nggak bakal bikin bosan.
"Sensei ... Ada istrimu di sini," celetuk salah satu murid.
Murid itu lalu menunjuk seorang siswi yang mempunyai nama keluarga yang sama. Siswi itu bernama Hana Tamamori.
Aku bakal jadi bahan ledekan. ~ batin Hana.
Pelajaran matematika dimulai. Walaupun Yuta Sensei menerangkan sejelas mungkin tetap saja Hana tidak bisa memahaminya.
Apa ini rumus hiperbola?
Sinus, cosinus, tangen?
Bikin kepala pusing.
Saat ujian, nilai Hana rendah. Membuatnya harus remedial. Sebelum itu ia harus mengikuti pelajaran tambahan.
"Hana ... Nggak ikut ke karaoke?" Salah satu teman Hana bertanya saat pelajaran sekolah selesai.
"Aku ada pelajaran tambahan."
"Ya, udah. Kami pergi dulu. Jangan kelahi sama suamimu." Teman-teman Hana pamit.
Hana mengikuti pelajaran tambahan. Yuta Sensei menerangkan. Tapi tetap saja Hana tidak paham.
"Ini sangat sulit, Sensei. Otakku nggak sanggup." Hana menyerah.
"Jangan pesimis. Harus optimis." Yuta Sensei lalu duduk di sebelah Hana. Mengajarinya secara private.
Deg ... Deg ... Deg ...
Jatung Hana berdetak lebih cepat dari biasanya.
Kenapa Sensei jadi kelihatan lebih tampan saat dekat seperti ini.
Sebenarnya jantung Yuta Sensei juga tidak kalah cepat dari detak jantung Hana. Tapi ia menahan dirinya. Hubungan antara murid dan guru itu terlarang.
Mereka berdua hanya bisa saling mengagumi. Mereka hanya bisa menahan perasaan mereka masing-masing karena mereka guru dan murid. Meski begitu mereka saling mencuri pandang bila ada kesempatan.
Sampai akhirnya Hana lulus.
"Sensei ... Arigatou ..." Hana berterima kasih dengan Yuta sensei. Sebenarnya ia ingin mengungkapkan cintanya ke Yuta Sensei tapi Hana mengira Yuta Sensei lebih menyukai wanita yang dewasa. Sedangkan ia masih remaja. Ia takut ditolak.
Begitu juga Yuta Sensei. Ia juga menahan perasaannya. Ia mengira Hana lebih suka dengan pria yang masih remaja, yang seumuran dengan Hana.
Empat tahun berlalu ...
Yuta Sensei sudah menjali wali kelas sekarang. Kepala sekolah datang memperkenalkan guru magang yang baru.
"Ohayou gosaimasu. Watashi wa Tamamori Hana desu. Yoroshiku onegaishimasu."